
Dewa membawa Hanna memasuki apertemenya yang begitu mewah.Hanna sungguh mengangumi semua perabotan mewah yang ada di dalam apertemen,ruangan itu hannya terdiri dari dua kamar dan satu dapur serta ruang tamu,walaupun tidak terlalu luas seperti rumah mewah pada umumnya tapi apertemen ini cukup membuat Hanna terkagum-kagum.
"Ayo masuk,kenapa bingung disitu,nanti setelah kamu sadar dan mengingat semua keluargamu aku akan mengantarmu menemui mereka."Ucap dewa,Hanna hannya mengangguk setuju,walaupun dia memaksakan harus sekarang mencari kedua adiknya sama saja nol karna dia lupa semua kenangan masa lalunya.
*****
Lisa dan adiknya mencuci tumpukan piring yang ada di kamar mandi,setelah Bella dan mertuanya menitipkan mereka di panti asuhan hidup yang dialami Lisa dan adiknya benar-benar naas,setiap hari mereka dipaksa bekerja,mereka sudah tidak sekolah lagi,Lisa dan adiknya hannya bisa menagis dengan apa yang mereka alami.
"Lisa....Cepat....selesaikan semua piring-piring itu,kenapa kamu lamban sekali."Bentak mama rani,kepala panti yang memperlakukan anak-anak panti secara tidak manusiawi.Semua anak-anak disana di paksa mengamen setiap saat dan apa bila mereka tidak mendapat setiap target yang mereka inginkan maka mereka akan di hajar habis-habisan.
"Iya Bu."Jawab Lisa pelan,dibantu oleh adiknya mereka menyelesaikan semua piring-piring kotor itu."
"Kak,apa menurutmu Kakak Hanna masih hidup,kenapa orang itu tega memisahkan kita kak,aku sangat merindukan kakak Hanna kak,hu..hu..hu.."Puspa menangis.Tampa sadar Lisa meneteskan air mata,dia juga sangat merasa menderita semenjak tinggal di panti ini,mereka hannya bisa makan sekali satu hari,bahkan itu pun dijatah.
"Sudah dek pelan kan suaramu nanti kalau Bu Rani mendengar tangisan mu kita bisa di siksa lagi kayak kemarin-kemarin.Semoga kita bisa lari dari sini dan kita bisa mencari Kaka semoga dia masih hidup."Lisa berusaha menenangkan adiknya,dia sangat tau betul siapa yang melakukan kejahatan kepada mereka,karna dia mendengar semua omongan yang di ucapkan Bella kepada kakaknya.
"Ya Tuhan ampunilah dosa-dosa Kakaku,yang sudah merebut suami orang lain,dia terpaksa melakukan ini demi kami ampuni dia ya Allah."Batin Lisa,dia menyelesaikan semua piring yang menumpuk di kamar mandi.
__ADS_1
*****
Matahari mulai tenggelam di ufuk barat,siang berganti menjadi malam,saat itu dewa bersiap-siap ingin membawa Hanna ke rumah sakit,dia mengurungkan niatnya membawa Hanan tadi sore karna macet yang sangat parah.
"Ayo kamu siap kita berangkat sekarang,kalau menunggu besok aku sudah tidak ada waktu karna aku akan kembali sibuk."Ucap dewa.Dia melihat penampilan kusut Hanna,
"Sepertinya aku harus membawa dia membeli beberapa pakaian,bajunya dari beberapa hari kemarin belum ganti."batin dewa saat melihat Hanna keluar dari kamar dengan penampilan yang sangat memprihatinkan.
Mereka keluar dari apertemen,Hanna mengikuti langkah dewa,dia merasa minder jalan berdampingan dengan pria tampan itu,apalagi saat beberapa orang melihat mereka Hanna semakin memperlambat jalannya.
"Kenapa kamu semakin kebelakang saja abaikan orang yang menatapmu,"Ucap Dewa,Hanna menaiki mobil lalu mereka pergi menuju rumah sakit.Hanna selalu berharap dia segera mengingat semua memorinya agar dia bisa mencari keberadaan kedua adiknya,dia tidak tau apa yang terjadi hingga dia bisa sampai di pulau dan lupa semua memorinya.
Dokter memeriksa Hanna dengan intensif,dia menggelengkan kepala seakan sesuatu yang parah terjadi kepada Hanna.
"Bagaimana dokter,dengan pasiennya kenapa dia bisa lupa dengan beberapa memorinya?" Tanya Dewa tidak sabar,dia sangat berharap Hanna tidak mengalami sesuatu yang parah,dia tidak mungkin tinggal bersama dengan Hanna dalam waktu yang lama tapi mengusirnya pun rasanya dia sangat tidak tega,apalagi ini kota Jakarta.
"Maaf tuan,sebelumnya mungkin kepala pasien mengalami benturan keras hingga dia bisa meluapkan semua memorinya,dan aku juga merasa heran kenapa dia bisa mengingat jika dia punya adik sementara semua memorinya dia lupa,menurut pemeriksaan pasien mengalami amnesia yang sangat parah dan kemungkian butuh waktu yang lama untuk menyembuhkan dia."Ucap dokter.Seketika Hanna merasa tubuhnya lemas,entah kenapa dia begitu pilu membayangkan kedua adiknya.
__ADS_1
"Terima kasih dokter,kami permisi."Setelah melakukan serangkaian tes dan mendapat obat,Dewa melakukan pembayaran setelah itu mereka meninggalkan rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Hanna terus menagis,dewa melihat Hanna dengan ekor matanya,dia sangat yakin jika Hanna benar-benar terluka,bisa dilihat dari wajahnya yang miring dan sesekali air matanya menetes.
"Aku cukup prihatin denganmu,semoga dengan pengobatan rutin kamu bisa mengingat kembali semua memorinya,dan kamu bisa menemukan keluargamu."Ucap dewa dia juga merasa kasihan dengan Hanna.
Dewa membawa mobil dengan santai,sepanjang perjalanan mereka hannya diam dalam pikiran masing-masing,Dewa ingin sekali membuka pembicaraan tapi dia enggan untuk memulainya.
"Tuan...!!!
"Hmm?"
"Tuan besok aku akan keluar dari rumah tuan,tidak mungkin aku menjadi benalu dirumah tuan dan juga bagaiman bisa aku menyusahkan tuan nantinya."Ucap Hanna dengan suara yang hampir tidak terdengar.Dewa menarik napas berat,sebenarnya dia juga merasa tidak nyaman tinggal bersama orang yang baru saja dia kenal tapi dia tidak tega membiarkan Hanna keluar dari apertemenya dengan keadaan seperti itu.
"Hanna....Aku juga tidak tau harus ngomong apa sama kamu,seandainya kamu punya tujuan mungkin aku akan melepaskan mu,tapi untuk saat ini kamu sama sekali tidak punya tujuan,kamu tau ini kota jakarta,bagaimana jika nanti ada orang jahat yang menggangu mu,begini saja jika kamu merasa enggan tinggal dengan gratis di apertemenku,kamu bisa bekerja bersih-bersih,semoga dengan begitu kamu secepatnya mengingat semuanya dan kamu bisa kembali kepada keluargamu."Ucap Dewa,hannya itu yang bisa dia lakukan saat ini, untuk membatu Hanna.
Hanna mengangguk setuju dengan ucapan Dewa apalagi sampai saat ini dia melihat Dewa adalah pria baik-baik.Sebelum mereka pulang Dewa membawa Hanna kesebuah mall disana dia membeli baju Hanna yang sangat banyak dan juga beberapa sandal dan pakaian dalam.Hanna sangat malu saat Dewa menemaninya ke tempat penjualan khusus pakaian dalam wanita,rasanya kepalanya begitu besar walaupun sebenarnya dewa menjauhinya saat dia memilih-milih yang pas untuknya.
__ADS_1
"Itu pacar kamu ya,baik banget tampan lagi."Ucap pelayan itu.Hanna mengabaikan ucapan pelayan itu dan melanjut kan pemilihannya.
**** bersambung****