
Lisa mengikuti ujian dengan semangat dari awal sampai akhir ujian,dia cukup puas karena seluruh yang dia pelajari semalam tidak sia-sia,bahkan sampai dewa membelikan dia cemilan dan juga makan malamnya karena dia tekat makan.
"Ini semua karena bantuan om dewa makanya aku bisa dapat semua nilai ujian ku,semoga dua hari lagi ujian aku bisa dapat nilai sempurna." Batin Lisa sambil berjalan di tengah lapangan menuju keluar dari sekolah,anak-anak sudah mulai sepi,Lisa selalu terakhir keluar karena dia tidak menyukai keributan.
Pada saat Lisa keluar dari gedung sekolah, dan sudah sampai di luar pintu gerbang tiba-tiba tiga wanita sudah menghadangnya,Lisa sudah tau siapa ketiga wanita itu,mereka adakah wanita yang selalu mengejar-ngejar Toni,dan Lisa tidak tau apa Toni menolak mereka atau bagaimana karena dia cuek urusan begituan.
"Hei....Anak baru,sepertinya kamu tidak tau kami ya,makanya kamu berani menggoda kekasihku Toni," ucap seorang wanita yang paling seksi dan juga paling cantik di antara mereka bertiga.
"Aku tidak menggoda pacarmu,itu aku tidak punya waktu untuk menggodanya,jangan sembarangan bicara." Jawab Lisa tampa rasa takut sedikit pun,sehingga ketiga wanita itu membelalakkan matanya.
"Berani sekali dia gaes,dia sepertinya belum tau kita,ya apa kamu ingin wajah cantikmu ini hancur kami buat,kamu sudah bosan hidup?" Tanya seseorang dari mereka dengan mencengkram dagu Lisa hingga memerah.Lisa sangat ketakutan,dia memang pernah mendengar gosip tentang ketiga wanita itu dia yang paling di takuti di sekolahnya.
"Berapa kali kukatakan aku tidak ada hubungan dengan pria itu,dia yang selalu menggodaku." Ucap Lisa dengan suara gemetaran,
"Plak....Kamu pikir kami percaya dengan ucapan mu,kami sudah melihat kamu sering berbicara dengannya,diluar sekolah,kamu hannya wanita murahan yang berpura-pura kalem." Lisa sangat kaget saat seseorang dari mereka melayangkan tamparan keras di wajahnya bahkan wajah putihnya langsung memerah dan sudut bibirnya berdarah.
"Aaahhh jangan Kakak aku tidak ada hubungan dengan Toni,aku tidak menyukai pria itu,bahkan aku sudah punya pacar diluar.Ampun kakak...Sakit" Mereka menjambak rambut Lisa,dia berusaha melawan tetapi kekuatannya tidak seimbang di banding ketiga lawan nya itu.
"Woi....Apa yang kalian lakukan,aku akan melaporkan kalian bertiga ke guru BP,awas saja kalian." Tiba-tiba saja Toni keluar dari sekolah lalu menghampiri mereka,sayangnya ketiga wanita itu berhasil kabur menghindari Toni ketua OSIS mereka.
Karena sangat kesal Lisa langsung bergegas pergi meninggalkan Toni lalu menaiki angkutan menuju rumahnya,orang-orang di dalam angkutan melihatnya dengan tatapan aneh mungkin karena wajahnya memerah akibat bekas tamparan ketiga wanita binal barusan.
****
__ADS_1
Lisa sampai di rumah,dia melhat adiknya yang sedang belajar wajahnya terlihat menahan sakit,Lisa menghampirinya
"Ada apa dengan wajahmu,kenapa kamu belajar kalau kamu kurang enak badan."
"Aku sangat kelaparan kakak,makanan tidak ada di rumah,dan tadi pagi sepertinya kakak Hanna tidak masak.' Ucap Puspa sambil memegangi perutnya,Lisa langsung berjalan ke kamarnya lalu dia mengambil cemilan yang dikirim oleh dewa kepadanya.
"Dia memang pria yang mengagumkan,bahkan dia mengirim banyak cemilan untuk menemani belajarku." Ucap Lisa memandangi stok cemilannya yang sudah banyak berkurang.Dia membawa cemilannya itu lalu memberikan kepada adiknya.
"Ini makan dulu untuk mengganjal perutmu menunggu aku memasak."ucap Lisa.Lisa tidak berani menunjukkan ponsel dan cemilan yang di berikan oleh dewa kepadanya dia tidak ingin Hanna marah kepadanya karena dia dan dewa bisa tiba-tiba dekat.
"Pacaran,kekmana sih pacaran itu,emangnya ada kecil sepertimu pacaran sama pria yang sudah dewasa,tapi om dewa sangat tampan dan jantungku selalu berdetak hebat saat kami berdekatan." Ucap Lisa,dia memotong-motong sayuran sambil menggagalkan dewa yang sedang menatapnya.
"Auhh...." Tiba-tiba tangannya kena pisau,dan darahnya bercucuran dia langsung menghidupkan kran air yang ada di dekatnya dan saat itu Puspa hannya bisa melipat tangannya lalu geleng-geleng kepala kepadanya.
"Siapa yang dekat dengan pria tua itu,kamu sok tau kepo terus sudah lebih baik kamu makan mie instan,kamu selalu ingin tahu masalah orang." Ucap Lisa kesal,ingin sekali dia meninggalkan adiknya tapi dia tidak tega melihat adiknya yang sudah kelaparan dari tadi.
Karena tidak tega melihat adiknya akhirnya Lisa menyelesaikan masakannya lalu memberikan adiknya makan setelah itu dia membereskan semua dapur dan seluruh rumah,baru dia kembali kedalam kamarnya.
Dia mengunci kamarnya dari dalam kamar, karena tidak ingin nanti adiknya masuk dengan tiba-tiba.Setelah itu dia mengambil ponselnya dari dalam tas lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang setelah itu dia membuka poto dewa yang semalam dia sempat screenshot.
"Om,kenapa jantungku sangat tidak tenang saat kamu ada di dekatku,dan kenapa kamu tidak mengirim pesan apa pun kepadaku, hari ini kamu sangat menyebalkan." Ucap Lisa sambil menatap gambar dewa yang ada di ponselnya.
*****
__ADS_1
Hari masih siang Kevin kembali ke rumahnya,dia sudah yakin Bella tidak di rumah,beberapa hari terakhir ini keadaan ibunya sangat drop,dia sudah berulang kali ingin membawanya ke rumah sakit tapi entah kenapa Bella selalu melarangnya,akhirnya hari ini dia memutuskan untuk pulang cepat dan membawa ibunya diam-diam dari rumahnya.
"Selamat sore tuan,kenapa anda pulang secepat itu? Tanya pelayan,yang baru saja selesai membereskan semua pekerjaannya dan ini jam istrahat untuk mereka.
Kevin mengabaikan pertanyaan pelayan dia langsung bergegas masuk kedalam kamar ibunya dan melihat ibunya yang tidur dengan pulas.Kevin menghubungi pelayan yang sangat dia percayai yaitu Butet,
📞 Datang keruangan nyonya besar.
📞baik tuan.
Butet langsung bergegas menuju kamar nyonya besar nya,disana dia sudah melihat kevin berdiri di pinggir ranjang milik mamanya.
"Tuan memanggilku? "
"Iya,aku ingin kamu ganti pakaian mama,dan kita membawanya kerumah sakit yang ada di Singapura,sekarang juga." Ucap Kevin.
Butet langsung mengangguk,dia segera menyusun segala keperluan menuju Singapura,sekilas Butet sangat bahagia dipercayakan tuan besarnya untuk membawa ibunya keluar negri,dia belum pernah naik pesawat.
Setelah mereka selesai berbenah Kevin langsung mengangkat tubuh tidak berdaya ibunya menuju mobil,semua pelayan berjejer mengantar mereka sampai ke mobil.
"Ingat,jangan sampai Bella dan juga ayahku tahu jika aku membawa ibuku ke rumah sakit jika mereka bertanya di mana nyonya katakan kalian tidak tau." Ucap Kevin lalu segera membawa ibunya.
*** bersambung***
__ADS_1