
Bella kesal saat security dengan berani menghadang mobilnya bahkan melarangnya untuk masuk kedalam gedung perusahan milik suaminya.Dengan kesal dia membuka sabuk pengamannya lalu membuka pintu dan keluar dari mobil.
"Bugggg.....Berani sekali kamu berbicara seperti itu di hadapanku security busuk." Ucap Bella,dia mendaratkan tendangan ke bagian sensitif security hingga dia merintih kesakitan lalu terjatuh di atas tanah.Setelah melihat security ambruk di tanah Bella kembali masuk kedalam mobilnya lalu membawanya masuk kedalam gedung berusaha dengan perasaan kesal.
"Dia pikir dia siapa berani menghalangiku,dia hannya anjing penjaga saja perusahaan ini tapi gayanya sudah belagu." Sungut Bella,akhirnya dia memarkirkan mobilnya diparkiran khusus orang penting di perusahan itu.
Beberapa security yang berjaga disitu hannya bisa memandangi Bella,mereka tidak berani lagi untuk menghalanginya karna mereka tidak ingin mendapat hadiah dari istri pemilik perusahan itu.
Bella berjalan menuju gedung perusahan tetapi dia merasa aneh dengan semua sikap kariawan disana karna tidak ada satupun yang menyapanya dengan sopan seperti biasanya,tapi dia mengabaikan sikap mereka dia terus berjalan lalu naik lift menuju ruangan suaminya.
"Nyonya Bella,terlalu kasar,padahal kan tuan Kevin yang menyuruh para security untuk tidak mengijinkan dia masuk malah dia menghajar security,dasar orang kaya bisa-bisanya dia tidak punya etika sedikit pun." Sungut seorang kariawan wanita.
"Biarlah mati kita bekerja,dari pada kita kena imbasnya." Tambah yang lain.bella berjalan memasuki ruangan suaminya Sambo yang melihat kehadiran wanita itu langsung berlari menghampiri Bella.
"Nenek lampir ngapain datang kesini." Batin sambo.
"Nyonya tuan Kevin sedang tidak berada di ruangannya,dia sedang menjaga nona Hanna dirumah sakit." Ucap Sambo,Bella langsung membalikkan badannya.
"Apa....Nona,kamu memanggilnya nona,hebat kamu ya,sejak kapan dia menjadi nona mu,sejak kapan dia tidak masuk kerja." tanya Bella.
"Sejak kejadian kemarin nyonya,Hanna dirawat dirumah sakit dan tuan Kevin menemaninya."Jawab Sambo.
Bella keluar dari rumah sakit dengan perasaan kesal,dia begitu susah untuk bertemu pria itu,bahkan sekarang Kevin melarangnya untuk bekerja dirumah sakit itu artinya dia tidak punya pekerjaan plus pengganguran.
__ADS_1
******
Hanna terlihat sudah lebih baik sekarang setelah dia mendapat perawatan intensif dari kemarin,beberapa luka di wajah dan kakinya juga sudah mulai sembuh,dan hasil scanning di kepalanya juga semuanya tidak ada yang perlu di khawatirkan.
"Mas,aku sudah bisa pulang hari ini kan? kasian Lisa dan puspa tidak ada yang mengurusnya."Ucap Hanna,dia terlihat begitu cemas,mungkin dia pikir Kevin tidak memberitahu keadaanya.
"Tenang sayang,kamu tidak perlu khawatir aku sudah mencari pengasuh untuk kedua adikmu,plus aku juga sudah mendapat asisten rumah tangga yang bisa mengurus rumah."Jawab Kevin.
"Mas,aku dapat uang dari mana untuk membayar itu semua,jangan berlebihan mas,aku tidak suka bahkan aku sudah biasa untuk mengerjakan itu semua."Ucap Hanna,ekspresinya terlihat tidak suka saat Kevin memberitahunya.
"Berlebihan bagaiman lagian bukan kamu yang membayar mereka,aku yang membayar jasa mereka.Pokoknya mulai hari ini jangan membantah apa pun."Ucap Kevin,dia berdiri di pinggiran ranjang,dia kesal melihat Hanna yang selalu menolak keinginannya.
****
"Mas,apa jangan-jangan kamu salah memasuki perusahan,masak selama dua hari ini kita menunggunya sekali pun dia tidak pernah keluar."Ucap Calista kesal,wajahnya terlihat kelelahan,karna sepanjang hari duduk di dalam mobil tampa melakukan apa pun,ingin sekali dia masuk ke dalam cafe sekedar untuk minum kopi tapi sayang dia dan suaminya sudah tidak punya banyak uang,dia takut Kevin menolak permintaanya,sementara utang sudah banyak dan pihak bank sudah beberapa kali mendatangi rumah mereka.
"Tidak sayang,ini benar perusahan milik Kevin Sanjaya."Jawab Hendra.Tidak puas dengan jawaban suaminya akhirnya Calista keluar dan berjalan dan masuk kedalam gedung,dan akhirnya seorang security menghampirinya.
"Ada yang bisa kami bantu nyonya?"
"Aku ingin bertemu dengan tuan Kevin Sanjaya."
"Apa nyonya sudah membuat janji?" Tanya security,Calista sedikit lega ternyata mereka tidak salah kantor.
__ADS_1
"Belum." Jawab Calista pendek.
"Sebaiknya nyonya kembali kesini setelah membuat janji,dan kebetulan saat ini tuan Kevin tidak masuk kantor untuk beberapa waktu."Jawab security,Calista keluar dengan wajah gembira,dia berharap Kevin mau membantunya dengan bantuan Hanna anaknya,jika memang Kevin tidak bersedia membantunya dengan berat hati dia akan meninggalkan suaminya dan Kemabli kepada ketiga anaknya,karna dia sudah yakin jika Hanna memiliki hubungan khusus dengan pria hebat itu.
Calista keluar dari gedung dengan perasaan bahagia,dia sangat yakin jika Hanna bisa membantu keuangan perusahan suaminya dengan bantuan Hanna anaknya.
"Sayang aku salut sama anakmu Hanna,dia bisa mendapat pria sehebat Kevin Sanjaya bahkan yang saya dengar rumor belakangan ini jika Kevin dan istrinya sedang terlibat permasalahan hebat,bahkan kamu tau anakmu Hanna dihajar oleh istrinya di sebuah mall beberapa hari yang lalu."Ucap hendra dengan senyum liciknya.
"APA......,Hanna dihajar istrinya pria itu,berani sekali dia,bukankah dia yang tidak mampu menjaga suaminya kenapa harus menghajar anakku?" Ucap Calista,dia terlihat sangat kaget mendengar kabar yang diberitahu suaminya.
"Mana aku tau."Jawab Hendra akhirnya mereka meninggalkan gedung perusahan milik Kevin setelah mereka tau jika Kevin tidak masuk kantor untuk beberapa waktu.
Bella kembali ke rumahnya dengan perasaan sangat kesal,hari ini dia kehilangan pekerjaan dan juga dia tidak dapat bertemu dengan suaminya,beberapa kali dia menghubungi suaminya tapi hasilnya nihil karna suaminya sudah memblokir nomornya.
"Aahh...Benar-benar sial apa hannya karna wanita itu aku harus kehilangan segalanya? Ucap Bella dia menjatuhkan tubuhnya keatas sopa lalu memijat pelipisnya,dia terlihat sangat frustasi.
"braakk.....Ini surat dari IDI untukmu,tadi siang sampai dirumah ini kamu baca."Ucap Nadia mama mertuanya.Bella menegakkan kepalanya dan melihat mertuanya yang sudah menatapnya dengan sinis.
"Apa ini ma?" Tanya Bella dia mengerutkan keningnya lalu membuka amplop dan melihat surat pemecatannya dari IDI,dia sangat kaget melihat surat itu.
"Apa maksud semua ini,apa Kevin benar-benar ingin menghancurkan aku?" Bella membentak mertuanya tampa sengaja hingga Nadia kaget.
"Kenapa kamu menyalahkan anakku,dan bersikap lah yang sopan kepadaku,berani sekali kamu meninggikan suaramu di hadapanku." Ucap Nadia tidak kalah emosinya dari Bella.
__ADS_1
*** bersambung****