
Dewa dan rombongannya Kemabli ke kota dengan menaiki kapal laut milik keluarga dewa,sepanjang perjalanan Hanna berulang kali muntah,karna dia tidak terbiasa bepergian,dewa mendekati Hanna lalu memberikan minyak kayu putih kepada Hanna.
"Oleskan ini ke hidungmu lalu istrahat lah,kita sampai di kota sekitaran sore nanti."Ucap Dewa.Hanna lalu menerima pemberian Dewa lalu mengoleskan ke leher dan ke hidungnya hingga dia merasa mulai enakan.Hanna memasuki sebuah kamar yang cukup mewah,lalu dia mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai tidur.
*****
Sambo menghadap keruangan Kevin Sanjaya,bos besar itu sudah sangat kesal kepada Sambo karna sampai hari ini detektif suruhannya belum juga menemukan titik keberadaan Hanna dan juga kedua adiknya.
"Tuan ada apa anda memanggil saya?" Kevin menatap Sambo sinis,
"Braangghh.." Kevin melempar semua berkas yang ada dimeja ke hadapan Sambo hingga dia kaget setengah mati.
"Sepertinya aku harus membangunkan kamu dari tidurmu,kenapa detektif suruhan mu itu sama sekali belum menemukan Hanna,ngapain saja kerja pria itu,lebih baik kamu pecat saja dia dan cari detektif lain,dia sangat lamban."Ucap Kevin penuh amarah,wajahnya terlihat sangat emosi dan napasnya naik turun sangat terlihat tubuhnya gemetaran karna menahan emosi yang begitu dalam.
"Baik tuan." Jawab Sambo,dia sangat kesal kepada Kevin karna memberikan tugas yang membuatnya menjadi orang lamban.
"Jika Minggu depan kamu belum bisa menemukan mereka,sebaiknya kamu cari pekerjaan lain,Hanna sangat penting bagiku,apa pun yang terjadi kamu harus menemukannya."Ucap Kevin lalu mengusir Sambo dengan cara melambai-lambaikan tangannya.
Sambo keluar dari ruangan itu dengan wajah kesal hingga dia melewati pintu,dia menghela napas panjang,rasanya napasnya hampir habis disana saat melihat kemarahan pria berkuasa itu.
"Akhirnya dia menyuruhku keluar." ucap Sambo lalu kembali ke ruangannya.
Kevin bersandar di kursi kebesarannya dengan kaki di angkat ke atas meja,tidak lupa dia memandangi gambar Hanna yang tersimpan di ponselnya,dia mendapat itu dari ponsel Hanna yang tertinggal saat dia meninggalkan rumah.
__ADS_1
"Hanna,kamu kemana sayang,aku sangat merindukan mu,apa yang terjadi kepadamu aku sangat yakin sayang jika Bella dan orang tuanku terlibat dalam kehilangan mu."Kevin mengelus layar ponselnya seakan dia membayangkan mengelus wajah Hanna.
"Mas..."Tiba-tiba Bella sudah muncul di ruangannya sambil membawa makan siang untuknya,dia selalu bisa bersikap santai di hadapan Kevin,suaminya.
"Apa yang kamu lakukan disini keluar dari ruangan ku."Ucap Kevin lirih,rasanya dia sangat enggan untuk ribut kepada bella saat ini.
"Mas,aku datang kesini hannya mengantar makan siang untukmu,apa itu salah kenapa kamu malah mengusirku."Ucap Bella,dia menatap kesal kepada Kevin yang smash sekali tidak bergeming saat kedatangannya.
Kevin menurunkan kakinya dari atas meja lalu menutup ponsel dan meletakkannya di atas meja.
"Kamu pikir dengan sikap pura-pura manis mu ini hatiku akan berubah kepadamu,jangan bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi di antara kita,kamu tau aku sangat muak kepadamu,benar-benar muak,sekalipun kamu menyingkirkan Hanna dari hidupku,aku tidak akan pernah lagi mau kembali kepadamu,jadi keluar dari ruangan ini sebelum security menyeret mu keluar."Ucap Kevin sinis membuat Bella tidak berkutik sedikit pun.
Bella keluar dari ruangan itu dengan wajah merah padam,dia sengaja menghentakkan kakinya dia tidak terima Kevin memperlakukannya seperti itu,saat dia hampir melewati pintu Kevin memanggilnya kembali.
"Bawa makananmu ini dari ruangan,karna aku masih bisa membeli makanan diluar sana."Ucap Kevin,Bella kembali melangkah masuk lalu mengambil rantang makanan yang sempat dia letakkan di atas meja.Setelah itu dia keluar dari ruangan itu dengan sangat marah.
*****
Akhirnya kapal yang membawa rombongan Hanna,sampai di pinggiran di pelabuhan mobil yang akan ditumpangi Dewa sudah berada disana,seorang supir langsung berlari ke arah mereka,
"Tuan mari saya bawa tasnya."Ucap supir,Dewa langsung memberikan tasnya lalu berjalan menuju mobil yang sudah terparkir tidak jauh dari mereka.
"Ayo,kamu mau kerumah sakit kan." Ucap Dewa,dia menghentikan langkahnya saat melihat Hanna yang masih berdiri dan tidak ikut dengannya.
__ADS_1
"Aku takut tuan."Ucap Hanna.
"Ya sudah jika kamu tidak ingin ikut bersamaku ke rumah sakit cari sendiri kedua adikmu."Ucap Dewa lalu dia berjalan meninggalkan Hanna yang masih mematung ditempatnya.
Hanna berlari mengejar Dewa yang sudah semakin jauh meninggalkannya,sebenarnya dia takut mengikuti pria itu,tapi dia lebih takut jika dia benar-benar kehilangan kedua adiknya.Dewa tersenyum tipis melihat Hanna yang berlari ke arahnya.
"Ternyata dia pandai juga jual mahal."Ucap Dewa,saat dia sudah duduk sempurna Hanna membuka pintu mobil lalu masuk dan duduk disampingnya.
"Tuan,teman-teman tuan naik apa pulang?" tanya Hanna,dia merasa heran saat kedua pasangan itu pergi entah kemana.
"Aku tidak tau mereka naik apa,yang jelas itu bukan urusanku,lebih baik sekarang kita berangkat keruang sakit lalu kita cek kepala mu,seberapa parahnya kepalamu hingga kamu bisa lupa beberapa ingatanmu." Ucap Dewa,kemudian sopir membawa mobil menuju kota tempat rumah sakit yang sangat mewah milik keluarga dewa,ibunya disana sebagai kepala rumah sakit plus pemilik rumah sakit ini.
Saat mobil berjalan dengan pelan Hanna memandangi pepohonan yang ada di pinggir jalan,dia melihat anak-anak yang mengamen di pinggir jalan saat mobil yang membawanya berhenti di lampu merah.
"Dek,Kaka kangen kalian berdua,kalian ada di mana sekarang terus kenapa kita bisa berpisah dek."Batin Hanna,dia sangat berharap secepatnya bisa sadar,lalu dia bisa mencari kedua adiknya tampa kesulitan.
Perjalanan kali ini sangat lama,karna macet dimana-mana,mungkin karna jam pulang kariawan sehingga menimbulkan kemacetan.
"Pak,apa nga ada jalan lain kecuali dari jalan besar ini? Tanya Dewa,dia sudah sangat kesal dari tadi harusnya mereka hannya butuh satu jam sampai di rumah sakit,tapi saat ini mereka sudah menghabiskan tiga jam di dalam mobil.
"Maaf tuan,semuanya sudah macet,itu karna ini waktunya buruh pabrik pulang,makanya macet parah kayak gini tuan."Ucap supir,dewa menghela napas berat,padahal dia sudah sangat lelah sepanjang hafi ini apa lagi Karan meteka melakukan perjalanan laut.
"Kalau begitu antar kami ke apertemen ku saja,nanti biar aku yang menyuruh dokter datang kerumah,kesal banget dengan kemacetan ini."Sungut Dewa.
__ADS_1
*** bersambung****