
Calista bersiap-siap hendak berangkat,malam ini dia ada janji temu dengan seorang sahabat lamanya,walaupun malam ini dia pergi tidak di temani oleh suaminya dia tidak masalah karna dia tau suaminya semakin sibuk bekerja setelah Kevin membantu mereka lepas dari kebangkrutan.
Calista berjalan memasuki restoran dengan tergesa-gesa karna sahabatnya sudah menunggunya dari tadi,kemacetan mengakibatkan dia datang terlambat.
"Braakk....,saat dia akan masuk tiba-tiba seorang gadis muda menabraknya hingga membuat Calista hampir terjatuh beruntung pelayan yang ada dibelakangnya langsung membantunya.
"Hei bodoh apa kamu tidak punya mata hingga bisa menabrak orang sebesar aku,"Calista masih mengibaskan pakaiannya hingga dia mendongakkan kepalanya dan dia sangat kaget melihat Hanna yang berada di depannya.Dan ternyata Hanna sudah menabraknya barusan,Calista mengucek matanya seakan memastikan kalau apa yang dilihatnya tidak salah.
"Hanna,apa yang kamu lakukan disini,?"
"Apa anda mengenal dia?" Tanya Dewa,Calista sedikit tercengang melihat Hanna,wanita itu sedikit terlihat bingung,dan dia tidak menjawab pertanyaan yang dia lontarkan.
"Iya saya kenal dengannya," Ucap Calista tapi dia merasa ada yang aneh,Hanna hannya terlihat dan tidak mau berbicara dengannya.
"Mari kita bicara sebentar nyonya!!" Ucap Dewa,saat itu karna Calista sangat buru-buru dia menolaknya,lalu pergi begitu saja meninggalkan dewa dan Calista di tempat itu.
Calista berjalan bergegas meninggalkan tempat itu dia membatalkan pertemuannya dengan sahabatnya lalu pergi dari restoran,saat dia akan masuk kedalam mobil dewa menghadangnya,
"Nyonya katakan apa kamu kenal dengan Hanna?" Tanya Dewa,Calista menghela napas berat,sebenarnya dia enggan untuk berbicara dengan pria itu,tapi karna dewa terus mendesaknya akhirnya dia buka suara.
"Iya aku mengenalinya,dia anak dari adikku,terus kamu kenapa bisa kenal dengannya dan dimana kedua adiknya? Padahal dia sudah punya calon suami tapi mereka belum juga menikah karna pria itu masih proses cerai,dan kenapa sepertinya dia linglung apa yang terjadi dengannya? Tanya Calista,dia sengaja berbohong kepada dewa,karna dia takut Hanna menyusahkan nya nantinya,dan dia juga tidak ingin ada hubungan apa pun dengan ketiga anaknya itu.
__ADS_1
"Terus kemana ibunya?"
"Sudah meninggal,sudahlah urus saja dia kalau kamu menyukainya silahkan nikahi dia,karna pria yang menyukainya itu sudah punya istri."Jawab Calista,lalu dia masuk kedalam mobilnya dan segera meninggalkan restoran.
Dewa menatap mobil Calista sampai hilang di tengah keramaian,sebenarnya dia sedikit curiga dengan wanita itu kenapa dia buru-buru,bahkan cenderung menghindar semenjak dia bertemu dengan Hanna.Dewa masuk kedalam restoran dari kejauhan dia melihat Hanna yang sedang asik menikmati makanan,dia tersenyum kecil melihat Hanna yang sedang makan.
****
Bella baru saja sampai di rumah,seluruh tubuhnya begitu lelah,saat dia memasuki rumah dia sudah melihat kedua mertuanya duduk di sopa,sambil menonton dan menikmati teh.
"Kamu sudah pulang,bagaimana apa semuanya baik-baik saja? "Tanya Nadia perhatian.Bella langsung berjalan ke mendekati kedua mertuanya,lalu duduk disana,mertuanya menatapnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan tetapi Bella bersikap biasa saja karna dia tidak mau mama mertuanya curiga kepadanya.
"Iya kami selalu mendoakan yang terbaik untukmu,kami akan berusaha agar kamu dan Kevin kembali seperti dulu iya kan lah."Ucap Nadia dan menatap suaminya yang tiba-tiba kaget begitu.
"I_iya ma," Jawab Hamdan gemetaran.
"Papa lihat apa sih,kami lagi ngomong kok papa pikirannya entah kemana."Ucap Nadia menoleh ke arah suaminya.
"A_aa nga kok papa dengar kok omongan kalian,iya papa berharap hubungan kalian baik-baik saja."Ucap Hamdan salah tingkah,Nadia sedikit merasa aneh dengan sikap suaminya Karna tidak biasanya pria itu bersikap aneh seperti itu.
"Ma,papa, Bella kedalam dulu,Bella capek ma."Ucap Bella lalu pergi meninggalkan mereka dan menaiki anak tangga.Setelah sampai di dalam kamar dia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang lalu membuka ponselnya.Saat itu dia melihat beberapa pesan masuk,
__ADS_1
[Sayang, nanti malam berikan aku kehangatan lagi,jujur aku sangat tergila-gila dengan wangi tubuhmu yang sangat memabukkan.] Bella yang membaca pesan dari mertuanya hannya bisa tersenyum kecil,jujur saja dia mengakui permainan mertuanya sangat membuatnya puas,hal seperti itu tidak pernah dia dapatkan dari suaminya yang sudah lama menikahinya.
Mertuanya tau betul cara memuaskan wanita,dan hal itu membuat Bella,sangat menginginkan.Sedikit pun Bella tidak memikirkan resiko apa yang akan di hadapinya saat dia berani bermain dengan mertuanya dibelakang suami dan ibu mertuanya,dia terlihat sangat membuka hati kepada mertuanya.
[ Tidak usah papa,bagaimana kalau besok kita pergi kepuncak saja,papa kan bisa bilang urusan bisnis dan aku bisa saja cari alasan lain,kalau di rumah aku takut papah.] Bella membalas pesan mertuanya dia sengaja menggoda pria itu,dan bahkan membalas pesan dengan emoticon manja,dia sepertinya sangat menginginkan kenikmatan yang di berikan oleh mertuanya.
****
Keesokan harinya Bella keluar lebih dulu dari rumah sebelum mertuanya dia sengaja menunggu mertuanya di rumah sakit,hari ini adalah hari sabtu mereka sudah membuat janji untuk menghabiskan waktu libur bersama di puncak.
"Papa,kenapa tiba-tiba ada urusan bisnis,bukan kah sudah lama papa tidak mau melayani bisnis di luar kota?" Tanya Nadia curiga,sebenarnya dia tidak perlu curiga karna mereka menikah hampir 35 tahun belum pernah sekali pun pria itu mengkhianatinya.
"Mama kan sudah tau kevin sekarang ini belum bisa di andalkan,jadi kalau papa membiarkannya begitu takutnya lama-lama perusahaan kita bangkrut,mama curiga sama papa jika mama tidak ijin papa akan pergi."Ucap Hamdan,dia berpura-pura untuk terlihat menjadi pria yang paling baik,dan benar saja triknya sangat jitu,seketika Nadia memberinya ijin dengan mudah.
"Sudahlah papa,mama percaya kok,mana mungkin papa melakukan yang aneh-aneh bukan kah papa sangat mencintai mama?"Ucap Nadia.Sedikit pun dia tidak menaruh curiga kepada suaminya,dia selalu memberi suaminya kebebasan dan hal itulah yang membuat rumah tangga mereka aman sampai hari ini.
*****
"Bagaimana papa,apa mama banyak nanya atau mama curiga sama papa?" tanya Bella saat mereka sudah berangkat dengan naik mobil rentalan dan sopir rentalan.
**** bersambung****
__ADS_1