Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 112 ~ Kota yang sangat indah ~


__ADS_3

Setelah selesai belanja semua kebutuhan Lisa,dewa membawa mobilnya menuju bandara,disana dia menitipkan mobilnya ke tempat penitipan karena dia tidak ingin kebersamaanya di ganggu oleh keberadaan supir.


Mereka sengaja berangkat malam agar sampai sore hari di sana.Butuh waktu dua belas jam di dalam pesawat untuk Sampai di kota rohani itu.Pada saat akan masuk ke dalam pesawat dewa mengambil syal dan melilitkan di leher Lisa,karena kalau malam di dalam pesawat akan sangat dingin.


"Kamu bisa tidak tahan nanti menahan dingin,kamu harus memakai syal ini,dan juga pakai mantel ini agar tubuhmu tetap hangat." Ucap dewa sambil memasangkan di leher Lisa.


"Deg..." Lagi-lagi jantung Lisa berdetak hebat,hal seperti ini akan terus terjadi saat dewa mendekatinya dan dia akan kembali salah tingkah.


Akhirnya mereka memasuki badan pesawat,Lisa cukup kagum saat pertama masuk kesana,rasanya dia seperti dalam mimpi melakukan perjalanan bersama seorang pangeran naik kuda terbang,hidupnya seperti cinderella,bagaimana tidak jangankan untuk jalan-jalan ke luar negri semua semua taman hiburan yang ada di kotanya saja dia belum pernah jalani karena kehidupan mereka yang tidak mampu apa saat kedua orang tua mereka meninggalkan mereka bertiga.


"Kamu ingin menonton,aku akan hidupkan televisinya untukmu,jika kamu ingin rebahan aku akan telentangkan kursinya agar tidur dengan nyaman." Ucap dewa,Lisa hannya bisa menggeleng karena dia masih ingin menikmati suasana dalam pesawat yang belum lepas landas.


Tiba saatnya akan lepas landas,rasanya Lisa semakin jantungan apalagi semakin lama pesawatnya semakin cepat dan siiiiiikkkkkkkk,dia memegang erat tangan dewa dan menutup matanya begitu lama,hingga semakin lama perasaannya semakin tenang karena tidak ada lagi keributan atau suara apa pun di dalam pesawat.Malam sudah semakin larut dan seluruh penumpang pesawat sudah tidur dan saat itu Lisa sangat ingin buang air kecil,dia melihat kearah dewa yang sudah tertidur dengan sangat pulas.


"Aduh...Aku ingin buang air kecil,aku harus kemana,aku takut sekali." Dia meringis sambil menahan kedua kakinya karena dia benar-benar tidak tahan.


"Om,...Om,..." Lisa menggoyang tubuh dewa berkali-kali hingga akhirnya dewa terbangun dengan linglung mungkin karena dia tertidur dengan sangat pulas.

__ADS_1


"Aahh...Ada apa...Ada apa,siapa yang mengganggumu?" Dewa menatap sekelilingnya dan dia melihat Lisa sudah tersenyum dengan terpaksa kepadanya.


"Aku ingin buang air kecil aku tidak tau dimana toiletnya." Jawab Lisa dengan malu-malu.Akhirnya dewa membawa Lisa ke toilet dan membiarkan dia masuk kedalam.Dan saat itu juga ngantuk dewa hilang begitu saja,karena di ganggu oleh Lisa.


Mereka menikmati perjalanan panjang dengan menonton film spiderman,dewa tidak menyukainya karena itu sudah film lama tapi karena Lisa terlihat menyukainya terpaksa dia menemani Lisa menonton menunggu matanya ngantuk kembali.


Akhirnya mereka sampai di bandara, Charles Gaulle Paris,Lisa sangat kagum melihat bangunan bandara yang cukup mewah matanya tidak berkedip sedikit pun melihat kemegahan bandara di negara ini.


Walaupun Lisa sudah cukup lelah dan ngantuk,melihat semua pemandangan yang ada di ada di hadapan matanya rasa ngantuk nya jika hilang begitu saja.Mereka menaiki kereta dari bandara menuju hotel yang sudah dipesan oleh dewa sebelumnya.Dewa memesan kamar hotel satu dengan dua bed.Sedikit pun dewa tidak berniat untuk merusak Lisa karena dia masih belia dan itu bukan tipenya.


****


Sementara itu seorang dokter memeriksa tubun Kevin,sudah dua hari dia menginap di rumah Hanna karena dia masih belum juga sembuh tapi dia terus menolak untuk periksa ke rumah sakit.Hanan yang sudah kesal kepada Kevin hannya bisa menekuk wajahnya karena berulang kali dia membujuk pria itu untuk berobat tapi dia terus menolaknya.


"Tuan Kevin,sepertinya anda harus periksa ke rumah sakit,karena mungkin anda kena DBD,atau tipus,tapi menurut diagnosa awal saya anda kena DBD,sebaiknya anda ke rumah sakit saat." Ucap dokter Rian yang merawatnya sementara di rumah itu.


"Dasar tolol kalau ujung-ujungnya saya kerumah sakit untuk apa aku harus memanggilmu!sepertinya kamu tidak bisa bekerja dengan baik,apa perlu aku memecat mu dari rumah sakit." Jawab Kevin berang,dia hari ini benar-benar kesal,disaat dia lagi banyak masalah disitu pula penyakit datang menghampirinya.

__ADS_1


"Tuan Kevin yang terhormat,untuk apa kamu marah dengan dokter Rian,bukan kah dari kemarin aku sudah bilang supaya kamu ke rumah sakit,terus kenapa kamu marah kepada dokter Rian yang sudah merawat mu,jangan mentang-mentang kamu kaya kamu melakukan semuanya sesukamu." Ucap Hanna sudah tidak tahan kepada kevin yang begitu keras kepala.


Seketika suasana kamar itu hening mencekam,Rian menjadi serba salah dan Kevin juga tidak berkata-kata dia mulai bangun dan memakai baju kemeja yang kemarin dia pakai.Seketika Hanna merasa bersalah,karena sudan marah kepada kevin dan mungkin Kevin tersinggung dengan ucapannya.


"Maafkan aku mas,aku hannya merasa kasihan saja kepadamu karena sudah dua hari kamu sakit dan tidak ada perobahan,aku tidak bermaksud untuk marah kepadamu." Ucap Hanna merasa bersalah,Kevin hannya diam lalu menatap dokter Rian.


"Bawa aku ke dokter,sekarang juga," Ucap Kevin,Hanna sangat merasa bersalah,akhirnya dia ikut menemani Kevin kerumah sakit setelah dia pamit kepada adiknya Puspa.


Setelah melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan ternyata benar saja Kevin kena DBD,dia tidak tau sejak kapan dia mengalami itu,akhirnya dia memutuskan untuk di rawat di rumah sakit agar dia bisa pulih dan secepatnya kembali ke Singapura melihat keadaan ibunya.


Kevin akan mengurusi kedua Bajingan yang sudah berusaha membunuh ibunya setelah ibunya bisa dibawa kembali ke indonesia,dan dia juga akan membujuk ibunya untuk meminta cerai kepada papanya sudah mengkhianati pernikahan mereka bahkan hampir menghancurkan keluarganya.Kevin akan mengurus segala aset milik keluarganya apa yang terjadi itu akan jatuh ke tangannya karena ayahnya yang sudah menghiaanati keluarganya.


"Mas,maafkan tadi ucapan ku,yang sudah menyingung perasaanmu,aku tidak berniat marah kepadamu,cuma aku merasa kasihan saja kepadamu dan juga nyonya mungkin sudah menunggumu di sana sekali lagi maafkan aku." Ucap Hanna dengan wajah menunduk.


Kevin tersenyum melihat ketakutan di wajah Hanna,padahal dia bersyukur Hanna sudah menyadarkannya hingga dia akhirnya mau di rawat di rumah sakit.


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2