Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 51 ~ Menderita ~


__ADS_3

"Lisa.......Bangun sudah jam berapa ini kamu masih molor,dasar pemalas kamu." Hari masih sangat pagi tapi kepala panti sudah berteriak sekuat tenaga membangunkan Lisa yang masih tidur.


"Bangun....bangun,kamu mau makan enak disini nga mau kerja iya,cepat masak dan bereskan semua dapur,adik-adikmu akan segera berangkat mengamen kamu masih aja molor bangunkan adikmu atau aku akan memaksa adikmu untuk mengamen juga."Ucap kepala panti dengan suara lantang seketika Lisa bangun dan juga membangunkan adiknya,walaupun dia merasa tidak enak badan hari ini dia terus memaksakan dirinya untuk bangun.


"Dek bangun bantu Kaka untuk masak."Lisa mengguncang tubuh adiknya sampai dia terbangun.Lisa berjalan dengan langkah terseok-seok,sepertinya tubuhnya tidak bisa di ajak kerja sama akhirnya Lisa tersungkur ke lantai .


"Kakak....."Puspa sangat kaget melihat kakak nya yang terjatuh ke lantai Puspa menyentuh kening kalanya yang begitu panas.


"Kak,badanmu panas sekali kamu sakit kak...ayo kita berobat kak..." Ucap Puspa wajahnya terlihat ketakutan dan menyedihkan.


"Sudahlah dek Kaka nga papa,nanti juga sembuh sendiri."Jawab Lisa lalu dia berusaha untuk bangkit di bantu oleh Puspa.


"Kak,....aku mohon jangan sakit,jangan tinggalin aku kak...huhu.hu...mama,papa sudah membuang kita dan Kaka Hanna juga kita tidak tau apa yang terjadi dengannya..huhuhu jika Kaka meninggalkan aku,aku harus kemana kak..huhuhu.." Puspa terus menangis meraung-raung,hingga membuat Lisa tidak tahan membendung air matanya dan dia juga menagis mendengar ucapan adiknya.


"T_tidak dek,apa pun yang terjadi Kaka tidak akan meninggalkan mu,cuma kamu keluarga Kaka satu-satunya,mana mungkin Kaka meninggalkan kamu."Jawab Lisa,dia memeluk tubuh adiknya dengan sangat erat.Mereka sudah beberapa kali mencoba untuk kabur dari tempat itu tapi entah kenapa pemilik panti terus menemukan mereka,jika sudah seperti itu pukulan demi pukulan akan dia rasakan dari wanita itu dan juga suami nya.


"Dasar anak nakal,masih sempat-sempatnya Kalian bersandiwara di sini."Ucap pemilik panti,dengan emosi dia menendang tubuh Puspa hingga terlempar beberapa langkah.


"Adik....."Lisa memekik melihat adiknya yang terlempar akibat tendangan pemilik panti,bahkan Puspa terlihat tidak bergerak saat dia mendapat serangan mendadak.


"Ibu....Dia masih sangat kecil,kenapa ibu sampai se kasar itu kepada anak kecil."Ucap Lisa,dia memukul-mukul wajah adiknya hingga akhirnya dia membuka matanya.

__ADS_1


"Kak..sakit."Hannya itu yang di ucapkan Puspa,Lisa langsung memeluk adiknya lalu dia berusaha menggendong adiknya dan membawanya ke dapur,dia tidak ingin melihat wanita itu marah kepada mereka.


"Makanya jika ingin kamu baik-baik saja disini ikuti peraturan panti ini."Ucap wanita itu lalu dia bergegas meninggalkan mereka.


"Aku akan membunuhmu suatu hari nanti wanita busuk."Batin Lisa,dia memberikan minum adiknya setelah itu dia menidurkan adiknya di kursi usang yang ada di dapur setelah itu dia baru memulai pekerjaannya,walupun dia hari benar-benar sakit,tapi dia berusaha sekuat tenaga melakukannya semua.


******


Hanna bangun,lalu memulai aktifitasnya,saat dia hendak membersihkan rumah,dia sangat bingung dengan semua peralatan mewah di apertemen itu satu pun dari barang itu tidak bisa dia pakai.


"Susah,aku tidak mengerti memakai semua barang yang ada dirumah lebih baik aku menunggu tuan untuk bangun."Ucap Hanna,dia akhirnya memutuskan untuk membersihkan kamarnya lalu membersihkan tubuhnya.


Hanna keluar dari kamarnya setelah dia selesai mandi,saat itu Dewa juga sudah terlihat rapi dan sedang duduk di kursi,mungkin dia menunggu sarapannya.


"A...hh,kamu bilang apa barusan,biarkan saja sebentar lagi pelayan akan datang,kamu lebih baik pokus untuk kesehatanmu,buatkan aku kopi saja."Ucap Dewa,tampa menoleh kepadanya membuat Hanna merasa sedih.


"Ini tuan,Hanna meletakkan segelas kopi di hadapan dewa,setelah itu dia duduk di hadapan pria itu,sebenarnya dia tidak ingin duduk disana tapi karna dia bingung harus ngapain akhirnya dia duduk disana saja.


Dewa sibuk membaca semua email yang masuk ke ponselnya,bahkan sampai dia tidak menyadari jika Hanan terus memandangi wajahnya yang begitu menarik setiap kaum hawa.


"Kamu kenapa memandangku sedemikian rupa?"Tanya dewa tampa menghentikan pekerjaannya,Hanna begitu malu mendengar pertanyaan yang dilontarkan dewa kepadanya.

__ADS_1


"T_tidak..


"Selamat pagi tuan."Tiba-tiba seorang wanita paruh baya sudah berada di belakang mereka,dewa mengabaikan wanita itu dan dia terus asik memandangi ponselnya,Melihat dewa yang begitu sibuk Hanna menoleh ke arah wanita itu lalu menunduk dengan wajah senyuman.


Wanita itu langsung berjalan masuk,dia mengambil semua peralatan kebersihan Hanan yang melihat itu langsung mendekati wanita itu dan memperhatikan cara kerja pelayan itu.


"Hanna,aku berangkat kamu hati-hati disini bibi akan pulang nanti sore,mungkin aku kembali saat malam sudah larut."Ucap Dewa,Hanna meninggalkan pelayan di dalam dan dia mengantar dewa sampai ke pintu.


Dewa berjalan meninggalkan apertemenya,dia sengaja berangkat sangat pagi hari ini karna dia akan melakukan pertemuan penting nanti siang.


"Nga nyangka kalau aku akan bisa meraih piagam penghargaan kategori pengusaha sukses tahun ini,semoga kedepannya aku bisa mendapat lebih banyak piagam lagi."Ucap Dewa,wajahnya sangat bahagia karna di umurnya yang masih sangat mudah dia sudah banyak mengantongi beberapa piala di rumah orang tuanya.


****


Setelah selesai memberikan kata sambutan kepada seluruh orang yang hadir di acara pertemuan para pengusaha hebat,dewa langsung menuruni podium,banyak para pengusaha muda yang memberikan bunga kepadanya,tujuannya agar mereka bisa menjalin kerja sama yang baik dengan dewa,sayangnya dia mengabaikan para penjilat itu dan keluar dari tempat itu diikuti asistennya.


"Dewa..."Seorang wanita yang sangat cantik datang menghampiri dewa lalu memberikan seikat mawar merah kepada pria itu.


"Selamat ya sayang kamu memang pria yang hebat."Nadia langsung mengapit lengan dewa,dan saat itu dengan kasar dewa menepis tangan Nadia.


Dewa dengan wajah kesal meninggalkan tempat itu,dia membuang bunga pemberian nadia kepadanya,lalu segera meninggalkan tempat itu dan diikuti asistennya.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa datang ketempat itu,dia memang wanita murahan."Sungut Dewa wajahnya terlihat begitu masam,padahal sebelumnya dia sangat bahagia tapi saat dia melihat kehadiran mantannya yang begitu di bencinya akhirnya rasa bahagianya hari ini hilang begitu saja.


**** bersambung ***"


__ADS_2