
Setelah Hanna membeli semua kebutuhannya dia menemui dewa yang sedang duduk disudut toko,
"Tuan aku sudah selesai."Ucap Hanan,dewa menoleh ke arah Hanna lalu berjalan menuju kasir dan membayar semua tagihan Hanna.
"Apa kamu lapar?"
"Tidak tuan."Jawab Hanna.akhirnya mereka meninggalkan mall karna mall nya juga akan tutup sebentar lagi.
Sepanjang perjalanan Hanna hannya bisa diam,dia selalu berusaha untuk mencoba mengingat-ingat masa lalunya tapi entah kenapa rasanya semuanya terlalu sulit baginya.
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Dewa,dia menatap Hanna dengan ekor matanya,rasanya di antara mereka sangat canggung hingga dewa memulai pembicaraan.
"Nga papa tuan,aku pikir setelah aku ke rumah sakit hari ini maka ingatanku akan kembali dan aku mengingat kedua adikku."Jawab Hanna,wajahnya terlihat tampa ekspresi.
"Tenang saja,pastinya kamu punya ayah dan ibu mungkin kedua adikmu di rawat oleh mereka sekarang kamu pokus saja dengan kesembuhan mu agar kamu bisa secepatnya bertemu keluargamu."Ucap dewa.Hanna menoleh ke arah dewa,
"Benar juga,jika aku punya adik pastinya aku punya orang tua,mungkin kedua adikku bersama orang tuaku,kenapa kamu baru bilang sekarang,hatimu sekarang mulai tenang
__ADS_1
,aku akan pokus dengan ingatanku agar aku bisa secepatnya bertemu dengan mereka."Jawab Hanna,dewa melihat senyum manis di bibir hanna rasanya dia juga merasa tenang.
Setelah sampai apertemen Hanna langsung masuk kedalam kamar lalu mandi,walaupun sudah tengah malam,dia tetap mandi karna dia sudah beberapa hari tidak mandi karna tidak memiliki pakaian.
Hanna keluar dari kamar saat dia sudah selesai mandi,dia menutup kepalanya dengan handuk dan berjalan menuju dapur untuk meminum obatnya.
"Tuan apa anda menginginkan sesuatu,jika tidak agar aku bisa istrahat,hari ini aku sangat lelah."Ucap Hanan sambil membawa air minum kedalam kamarnya,sementara itu dewa sedang menonton televisi diruang tamu sambil membuka beberapa email yang masuk ke ponselnya.
"Tolong buatkan aku kopi."Jawab dewa,tampa menoleh sedikit pun ke arah Hanna.Mendengar ucapan dewa Hanna kembali ke dapur lalu membuatkan kopi untuk pria itu,mulai hari ini dia sudah berjanji dalam hati akan melayani pria itu sebaik mungkin karna dia tidak ingin menjadi beban di dalam hidup pria itu.
"Tuan silahkan."Ucap Hanna sambil meletakkan kopi buatannya di hadapan Dewa,mencium wangi sabun yang berasal dari Tubun Hanna,seketika bulu kuduk dewa merinding,lalu dia menegakkan kepalanya dan melihat penampilan Hanan yang berbeda malam ini.
Hanna mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang begitu empuk dan nyaman,dia sangat bersyukur bertemu dengan pria yang begitu baik,bahkan yang mau membantu dan menolongnya tampa imbalan apa pun,bahkan Dewa terlihat begitu baik dan juga sopan.
"Apa pria itu tidak punya pacar,bagaimana bisa dia membawa wanita lain kerumah ini,bagaimana nanti jika pacarnya cemburu,aahh sudahlah pusing aku memikirkan itu,biarkan berjalan sebagaimana mestinya."Ucap Hanna lalu menutup tubuhnya dengan selimut lalu tidur dengan pulas.
*****
__ADS_1
Sementara itu Kevin memasuki rumahnya di bantu oleh Sambo,Kevin terlihat sangat mabuk bahkan saat Bella akan membantunya dia langsung mendorong wanita itu hingga terjatuh kelantai.
"Pergi kamu wanita murahan,aku tidak sudi hidup bersama dengan wanita pembunuh sepertimu."Ucap Kevin dengan kasar hingga membuat bella sangat emosi,tapi dia berusaha meredam emosinya karna dia tidak ingin mertuanya melihat sikapnya yang kurang baik.
Begitulah kehidupan yang dijalani Kevin semenjak dia kehilangan Hanna wanita yang pernah mengisi hatinya beberapa bulan belakangan ini,dia sudah berusaha untuk mencari Hanna bahkan dia sudah menyewa beberapa detektif hebat tapi sampai hari ini mereka belum berhasil membawa Hanna Kemabli kepadanya.
"Kevin kamu keterlaluan,kamu itu sudah tua harusnya kamu mikir masa depanmu,bahkan sampai hari ini kamu belum punya anak."Bentak ayahnya hingga membuat Kevin tersinggung dan marah.
"Braangghhh......" Kevin melempar semua pas bunga yang tersusun rapi di meja samping hingga hancur berantakan.
"Kalian tidak punya hak memaksakan apa pun kepadaku,jika kamu ingin punya anak bersama wanita ini silahkan tapi jangan memaksa aku,karna perasaanku tidak tersisa sedikitpun untuknya."Ucap Kevin kesal.
"Kevin.....Kau..semakin hari sikapmu semakin keterlaluan."Ucap papanya suaranya tiba-tiba. berubah dan dia memegangi jantungnya,melihat keadaan itu ibunya langsung menjerit dan berlari membantu suaminya.
"Papa....." Kevin yang melihat keadaan itu hannya bisa mendengus lalu menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya,dia tidur berbeda kamar dengan istrinya.
Kevin merasa kepalanya sangat pusing,akhirnya dia menyuruh pelayannya untuk membawa air jeruk kepadanya dan dia berjalan menuju balkon disana dia memandang ke arah langit yang sedikit mendung.
__ADS_1
"Hanna kamu dimana sayang,kini aku baru menyadari jika kamu begitu berarti dalam hidupku,setelah kepergian mu,rasanya hidupku sangat hampa dan aku merasa hidupku tidak ada artinya lagi,aku sangat berharap hidup mu baik-baik diluar sana."Batin Kevin.Setetes bening menetes dari matanya,Kevin begitu terluka saat dia kehilangan gadis kecilnya,dia menghabiskan hari-harinya dengan minum alkohol untuk melupakan masalahnya.
*** bersambung***