Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
Bab 119 ~ Kurang setuju ~


__ADS_3

Hanna sedikit kaget mendengar ucapan dewa,sepertinya mereka sudah lama tidak bertemu,jadi sudah pasti mereka sudah tidak punya urusan lagi.


"Ada apa mas,sepertinya ini sangat serius?" Tanya Hanna,Dewa menarik napas panjang lalu melepaskan dengan perlahan.


" Sebelumnya aku minta maaf karena dua hari yang lalu aku membawa Lisa jalan-jalan keluar negri tampa meminta ijin darimu,aku minta maaf ya." Ucap Dewa,Hanna sangat kaget mendengar ucapan Dewa,dia tidak menyangka jika pria yang dimaksud ibunya adalah Dewa,


"Mas,kenapa kamu membawanya,untuk apa kamu membawa adikku pergi bersamamu,kamu tega mas,kamu tau dia masih anak kecil tapi kamu sudah berani membawanya dan tidak meminta ijin dariku,ingat mas aku tidak ingin masa depan adikku hancur,aku ingin dia sekolah tinggi jangan ganggu dia lagi."Ucap Hanna,dia sangat kecewa kepada dewa,Hanna tidak tau sejak kapan mereka ada hubungan,bahkan sampai liburan bersama keluar negri.


"Aku akan menjaganya,kamu sudah kenal aku,dan aku tau batasan ku,jangan memandang ku,seakan aku ini pria brengsek,aku minta maaf kalau sudah mengecewakan mu." Ucap Dewa,dia beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan Hanna, yang masih duduk di tempatnya.


Sementara itu,lisa mendengar semua omongan mereka berdua,dia sangat sedih mendengar ucapan kakaknya yang membuat Dewa pergi begitu saja.


Hanan masuk kedalam rumah,dia mencari keberadaan Lisa karena sebelumya Lisa sudah pergi dari balik pintu ke belakang rumah,dia tidak tau kenapa perasaannya sakit saat mendengar ucapan kakaknya kepada dewa.


"Lisa kakak mau bicara,kakak tidak mau ya,kamu punya hubungan dengan dewa,kamu masih kecil dan juga sekolah untuk apa kamu berhubungan dengan dia yang sudah pria dewasa." Ucap Hanna dengan nada emosi,Lisa menatap tidak suka kepada kakaknya.


"Aku tidak ada hubungan apa pun dengan om dewa,lagian kakak kenapa sih,dia itu masih pria singel,belum menikah yang salah itu jika pria itu sudah punya istri,seperti yang kakak lakukan dulu baru itu salah." Ucap Lisa,Hanna tersinggung mendengar ucapan Lisa bagaimana mungkin adiknya tega berbicara demikian kepadanya,padahal jelas-jelas dia tau kalau rumah tangga mas Kevin dan istrinya dulu sudah bermasalah.


Hanna langsung berlari masuk kedalam kamarnya,dia begitu sakit hati mendengar ucapan adiknya,dia melarang dia berhubungan dengan Dewa karena dia masih sekolah.


Puspa kaget melihat kakaknya yang masuk kedalam kamar dan membanting pintu,Kakaknya terlihat menagis,

__ADS_1


"Dek kamu keluar dulu,kamu belajar sana,kaka ingin sendiri." Ucap Hanna,Puspa langsung menuruti keinginan Kakaknya tampa banyak bertanya.


*****


Kevin merasa sangat frustasi melihat mamanya yang terus merengek meminta untuk bertemu dengan suaminya,dengan berat hati akhirnya Kevin menuruti keinginan mamanya,walaupun sebenarnya sangat berat hatinya untuk melakukan itu.


Kevin membawa mamanya ke perusahaannya,karena dia mendapat informasi kalau papa dan Bella sedang berada di sana.Pada saat Kevin sampai di sana beberapa security baru langsung menghadangnya untuk masuk kesana,hingga membuat Kevin semakin murka.


"Maaf tuan,anda dilarang masuk ke dalam." jawab seorang satpam yang tidak di kenalnya.


"Plak....Berani sekali kamu melarang anakku masuk kedalam perusahaan ini,apa kamu tidak tau kalau perusahan ini milik kami dasar satpam bodoh." Maki Nadia dengan wajah memerah menahan emosi.


"Pokoknya mama harus masuk kedalam,mama ingin bertemu dengan papa kamu."


Nadia dengan keras berusaha untuk masuk,hingga tidak sengaja seorang satpam mendorongnya hingga terjatuh ke lantai,membuat Kevin semakin murka kepada ayahnya.


"Mama," Kevin segera menolong mamanya yang tersungkur ke lantai dan saat itu Sambo datang membantu mereka.Dan kebetulan kepala satpam juga melihat kejadian itu,dia sangat iba melihat Kevin di perlakukan tidak hormat akhirnya dia datang menemui mereka.


"Ijinkan mereka masuk dan biarkan aku yang bertanggung jawab kepada tuan besar nantinya." Ucap kepala satpam,dan saat itu kevin dan ibunya perlahan memasuki gedung perusahaan itu.


Kevin sampai di depan ruangannya,dia ragu-ragu ingin masuk kedalam,tetapi mamanya langsung melepaskan pegangan tangannya lalu membuka pintu ruangannya dan di sana dia melihat Bella yang sedang duduk di penyangga kursi milik Hamdan mereka sedang berciuman pada saat Nadia masuk kedalam.

__ADS_1


"Mas,apa maksud semua ini," Nadia sudah berdiri disana,Hamdan sangat kaget begitu juga Bella,tetapi dia langsung membuang rasa kagetnya dan berdiri seakan tidak ada kesalahannya.Wajah Hamdan berubah pucat,dia tidak menyangka kalau istrinya akan masuk keruangannya dengan sangat tiba-tiba.


"Mas apa yang terjadi jelaskan kepadaku,bisa-bisanya kamu mengambil alih semua milik anakku,dan kamu wanita jalan* berani sekali kamu menghancurkan keluarga...."


"Sudah bicaranya,sekarang kalian sudah bisa keluar dari sini,satpam silahkan usir mereka semua dari ruangan ini." Ucap Bella,sedikit pun dia tidak punya malu.Sementara Hamdan hannya bisa diam dan menunduk ada sedikit penyesalan dalam hatinya karena sudah berhubungan dengan Bella yang membuatnya kehilangan arah.


"Dasar pelacu*,keluar kau dari sini,kamu sudah me..." Satpam ingin segera menyeret mereka berdua keluar dari ruangan itu,Bella tidak mau banyak bicara karena dia takut Hamdan akan terpengaruh,padahal dia sudah lelah membuatnya sampai seperti sekarang ini.


Kevin membawa ibunya masuk kedalam mobilnya,mamanya menangis pilu sepanjang jalan,Kevin sangat tidak tega melihat mamanya diperlakukan seperti itu,tapi untuk saat ini dia tidak berbuat apa-apa.


"Sudahlah ma,aku sudah katakan dari kemarin-kemarin agar mama tidak tersakiti mama lihat sendiri papa,sedikit pun dia tidak merindukanmu,dia sadar apa yang dia lakukan ma,jadi berhentilah berharap kepada pria tua yang tidak punya rasa malu itu."Ucap Kevin,Nadia menyeka air matanya.


"Aku tidak menyangka wanita itu bisa sekejam itu kepada mama,dan aku mulai berfikir jangan-jangan penyakit ku,"


"Benar,dia yang selama ini membuat itu menderita,dia memberikan racun untuk mama,dia ingin membunuh mama secara perlahan,tapi sebelum papa tidak tau itu,tapi setelah dia tau dia juga tidak bisa membuat tindakan apa pun untuk membuat efek jera kepada papa." Ucap Kevin.


Kevin menghela napas panjang,dia tidak tau bagaimana menjalani hidup kedepannya,dia sudah punya rencana untuk membuka perusahan baru,tapi dia masih membutuhkan banyak modal.


"Ma,aku takut perusahan dan seluruh aset kita suatu saat akan jatuh ke tangan keturunan Bella,aku bingung harus bagaimana sekarang ma,"


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2