Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 107 ~ Kembali seperti remaja ~


__ADS_3

Dewa menyetir mobilnya menuju sekolah Lisa,dia menepikan mobilnya jauh dari sekolah Lisa,dia tidak ingin ada teman-teman nya yang beranggapan buruk tentang Lisa,apalagi perbedaan umur mereka cukup jauh.


Dari kejauhan dewa sudah melihat Lisa berjalan sendirian,ingin sekali dia menjemput Lisa tapi dia merasa minder dan takut Lisa malu kepada teman-temannya.Pada saat Lisa akan menyeberangi jalanan tiba-tiba dewa melihat lagi-lagi seorang pria menganggunya,


"Dasar bocah tengil untuk apa dia selalu menganggu Lisa,apa dia begitu mencintai Lisa,dasar bocah sialan," Karena tidak tahan lagi dewa memilih keluar dari dalam mobilnya,tidak lupa memakai kaca mata hitamnya menambah ketampanannya.


"Lisa..." Dewa langsung menarik tangan Lisa dan membawanya masuk kedalam mobilnya.Lisa sangat kaget karena dia tidak sama sekali kalau pria itu sudah menunggunya.


Toni cukup kaget melihat kehadiran dewa,dia sangat penasaran dengan dewa,dia tidak yakin jika Lisa punya pacar tua seperti itu.


"Siapa pria itu,kenapa dia bisa bersama Lisa,sepertinya aku harus mencari tau,aku tidak mau Lisa salah melangkah,biasanya pria sukses seperti itu mencari wanita yang masih polos,yang ingin di jadikan teman ranjangnya." Ucap Toni lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan kesal karena lagi-lagi dia gagal membawa Lisa pulang bersamanya.Toni sudah lama jatuh cinta kepada Lisa sejak Lisa pindah ke sekolah mereka,dia suka kepada Lisa karena dia pintar dan juga sederhana dan tidak banyak tingkah.


Sementara itu Lisa marah kepada dewa karena dia sudah berani menarik tangannya di hadapan teman-temannya.


"Om,besok aku pasti sudah di bully teman-temanku,kenapa sih om harus datang ke sekolahku,om tidak tau mulut-mulut siswa disana seperti mulut orang gila,aku tidak akan memaafkan om kalau aku di bully besok" Ucap Lisa.Sementara itu dewa hannya mengintip wajah Lisa dengan ekor matanya entah kenapa dia begitu gemas melihat wajah Lisa yang marah kepadanya,ingin sekali rasanya dia mengigit bibirnya yang marah itu.


"Sudah marahnya,itu tidak akan di bully percaya kepadaku,kalau ada yang berani membully mu aku akan mengeluarkan mereka semua dari sekolah itu,kalau perlu membeli sekolah itu untukmu." ucap Dewa penuh percaya diri.Lisa membelalakkan mata mendengar ucapan dewa,hatinya semakin kesal melihat pria sombong di depannya.


"Kita kemana hari ini,apa ujian mu sudah selesai?" Tanya Dewa,dia dua hari lagi akan berangkat ke Paris untuk melakukan perjalan bisnis ingin sekali dia mengajak Lisa kesana tapi dia tidak yakin Lisa mau karena dia sekolah dan dia juga sepertinya sangat menuruti kakaknya.

__ADS_1


"Sudah om,hari ini terakhir aku ujian,seminggu ini kami libur." Ucap Lisa.Seketika dewa merasa senang mendengar ucapan Lisa rasanya semangatnya tiba-tiba saja melonjak.


"Libur! Kamu libur sekolah satu Minggu?


"Iya libur om,aku tidak tau kemana satu Minggu ini pasti aku dirumah saja menjaga adikku Puspa." Jawab Lisa pendek.


"Kamu mau ikut denganku ke Paris? Lusa aku akan melakukan perjalanan bisnis ke Paris? Kalau kamu mau aku akan mengurus semua berkas mu,supaya kamu bisa ikut." Ucap dewa.Lisa tercengang mendengar tawaran dewa,dia langsung membayangkan menara eiffel yang menjulang tinggi.


"Aku sangat ingin ikut om,aku belum pernah naik pesawat,dan juga pergi jalan-jalan,tapi aku takut om memerkosa ku dan meninggalkan aku di sana ." Jawab Lisa polos.


"Hah kamu bisa saja pikirannya,aku tidak se binatang itu,aku tinggal serumah bersama kakakmu hampir sebulan aku tidak pernah niat untuk menyentuhnya,aku ini pria berpendidikan tidak akan melakukan hal kotor seperti itu." Ucap dewa,dia sedikit tersinggung dengan ucapan Lisa tapi dia bisa maklum karena Lisa masih sangat muda.


Entah kenapa kalau sudah bertemu dengan Lisa perasaan dewa sudah bahagia,dia tidak tau kenapa perasaan itu tiba-tiba saja ada di hatinya,padahal sebelumnya dia tidak pernah melirik Lisa sekalipun.


Dewa memesan kopi lewat aplikasi,dia menghentikan mobilnya di pinggiran jalan.Lisa terlihat membuka aplikasi YouTube,dia terlihat asik menonton dan sesekali bibirnya tersenyum melihat ponselnya.


"Apa yang kamu tonton itu sangat seru?" Tanya dewa penasaran dia mendekatkan tubuhnya ke arah Lisa hingga tiba-tiba saja Lisa kaget dan ponselnya jatuh dari tangannya.


"Apa yang kamu lakukan menjauh dariku," ucap Lisa lalu membuang wajahnya ke samping karena dia sudah sangat malu dan salah tingkah di hadapan dewa,wajahnya yang putih berubah menjadi warna pink,yang membuat dewa semakin gemas kepadanya.

__ADS_1


"Kamu malu ya,kamu membuatku semakin gemas tau." Ucap dewa.Tidak lama kemudian kopi pesanan dewa akhirnya datang dia membayar tip kepada kurir nya karena sudah mengirim minumannya tepat waktu.


****


Sementara itu Bella terus uring-uringan di rumahnya,sudah dua hari ini dia tidak berangkat bekerja karena dia begitu takut jika Kevin pulang dan mencari tau semua penyebab penyakit ibunya.


Hamdan juga demikian dia tidak merasa lelah menghubungi ponsel Kevin,tetapi lagi-lagi dia kecewa karena ponselnya selalu di luar jangkauan.


"Mas,bagaimana kalau istrimu meninggal apa kamu akan menikahi aku?" Tanya Bella kepada Hamdan.Hamdan menoleh kesal kepadanya bagaimana bisa di saat istrinya sedang sekarat dia malah memikirkan sesuatu yang menjengkelkan.


"Kamu kurang waras ya,bagaimana bisa kamu memikirkan Samapi kesana di saat istriku sedang sakit,kalau aku tau kemana Kevin membawanya aku sudah menyusulnya,selama ini aku percaya kepadamu kupikir kamu akan mengurus istriku dengan baik." Ucap Hamdan.


Bella sangat kesal mendengar ucapan selingkuhannya,lalu dia mengambil gelas yang ada diatas meja lalu membantingnya hingga pecah berantakan.


"Brangggngh.....Papa,jangan katakan kalau kamu tidak serius mencintai aku,selama ini aku sudah berjuang untuk cinta kita apa sampai disini saja perjuangan kita?" Bella sangat emosi,dan hamdan sangat kaget melihat kemarahan Bella hingga berani membanting gelas di depannya.


"Dasar orang gila siapa juga yang mau menikah denganmu apa kata anakku nanti jika aku menikah denganmu?" Ucap Hamdan lalu pergi meninggalkan Bella di dalam kamar.


"Apa kamu masih bisa mengelak saat kamu mengetahui jika aku sedang hamil anakmu?" Tanya Bella,Hamdan yang hampir sampai di depan pintu menghentikan langkahnya lalu menatap sinis kepada Bella.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2