
Mendengar suara ribut-ribut di luar rumah Lisa dan adiknya bergegas masuk kedalam lalu mencari kesibukan masing-masing,karna jika pemilik panti tau mereka sedang santai maka tidak wanita itu tidak segan-segan menyiksa mereka bahkan tidak memberikan mereka makan.
Wanita itu memang sangat kejam,padahal dia setiap bulan mendapat kiriman dari Bella untuk biaya mereka dan juga untuk menjaga mereka tidak kabur dari tempat itu,makanya pemilik panti itu selalu mengunci pintu dengan rapat agar Lisa dan adiknya tidak kabut,karna mereka sudah pernah mencoba untuk kabur tapi sayang wanita itu memergoki mereka.
"Apa kalian sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan,terus kalian sudah masak?" Tanya pemilik panti sambil mengecek semua kerjaanya mereka,Lisa sama sekali tidak mau menjawab dia sangat membenci wanita itu melebihi apa pun.
"Apa mulut mu itu tidak bisa menjawab?Dasar bocah tengil ditanya malah diam."Pemilik panti membentak Lisa sambil memelototinya dengan tatapan yang sangat menakutkan.Puspa yang ketakutan hannya bisa meringkuk di balik lemari,dia memang sangat trauma kepada wanita itu semenjak dia ditendang dengan kasar beberapa hari kemarin.
"Dasar bocah sialan,pengen sekali rasanya membuang mu dari panti ini,tapi karna wanita itu masih membayar bulanan untukku dengan terpaksa aku harus menjagamu disini."Sungut wanita itu sambil berlalu dari dapur dan menemui anak-anak lain yang sedang menonton di depan.Lisa yang mendengar sungutan wanita itu hannya mengepalkan tangannya,rasa benci di hatinya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata apalagi saat melihat adiknya yang begitu trauma semenjak dia menganiayanya.
"Bangun dek jangan sembunyi di sana,dia sudah pergi sabar ya,suatu saat kita harus keluar dari tempat terkutuk ini."Ucap Lisa sambil memeluk adiknya yang masih ketakutan.
*****
Sementara itu di lain tempat ibunya Calista sedang terlibat keributan dengan suaminya,Hendra suami keduanya tidak mau menjual perusahannya sementara hidup mereka sekarang sudah sangat memprihatinkan.
"Makanya kamu cari anakmu itu,agar dia membujuk Kevin agar mau membantu kita,jangan tau ya marah-marah saja,kesal aku lama-lama melihatmu."Ucap hendra,kepalanya sudah sangat pusing melihat Calista yang setiap hari marah-marah.
__ADS_1
"Mas,bukan kah kita sudah menemui pria itu,dia sama sekali tidak mau,bahkan dia mengancam kita,jadi aku harus bagaimana,harusnya kamu jual saja perusahan itu agar bisa menutupi utang dan sisanya bisa kita untuk buka usaha."Ucap Calista tidak kalah emosinya.
"Jual...Enak saja jual,kamu jual tuh anak gadismu sama pria hidung belang,sekali-kali bantu suami jangan cuma mau enaknya saja,udah ahh aku kesal sama kamu."Ucap hendra lalu keluar dari rumah meninggalkan Calista sendirian.
"Mas....mau kemana? Calista berusaha menahan tangan suaminya tapi dengan kasar pria itu menepis tangannya.
"Aku tidak akan pulang jika kamu tidak bisa membujuk Kevin untuk membantu perusahaan kita." Ucap Hendra setelah itu dia masuk kedalam mobilnya dan segera pergi,Calista memaki dalam hati,dia sangat kesal melihat suaminya yang tidak mau mengerti dia sama sekali.Calista berjalan memasuki rumahnya,dia sangat bingung bagaimana menyelesaikan masalah perusahan suaminya,padahal dia tidak punya uang sama sekali untuk saat ini.
Calista berjalan menuju sopa lalu menjatuhkan tubuhnya keatas sopa yang begitu empuk,dia memandangi seluruh ruangan rumahnya,rasanya dia sangat tidak rela jika dia akan kehilangan rumah mewah dan juga mobil mewah yang biasa dia pakai kemana pun dia pergi,harus dia akui Hendra memang pria yang sangat memanjakannya selama ini,makanya dia tidak pernah menyesali kehilangan ketiga anaknya karna dia mendapat pria yang sangat mencintainya.
"Dimana sekarang Hanna berada,sepertinya cuma dia harapanku satu-satunya,seandainya aku tau dia di mana aku sudah membawanya kesini agar aku bisa mendapat modal dengan mudah dari Kevin si pengusaha kaya itu."Batin Calista.Tidak peduli sekeras apa dia berusaha tapi dia belum juga mendapat ide yang cemerlang untuk bisa bertemu Kevin.
*****
"Kenapa sih mas harus berteman sama orang kayak begituan,masak begitu beraninya mereka berbuat zinah di apertemen itu,aku ngeri mas mendengar suaranya pas waktu mereka di kamar sebelah,apa wanita itu sangat ketakutan sampai dia menjerit gitu."Ucap Hanna polos.Dewa hannya tersenyum kecil mendengar ucapan Hanna,
"Itu sudah biasa di jaman sekarang Hanna,apa kamu tidak menyukai mereka."Tanya dewa,
__ADS_1
"Enggak,aku tidak suka sama orang yang suka memanfaatkan kebaikan orang lain,sepertinya mereka bukan sahabat yang baik untukmu."Ucap Hanna sok tau.Lagi-lagi dewa hannya menanggapi ucapannya dengan senyuman.
"Selalu saja tersenyum,bisa diabetes aku melihat senyum mu tuan."Batin Hanna.
"Sebenarnya mereka orang baik,kedua pria itu juga sudah mapan,kami sudah berteman sejak di bangku SMP,dan teman wanitanya hannya untuk mainan saja,karan mereka akan mencari wanita baik-baik saat akan menikah nanti."Jawab dewa.Hanna sangat kaget mendengar ucapan dewa,dia merasa heran kenapa ada wanita yang mau tidur dengan pria yang bukan suaminya.
"Aneh ya tuan,jadi nanti kalau si pria sudah bosan dengan wanita itu,si pria bisa memutuskan hubungan dengan mudah,aneh kok bisa seperti itu,sama saja wanita itu bodoh."Ujar Hanna,mendengar ocehan Hanna yang semakin melebar jauh Kevin bergerak meninggalkan Hanna menuju kamarnya.
"Maafkan aku tuan jangan marah,aku tidak bermaksud menyinggung perasaan mu."Hanna setengah berteriak,mengucapkan kata-katanya dia takut pria yang sudah baik menolongnya selama ini akan marah karna ucapannya barusan.
"Sudahlah aku mau istrahat rasanya tubuhku sangat lelah."Jawab dewa lalu menutup pintu kamarnya dan bergegas menaiki ranjang dan tidur.
Hanna membersihkan seluruh ruangan,dia sangat lelah memunguti semua kulit kacang yang berserakan di lantai,dia begitu kesal kepada dua wanita itu yang meninggalkan apertemen tuannya tanpa membersihkan ruangan itu terlebih dahulu.
"Wanita macam apa seperti itu,meninggalkan kotorannya di rumah orang apa dia pikir aku ini babu disini,dasar sialan."Sungut Hanna sambil mengumpulkan botol bekas sambil memasukkan kedalam karung dan mengangkatnya ke dapur.
Setelah semua terlihat sudah bersih dan rapi Hanna masuk kedalam kamar dan istrahat disana ,saat matanya hampir terlelap tiba-tiba dia mendengar bel pintu,Hanna membuka matanya dan memperjelas telinganya,karna takutnya dia hannya salah dengar.
__ADS_1
**** Bersambung****