
Dewa bersiap-siap berangkat ke restoran dia bersama asistennya akan mengadakan meeting bersama klien penting hari ini,papanya merekomendasikan calon Klien baru kepadanya,dia tidak tau dari mana ayahnya bisa bertemu dengan calon kliennya sementara dia sudah lama pensiun dari perusahannya.
"Apakah mereka sudah berada disana,aku tidak mau menunggu karna aku masih banyak pekerjaan."Ucap dewa kepada asistennya yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Sudah tuan,kebetulan mereka sudah menunggu disana."Jawab pria itu.
"Baguslah kalau begitu,karna aku tidak suka menunggu."Jawab dewa,saat itu mereka berhenti di lampu merah,dewa melihat banyak anak-anak jalanan yang mengemis di sana,dewa teringat dengan Hanna yang sedang mencari kedua adiknya.
Semoga Hanna segera menemukan adiknya,aku tidak tega melihatnya setiap hari terlihat murung,Hanna gadis yang baik tapi dia kurang beruntung,hingga dia di manfaatkan pria hingga istrinya tidak terima seperti itu."batin dewa.Saat seorang pengemis datang mendekati mobilnya dia membuka kaca mobilnya lalu memberikan dua lembar ratusan kepada anak itu.Entah kenapa tiba-tiba dewa merasa kasihan dengan anak-anak jalanan padahal biasanya dia orang yang paling tidak suka melihat pengemis,bukan karna dia tidak mau berbagi tapi takut anak-anak itu hannya di manfaatkan segelintir orang.
"Terima kasih om,semoga om dapat rejeki."Ucap anak itu lalu segera berlari dengan gembira meninggalkan mobil dewa.
Akhirnya mobilnya jalan saat lampu berubah hijau,dewa masih kepikiran dengan Hanna yang dia tinggalkan apertemenya dari kemarin Hanna terlihat murung dan sedih mungkin dia sangat merindukan adiknya.
"Teryata di dunia ini masih ada seorang ibu yang tega meninggalkan anak-anaknya demi pria lain,dan untungnya Hanna seorang gadis yang sangat hebat yang rela berkorban demi kedua adiknya."Batin dewa,memikirkan itu rasa iba di hati dewa semakin dalam kepada Hanna seorang gadis muda yang sudah menemaninya hampir sebulan ini.
Dewa keluar dari mobilnya bersama asistennya,mereka menemui Kevin yang sudah terlihat dari kejauhan.
__ADS_1
"Selamat siang tuan Kevin Sanjaya," Ucap asistennya dengan ramah,Kevin langsung menoleh ke arah suara itu,lalu mempersilahkan mereka untuk duduk di meja.
Mereka sebagai pemilik perusahan terlihat sangat sibuk untuk membahas kerja sama mereka serta keuntungan masing-masing perusahaan,setelah sekian lama membahasnya akhirnya mereka saling menandatangi kontrak yang sudah di sediakan sebelumnya.
"Sebelumya kita belum berkenalan kenalkan namaku Kevin Sanjaya." Ucap Kevin sambil menyodorkan tangannya untuk saling berjabat tangan.
"Namaku Dewa Wijaya,Panggil saja dewa tidak usah terlalu formal kita santai saja,apakah anda sudah menikah maaf kalau terlalu lancang menanyakan hal ini,tapi karna kita akan semakin sering bertemu kita harus saling mengetahui informasi pribadi,bukan kah begitu tuan Kevin?" Tanya Dewa,dia merasa pria yang di hadapannya terlalu banyak beban hidup padahal sebelumnya dia sudah mencari tahu tentang perusahaanya dan tidak ada masalah dan perusahaannya sekarang lagi naik daun.
Kevin tersenyum kecil mendengar pertanyaan orang yang baru saja dia kenal,tidak ada yang salah dengan pertanyaannya itu hal yang wajar saat dia sedang mengadakan meeting dengan klien baru.Yang salah adalah dia tidak tau menjelaskan statusnya saat ini,
"Mungkin lain kali aku bisa menjelaskan kepada anda,tapi yang jelas saat ini pernikahanku sedang tidak baik-baik saja,bisa di katakan pernikahan ku gagal."Jawab Kevin datar.
"Apa mungkin itu papa,tidak mungkin dia bukan pria seperti itu,aku kenal betul dengan papa."Batin Kevin dia terlihat gelisah di tempat duduknya hingga dewa menyadarinya.Tidak ingin melihat pria itu gelisah akhirnya dewa fan asistennya pamit pulang terlebih dahulu.
"Baiklah tuan Kevin,kami kembali kekantor lebih dulu karna kami masih banyak pekerjaan terima kasih untuk waktunya,lain kali sepertinya kita perlu minum bareng."Ucap dewa,setelah itu mereka keluar dan meninggalkan Kevin dan asistennya di restoran.
Kevin masih penasaran dengan pria barusan,dia sangat tidak yakin jika itu papanya,tapi perasaanya jadi tidak nyaman sama sekali.Akhirnya dia memutuskan untuk kembali kekantor nya,dia tidak mau mencurigai orang yang belum pasti apalagi dia sangat mengenali ayahnya.
__ADS_1
****
Hanna keluar dari kamar mandi setelah dia memuntahkan semua makanan yang sudah dia makan barusan,sudah dari semalam dia merasa kurang enak badan,mungkin dia masuk angin karna setiap malam dia begadang memikirkan nasib kedua adiknya yang belum dia temukan.
Saat sedang rebahan di atas ranjang tiba-tiba pintu berbunyi menandakan seseorang sedang berkunjung kesana,Hanna berjalan terseok-seok karna dia semakin merasa tubuhnya semakin lemah.
Hanna langsung membuka pintu,dan saat itu dia melihat Raka temannya dewa sedang berdiri seorang diri di depan pintu.
"M_maaf tuan,pemilik rumah sedang tidak ada."Ucap Hanna dengan sedikit gemetaran karna dia takut dengan tatapan pria itu,pria itu menatapnya seakan-akan ingin menelannya.
"Aku memang tidak ingin menemuinya aku ingin menemui mu karna aku sangat penasaran dengan mu,dari awal bertemu aku sudah penasaran dengan mu."Ucap Raka,dia langsung masuk menerobos hingga Hanna hampir terjatuh.Hanna sedikit curiga dengan pria itu,saat Raka masuk kedalam Hanna langsung berinisiatif untuk keluar tapi belum sempat dia berlari Raka sudah menarik tangannya lalu menutup pintu dan menjatuhkan tubun Hanna ke atas sopa.
"A_apa maksud anda tuan,tolong jangan lakukan ini."Ucap Hanna tubuhnya langsung gemetaran melihat wajah Raka yang sangat menyeramkan.
Raka menatap tubun Hanna dari atas sampai kebawah lalu dia menelan saliva nya,kebetulan saat itu Hanna memakai kaos yang sedikit tipis karna dia tau dewa sedang tidak berada di apertemen.
"Hebat juga dewa,memelihara mu di apertemenya ini,pasti setiap malam dia menyentuh tubuhmu ini kan,terus kamu sangat menikmatinya,kamu memang wanita murahan."Ucap Raka lalu mengelus paha mulus Hanna.Dengan kasar Hanna menepis tangan Raka,dia sangat ketakutan lalu dia berdiri dan berusaha berlari mendekati pintu.Tapi sayang saat itu dengan sigap Raka mengejarnya lalu menggendongnya dan membawa kembali keatas sopa.
__ADS_1
"Dari awal aku sangat menyukaimu,aku mengira setelah dari pulau itu dewa akan membuang mu ternyata dugaan ku salah dia malah memeliharamu di apertemen ini,aku yakin goyangan mu sangat menggodanya hingga dia terus menahan mu disini." Ucap Raka,berulang-ulang dia menyentuh bibir Hanna dengan tangannya.
*** bersambung****