
Hendra keluar dari rumahnya dengan perasaan kesal,dia sangat kesal dengan ancaman istrinya.Ya untuk saat ini memang dia tidak bisa berkata-kata karena memang benar istrinya punya kekuasaan di perusahannya.Bahkan perusahannya bisa berkembang seperti sekarang ini itu semua karna jasa istrinya yang rela menjual harga dirinya kepada Kevin Sanjaya.
"Tunggulah sebentar lagi aku akan menyingkirkan mu wanita tua,siapa yang mau menjadikan mu sebagai istri anakmu saja kamu buang demi aku." Ujar Hendra sambil meninggalkan rumahnya.Dia pergi menuju rumah selingkuhannya yang berdekatan dengan kantornya.
"Bagaimana mas,kapan kamu akan menikahi aku,apa kamu sudah menyingkirkan si Calista biadap itu."Tanya lili selingkuhan Hendra.Mereka sudah sepakat menyingkirkan Calista karena wanita itu sudah tidak ada gunanya,karena perusahan milik Hendra sudah bangkit kembali.
"Belum,sayang aku masih menunggu waktu yang tepat,kamu tau kan anak yang dia buang,dicintai seorang konglomerat takutnya suatu saat mereka curiga kepadaku kalau dia kita singkirkan.Lebih baik kita menunggu waktu yang tepat jika kamu,menginginkan kita menikah secepatnya mari kita menikah siri." Jawab Hendra.Lili mencibir tidak setuju,
"Malas ah,siapa juga yang mau menikah sirih denganmu aku ingin kita menikah resmi,di hotel mewah dan mengundang orang- orang kaya." Ucap lili.
"Kalau begitu kamu harus sabar sayang ku." Ucap Hendra lalu mencubit hidung Bangir milik kekasihnya.
*****
Dewa keluar dari perusahannya dengan wajah yang tidak bisa ditebak,bagaimana bisa seorang pria dalam sehari bisa berubah.Dalam sekejap tiga menejer diturunkan jabatannya dan dua orang dipecat olehnya.Mengetahui kabar mengerikan itu semua kariawan di perusahaannya sangat takut kepadanya bahkan tidak ada yang mau lagi berpapasan dengannya.Pada saat dua orang kariawan akan berpapasan dengannya saat dia baru saja keluar dari lift kedua kariawan memilih menghindar dari pada bertemu dengan mereka.
"Andi apa yang terjadi dengan mereka,kenapa mereka menghindar saat akan bertemu dengan mereka?" Tanya dewa,dia bersama asistennya keluar dari gedung perusahan.
__ADS_1
"Saya tidak tau tuan,mungkin saja mereka sudah mendengar kejadian tadi pagi saat tuan memecat beberapa menejer dan menurunkan jabatan mereka." Jawab Andi.
""Aku tidak akan melakukan itu jika mereka bisa bekerja dengan baik,sepertinya aku harus bertindak lebih tegas untuk memperbaiki beberapa cabang yang mulai terancam bangkrut." Ucap dewa.Andi yang mendengar ucapan tuannya hannya bisa terdiam.Sementara untuk hari ini dia akan berkunjung ke beberapa cabang perusahaan tuannya.Dewa mempercayakan dia untuk mengunjungi ke beberapa daerah cabang perusahaan.
"Kamu harus berangkat sekarang juga,jangan lupa memberiku kabar jika ada hal yang mendadak,segera buang orang-orang yang hannya merugikan perusahan." Ucap dewa,lalu dia masuk kedalam mobilnya dan Andi langsung mengangguk dia berangkat bersama supir perusahaan.
"Harusnya aku yang berangkat,tapi pikiranku sekarang lagi tidak tenang,Hanna membuatku pusing,bagaimana bisa dia pergi bersama pria Bajingan itu tadi." Ucap dewa,dia langsung menyetir mobilnya lalu pergi menuju toko bunga tempat Hanna bekerja.
*****
Kevin duduk di kursi,dia terus memandangi Hanna yang tidak ada malunya menawarkan bunga-bunga segar kepada setiap orang yang lewat dari depan toko,sesekali Kevin tersenyum melihat Hanna yang begitu agresif.
"Mas...Bunganya mas,"
"Berapa,harga setangkai mawar ini,sepertinya kamu sangat cantik bisa tidak aku memboking mu nanti malam? "Tanya seorang pria,Kevin langung bergegas berdiri lalu berjalan ke arah Hanna.
"Sayang...." Mendengar suara Kevin pria itu bergegas pergi meninggalkan Hanna,dia tidak tau kalau Kevin memantau Hanna dari dalam toko.
__ADS_1
"Hanna,bisakah kamu meninggalkan pekerjaanmu ini,aku tidak suka banyak pria yang menggoda mu seperti tadi,aku akan membiayai hidupmu dan juga adikmu." Ucap Kevin.Mebdengar ucapan Kevin seketika Hanna membalikan badannya lalu menoleh ke arah Kevin senang tatapan yang sangat tajam.
"Kenapa tatapan mu setajam itu kepadaku,apa salahku aku mengatakan yang benar,aku tidak ingin para pria brengsek itu mengganggumu,aku mencintaimu hanna,mari kita menikah Hanna,aku akan membuktikan kepadamu kalau aku mencintaimu dengan menikahi mu." Ucap Kevin.Hanna meletakkan semua bunga yang ada di tangannya lalu kembali ke toko,rasanya dia sangat kesal mendengar semua ucapan yang di lontarkan oleh Kevin kepadanya.
"Tuan,janganlah bicara omong kosong kepadaku,jangan mentang-mentang aku masih muda tuan mau memanfaatkan ku,jika kamu memang mencintaiku tuan,dari dulu kamu sudah menceraikan istrimu,tapi kenapa sampai saat ini kamu belum bercerai,tuan aku sangat tidak menyukai pria banyak bicara ya,tuan tau siapa yang mencoba membunuhku,dan membuang tubuhku ke lautan disana itu ibu dan istrimu,dan mereka berdua juga sudah menitipkan adikku di sebuah panti asuhan,dan saat itu adikku hampir di jual,jadi pergi lah aku sudah tidak menyukaimu lagi." Ucap Hanna,setelah itu Hanna mengambil tasnya lalu ingin pergi.
"Tunggu Hanna,maksud kamu apa,ibuku dan Bella yang sudah menyakitimu,maafkan aku Hanna,aku tidak tau jika kamu sudah mengalami banyak kesulitan karna ku," Ujar Kevin,dia menarik tangan Hanna dan ingin memeluknya.Pada saat itu dewa langsung datang dan menarik Hanna dari tangan Kevin.
"Lepaskan dia,kamu pria tidak mau malu sama sekali ya,sampai hari ini kamu belum menyelesaikan masalahmu tapi kamu ingin menikahi Hanna,lagian kamu harus punya malu,kamu dan Hanna sangat tidak cocok,apa kamu tidak pernah bercermin umurmu sudah setua apa tapi kamu masih saja mencintai gadis belia." Ucap dewa,lalu menghentakkan tangan Kevin yang masih memegang pergelangan tangan Hanna.
Setelah selesai dewa mengucapkan kata-katanya dewa membawa Hanna masuk kedalam toko,dia membantu Hanna untuk duduk di atas kursi.
"Kamu terlalu membuatku malu,aku nga papa mas,aku kesal sedikit saja kepadanya,tapi mas sudah membuatku seperti orang kesakitan." ucap Hanna,dia tersenyum kecut untuk kejadian hari ini.
Kevin meninggalkan toko bunga dengan perasaan tidak menentu,bagaimana bisa ibunya membatu Bella untuk melakukan tindakan kejahatan kepada Hanna,dia tidak terima saat Bella melakukan hal kejam demikian kepada Hanna,bahkan dia kehilangan Hanna untuk beberapa bulan yang membuatnya hampir depresi.
"Bella.....Bella...keluar kamu,dimana kamu Bella?" Kevin masuk kedalam rumahnya lalu menjerit memanggil Bella,rasanya dia sudah sangat tidak sabar untuk menghajar wanita itu.
__ADS_1
*** bersambung****