
Dewa membawa Hanna ke dokter spesialis bagian syaraf,dia sangat khawatir melihat Hanna yang terus meringis kesakitan,setelah selesai di periksa secara intensif dewa membantu Hanna turun dari ranjang,setelah itu mereka duduk di depan dokter yang memeriksa keadaannya.
"Bagiamana dokter apa yang terjadi dengannya kenapa dia terlihat sangat kesakitan?" Tanya Dewa,Hanna memandang wajah dewa,Hanna sangat bingung dengan pria itu,karna dia tidak kenal dengan pria itu tapi bisa rasa khawatirnya begitu besar kepadanya.
"Dia tidak papa,itu karna benturan keras yang mengenai kepalanya dan hal itu juga yang membuat dia ingat semuanya."Jawab dokter.Dewa menghela napas lega lalu dia meraih tangan hanna,
"Kamu dengarkan kamu baik-baik saja."Ucap dewa.Setelah itu mereka mengambil vitamin lalu meninggalkan rumah sakit.
"Tuan terima kasih karna sudah menolongku selama ini,tapi apa aku masih bisa minta tolong kepadamu,bantu aku menemukan kedua adikku."Ucap Hanna.
"Tentu saja aku akan membantumu,tapi bisa kah kamu cerita apa yang terjadi dengan mu,hingga kamu bisa berpisah dengan kedua adikmu,dan kenapa kamu bisa sampai di pulau itu kemarin."Tanya Dewa penasaran,tapi saat itu Hanna hannya bisa diam sepertinya dia enggan menceritakan masalah yang menimpanya.
"Baik lah jika kamu tidak mau cerita aku nga masalah."Ucap dewa,sambil mengemudikan mobilnya.Mereka hanyut dalam pikiran masing-masing dan Hanna memandang lurus ke depan seakan dia mencoba mengingat semua masa lalunya.
"Tuan Kevin aku merindukanmu,apa kamu bisa baikan dengan nyonya Bella setelah mereka menghajar ku habis-habisan serta menganiaya ku "Batin Bella, ingin sekali dia menangis tapi dia takut dewa melihatnya.
Tapi untuk saat ini,Hanna sangat bersyukur kepada Tuhan,sebesar apa pun masalah yang menimpanya Tuhan selalu menunjukkan orang baik untuk menolongnya.
"Wanita yang kita temukan kemarin di restoran adalah ibuku,dia menikah dan membuang ku bersama dua adikku,nasibku memang sangat malang,aku tidak tau kenapa Tuhan memberikan masalah yang begitu besar kepada kam."Ucap Hanna,dia menundukkan kepalanya dia begitu sakit dan kecewa dengan semua luka di hatinya.
"Benarkan!!!!! "Dewa sangat kaget mendengar ucapan Hanna,pantas saja gelagat wanita itu kemarin sangat mencurigakan,ternyata dia takut jika Hanna mengakuinya.
__ADS_1
****
Sementara itu di lain tempat Kevin menghabiskan waktu di kantornya,dia sudah mulai ikhlas kehilangan Hanna,dia sudah menyuruh beberapa orang bahkan sudah menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk mencari keberadaan Hanna dan adiknya tapi semuanya sia-sia.
Kevin menyulut rokoknya,lalu membuangnya ke udara,beberapa Minggu terakhir dia tidak mau lagi pulang kerumahnya karna dia sangat kecewa kepada orang tuanya yang tidak mendukungnya bahkan ayahnya mempercayakan wanita itu kembali bekerja di rumah sakitnya.
"Hanna,benarkah kamu sudah meninggal,katakan kepadaku,siapa yang melakukan itu kepadaku,sebenarnya aku sangat yakin jika Bella dan ibuku ada hubungannya dengan kehilanganmu,tapi aku tidak punya cukup bukti untuk menyeret Bella wanita laknat itu ke penjara.Sebenarnya hatiku yang paling dalam mengatakan jika kamu baik-baik saja,aku berharap kamu ditolong oleh orang yang baik dan tidak menyakitimu." Kevin bergumam sendiri,dia masih enggan untuk meninggalkan mejanya,tatapannya kosong.
Mulai lelah duduk di kursi tampa melakukan apa pun akhirnya Kevin meninggalkan kursinya dan masuk keruangan rahasia yang menjadi rumah kedua baginya sekarang.
Kevin menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang lalu memandangi langit-langit kamar tidurnya dengan tatapan kosong,dia selalu berdoa dalam hati,
"Tuhan,jika Hanna masih hidup tolong pertemukan aku dengannya,aku sangat merindukan gadis kecil itu,tapi jika memang dia sudah berada bersama mu ajarkan aku ikhlas untuk menerima kenyataan pahit ini." Batin Kevin,sebelum akhirnya dia tertidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.
Keesokan harinya keributan terjadi di panti asuhan tempat Lisa dan Puspa di sembunyikan oleh Bella,keributan itu terjadi saat pemilik rumah kehilangan uang lima puluh ribu rupiah dan si pencuri yang ketauan di hajar habis-habisan oleh pemilik panti.
"Sudah Bu,dia bisa mati kalau ibu menghajarnya terus."Ucap Lisa,dia melindungi anak kecil yang berumur sekitar delapan tahun.
"Hah,berani kamu melindungi pencuri ini,apa kamu juga seorang pencuri hingga kamu melindunginya hah.....bughh."Wanita itu menendang punggung Lisa hingga mereka terpental ke lantai,Lisa meringis kesakitan saat punggung mendapat pukulan yang sangat menyakitkan.
"Dasar anak-anak tidak tau malu anak haram."Maki pemilik panti itu,lalu meninggalkan mereka setelah puas menghajar anak yang mencuri barusan.Dan anak itu menunduk takut melihat Lisa yang melindunginya dari serangan wanita itu.
__ADS_1
"Kak maafkan aku," Ucap anak itu polos dan menundukkan kepalanya.Lisa adalah anak yang paling besar di panti itu jadi semua anak-anak disana sangat menghormatinya karna dia bisa menjadi Kaka yang baik bagi mereka.
"Kenapa kamu melakukan itu? Mencuri itu adalah perbuatan dosa,Tuhan jangan membenci umatnya yang mau mengambil barang yang bukan miliknya.Sebutuh apa pun kamu dengan satu barang jangan pernah mengambilnya."Lisa menasihati mereka semua,dan anak itu mengangguk kepada Lisa dan minta maaf untuk kesalahannya.
"Makanya jangan ulangi lagi,lihat Kakaku menjadi menderita karna ulah mu."Ucap Puspa.Dia menatap sinis kepada anak itu.
"Sudah lah dek,lain kali jangan ulangi lagi."Ucap Lisa lalu mereka kembali melakukan pekerjaan masing-masing yang di bagikan lelah kepala panti,mereka adalah anak-anak yang kurang beruntung,dan tinggal di panti yang tidak memiliki ijin,hingga mereka dipaksa untuk mengamen setiap hari untuk memperkaya pemilik panti.
"Lisa keluar dari belakang,dia hendak mengambil sapu yang dia letakkan di depan tadi,saat itu dia melihat sepasang suami istri yang sedang duduk sopa usang yang sudah sangat tidak layak pakai.
"Siapa dia?
"Dia dititipkan seorang wanita kaya disini,berkat dia aku mendapat pundi-pundi emas setiap bulan dia bersama satu adiknya yang sudah besar juga."Samar-samar Lisa mendengar semua ucapan mereka,bahkan dia semakin mendekatkan mendekatkan dirinya kebalik pintu agar dia mendengar ucapan wanita jahat itu.
"Beruntung dong kamu menampungnya disini,selain dapat uang yang banyak kamu juga bisa memakai jasanya di rumah ini." Ucap wanita itu kembali,dan mereka terdengar tertawa riang mungkin mereka sangat bahagia dengan semua penderitanya anak-anak yang ada disana.
*****
"Hanna,apa kamu ingat dimana kamu dulu tinggal,aku akan mengantar kamu untuk menemui adikmu?" Tanya Dewa.Meteka menikmati sarapan nasi goreng yang dibuatkan oleh pelayan yang kembali bekerja atas permintaan dewa.
"Maafkan aku mas,aku tidak ingat apa pun kecuali aku dulu pernah menjadi simpanan pengusaha kaya."
__ADS_1
*** bersambung***