
Lisa sangat ketakutan,saat ketiga pria itu semakin mendekati tepat sampah,tempat dimana mereka bersembunyi,
"Brak...." Pria itu menendang tempat sampah hingga mereka melihat Lisa dan Puspa sudah membungkuk disana.
"Hahaha...ternyata kalian bersembunyi disini dasar sampah,berani sekali kalian ingin pergi,apa kalian cari mati." ucap seorang pria,lalu dengan kasar dia menarik tangan Puspa yang berlengan erat kepada Lisa kakaknya.
"Lepaskan aku,....Lepaskan."Puspa berusaha memberontak sementara dia sudah meringis kesakitan karna akibat dia melompat dari ketinggian hingga membuat kakinya kesakitan.
"Kenapa dengan kakimu,apa ini sakit."Ucap pria itu lalu menendang kakinya hingga Puspa menjerit kesakitan.
"Aarrrgghhh....Kakak,tolong aku."Ucap Puspa,dia menjerit dan menangis karna dia begitu kesakitan.Lisa berusaha,melawan kedua pria itu,tapi mereka tidak melepaskannya cengkraman nya bahkan mereka terlihat melecehkan Lisa dengan menyentuh dadanya yang masih baru tumbuh kecil.Mereka bertiga menyeret Puspa dan juga Lisa untuk masuk kedalam mobil,pada saat itu dari kejauhan Hanna melihat Lisa,
" Mas tunggu," Ucap Hanna dia membuka kaca mobil dan benar saja dia melihat tiga pria sedang menyeret kedua adiknya memasuki sebuah mobil.
"Mas tunggu,itu adikku,mereka sedang menyiksa adikku."Ucap Hanna,dewa menepikan mobilnya,dengan sigap dia membuka mobilnya lalu berlari mendekati ketiga pria itu sebelum mereka membawanya pergi.
"Berhenti,jangan coba-coba menyentuh kedua anak itu atau aku akan melaporkan kalian."Ucap dewa,ketiga pria itu menoleh kebelakang dan melihat dewa sudah berdiri di belakang mereka.
"Lisa....puspa..." Hanna berlari mendekati ketiga pria itu lalu memeluk kedua adiknya dan menagis,Hanna sangat terluka melihat adiknya yang begitu menderita,
__ADS_1
"Bug...." Seorang pria itu langsung menendang Hanna hingga terlempar beberapa langkah dari mereka.
"Aarrrgghhh....Sakit...Mas tolong adikku."Dewa tercengang saat melihat Hanna ditendang pria itu,
"Dasar bajingan,berani sekali kamu menendangnya," Ucap Dewa lalu berlari dan mendekati mereka,
" bug....bug....bug..." Dewa mendaratkan beberapa pukulan kepada ketiga pria itu,hingga mereka terpental satu-satu,Hanna yang sudah kesakitan mencoba untuk bangkit lalu mendekati kedua adiknya,dan memeluk mereka dengan sangat erat.
"Lisa..Puspa ternyata kalian disini dek,hiks...hiks ..hiks..Maafkan Kaka,karna ulah Kaka kalian menderita,"Hanna menangis sesenggukan,dia benar-benar tidak tega melihat keadaan kedua adiknya.Saat itu suara sirine polisi,ketiga pria itu mencoba untuk melarikan diri tapi polisi dengan sigap langsung menangkap mereka dan langsung melumpuhkan mereka di tempat.
Sayang nya wanita pemilik panti itu berhasil melarikan diri,saat dia melihat dewa berhasil mengalahkan anak buahnya dia langsung Kabur membawa mobilnya,dia tidak ingin berurusan dengan polisi.
"Hanna kamu tidak papa,ayo kita bawa kedua adik mu ke rumah sakit sepertinya adikmu mengalami patah tulang."Ucap dewa,Hanna mencoba untuk berdiri lalu membantu Lisa adiknya masuk kedalam mobil,sementara itu dewa langsung membopong tubuh Puspa masuk kedalam mobil,dia terus meringis kesakitan,mungkin akibat mereka memaksakan diri untuk kabur dari panti.
Setelah sampai di rumah sakit Hanna membantu Lisa untuk berjalan sementara Puspa di gendong oleh dewa,mereka di bawa ke IGD lalu diperiksa dengan intensif.Setelah menjalani pemeriksaan akhirnya Puspa di sarankan untuk rawat inap karna dia mengalami patah tulang yang cukup serius.
Puspa di pindahkan keruangan perawatan,Hanna berjalan mendekati dewa yang sedang berdiri disudut ruangan,
"Tuan sebelumnya aku sangat berterima kasih kepadamu,berkat kamu aku dan kedua adikmu bisa bertemu kembali,bahkan kamu tetap membantu kami dengan membawa adikku kerumah sakit ini.
__ADS_1
"Hanna jangan seperti itu,kenapa kamu bicara seperti itu,apa kamu ingin pergi setelah kamu bertemu dengan kedua adikmu?" Tanya dewa,dia sedikit kurang nyaman mendengar ucapan Hanna.Dan saat itu Hanna tersenyum kepada dewa,
"Tidak mas,aku mengucapkan itu karna saat ini aku sangat bahagia,akhirnya aku bisa bertemu dengan kedua adikku,rasanya aku tidak bisa mengungkapkan semuanya dengan kata-kata.
"Bagaimana kalau aku melaporkan panti asuhan tempat adikmu di sembunyikan,aku bisa dengan mudah menangkap mereka semua." ucap dewa.
"Tidak mas,sekarang ini yang penting aku sudah bisa bertemu dengan adikku,setelah nanti puspa,sembuh dan bisa berjalan normal aku akan kembali memasukkan mereka berdua sekolah." Ucap Hanna.Setelah lama berbincang dia masuk kedalam ruangan tempat adiknya di rawat,saat melihat Lisa yang sudah tidur di samping Puspa,Hanna sangat tersentuh,matanya hampir berembun,dia tidak menyangka akhirnya Tuhan kembali mempertemukan mereka walaupun keadaan adiknya cukup memprihatinkan.
Hanna keluar dari ruangan lalu menemui dewa yang sedang berbincang lewat telepon,karna tidak ingin menganggu akhirnya Hanna berjalan keluar dari rumah sakit menuju super market yang tidak jauh dari rumah sakit.
Hanna belanja begitu banyak makanan ringan,dia ingin membelikan adiknya,berbagai makanan karna dia cukup prihatin melihat kedua adiknya yang sangat kurus.
"Dasar wanita biadap,aku yakin kedua adikku sangat menderita saat bersamanya,licik sekali nyonya Bella mengirim kedua adikku kedalam panti asuhan,suatu saat aku akan memperhitungkan semua perbuatannya kepada adikku,bahkan adikku sampai putus sekolah karna ulahnya."Batin Hanna,rasanya dia sangat dendam kepada Bella yang sudah mengirim kedua adiknya ke panti asuhan.
Setelah membeli begitu banyak jajanan,Hanna berjalan ke menuju kasir lalu membayar semua belanjaannya,saat itu tiba-tiba seorang wanita mendorongnya lalu dia mengantri di antrian tempat Hanna.
"Kenapa anda menerobos antrian ku,apa kamu tidak punya sopan santun?Tanya Hanna,lalu dia membalas wanita itu dengan mendorongnya keluar dari antriannya.
"Hei bodoh,berani sekali kamu mencari masalah denganku,keluar kamu dari sini,jangan memancing amarahku."Ucap wanita itu,lalu menarik Hanna kembali,hingga aksi mereka di tonton oleh orang-orang yang berada di tempat itu.
__ADS_1
"Sayang bantu aku wanita ini sudah berani mengambil antrian ku."Ucap wanita itu mengadu kepada seorang pria yang datang menghampirinya.Hanna cukup kaget karna dia sudah di fitnah,rasa kagetnya belum hilang saat wanita itu menerobos antriannya tapi anehnya malah dia yang di fitnah.Denagn kasar pria itu menarik Hanna lalu mendorongnya menjauh dari antrian itu,rasanya Hanna sangat kesal,Karna dia sudah lama mengantri.
*** bersambung***