Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 56 ~ Aku sudah melupakanmu ~


__ADS_3

Hanna bergegas keluar dari kamar lalu pergi menuju pintu,sebenarnya dia kesal Karna rasanya dia terlalu sibuk dengan tamu-tamu tuannya yang sangat menyebalkan.Saat Hanna membuka pintu seorang wanita yang sangat cantik sudah berdiri di hadapannya.Hanna memandangi penampilan wanita itu,dia benar-benar cantik dengan body yang sangat menggoda di dukung dengan kulit yang mulus tampa ada cacat sedikit pun,bahkan kalau bisa menebak dia itu seorang model.


Nadia langsung menerobos masuk kedalam,dia kesal dengan Hanna yang memandanginya Tampa menyuruhnya masuk.


"Apa aku secantik itu hingga kamu pangling."Ucap Nadia penuh percaya diri,Hanna mengikutinya yang sudah berjalan meninggalkannya.


"Tidak juga,aku cuma heran kamu siapa,kok bisa datang ke apertemen ini?" Tanya Hanna,hingga Nadia membulatkan matanya,karna mendengar kejujuran Hanna.


"Aku Nadia,pacar dewa,kamu pasti pembantu baru makanya kamu tidak kenal dengan ku,terus pacar ku dimana?" Tanya Nadia,Hanna kesal mendengar ucapan Nadia,rasanya ingin sekali dia mengusirnya dari apertemen itu,tapi berhubung dia pacar majikannya akhirnya dia hannya bisa diam.Hanna segera meninggalkan Nadia,dia sangat malas melayani wanita itu hingga dia berniat meninggalnya di ruangan itu tampa membangunkan majikannya.


"Hei...Kamu mau kemana? pacar aku mana,cepat buatin aku minuman dasar pelayan nga sopan bisa-bisanya kamu pergi Tampa menyuguhkan minuman kepada ku."Sungut Nadia,karna takut dewa marah kepadanya akhirnya Hanna berjalan kebelakang dan membuatkan minuman jeruk kepadanya.


Setelah meletakkan minuman di atas meja,Hanna berniat meninggalkan nadia di ruang tamu,dia ingin kembali istrahat karna dia sudah sangat lelah bekerja dari tadi.


"Hanna,kamu sudah masak aku lapar?" Tiba-tiba dewa keluar dari kamar dengan suara khas bangun tidur,penampilannya terlihat seperti orang baru keluar dari penjara,berantakan.Hanna mengurungkan niatnya untuk kembali ke kamar dia mendekati majikannya,


"Tuan pacarmu sedang berada disini."Ujar Hanna,dewa tersadar saat mendengar ucapan Hanna,


"Siap kamu bilang pacarku,aku tidak punya pacar."Jawab dewa,saat itu dia sudah melihat Nadia yang menatapnya dan melemparkan senyuman kepadanya.


"Apa yang kamu lakukan disini,ucapan ku kemarin belum jelas ya,atau kamu belum bisa menerima keputusanku."Ucap dewa,dia berjalan menuju sopa lalu duduk di hadapan Nadia yang sok cantik menurut Hanna.


"Hanna,buatkan aku kopi."

__ADS_1


"Baik tuan." Hanna yang berdiri tidak jauh dari mereka langsung pergi ke dapur dan membuat kopi untuk majikannya yang sangat baik.


"Silahkan tuan."Ucap Hanna,setelah itu dia berjalan menjauh dari mereka karna tidak sopan baginya jika harus menguping pembicaraan mereka.


Nadia menatap Dewa penuh kekaguman,dia sangat menyesal pernah mengkhianati pria setampan dan sekaya dia,padahal pria selingkuhannya juga bukan pria baik-baik dan hal itulah yang membuat dia memutuskan hubungan dan berniat kembali kepada Dewa.


"Apa lagi yang kamu inginkan hingga kamu dengan berani datang ke apertemen ku,Bukankah ucapan ku kemarin sudah jelas?" Dewa benar-benar jijik melihat Nadia,rasanya sebesar apa pun cintanya kepada seorang wanita,dia tidak akan mau Kemabli kepada wanita yang sudah mengkhianatinya.


"Dewa tolong maafkan aku," Ucap Nadia,wajahnya terlihat memelas mengharap belas kasihan dari dewa,Dia ingin melakukan trik lama saat mereka masih bersama dulu,dimana jika dia sedang merajuk dengan mudah dewa akan menerima permintaan maafnya.


Sementara itu dikamar hanna mendekatkan telinganya ke pintu,dia sengaja membuka sedikit pintu agar dia bisa mendengar pembicaraan kedua pasangan itu.


"Katanya dia pacarnya tapi kok dia sampai memohon gitu ya,apa tuan dewa sudah tidak mencintainya lagi?" Batin Hanna,rasa kantuk dan lelah yang dia rasakan hilang begitu saja saat dia kepo dengan masalah majikannya.


Dewa sangat puas melihat perubahan wajah Nadia,sepertinya dia sangat emosi saat mendengar penuturannya,tapi dewa sama sekali tidak peduli bahkan tidak mau tau dengan perasaan wanita itu.


"Dewa,


"Kamu sudah bisa pulang,kami mau istrahat,lagian aku sangat lelah satu harian ini,dan aku harap jangan pernah menemui ku lagi."Ucap dewa memotong ucapan Nadia.Dan saat ini lagi-lagi Nadia terlihat sangat emosi tapi dia tidak bisa gegabah dan dia harus bersikap elegan di hadapan Dewa.


"Hanna!!!! "


Hanna keluar dari kamarnya saat mendengar majikannya memanggilnya,dia yang pura-pura baru bangun tidur menghampiri majikannya.

__ADS_1


"Ada apa tuan."


"Kamu masak apa aku sangat lapar." Ucap Dewa,dia mengabaikan nadia yang masih duduk di ruang tamunya.


"Aku tidak masak tuan,kita pesan makan dari laut saja tuan soalnya aku sangat lelah."Jawab Hanna santai,Nadia yang mendengar itu sedikit curiga dengan kedua manusia yang berbeda kelamin itu.


"Baiklah jika begitu,aku sudah bilang sama kamu tidak usah bekerja kamu malah bandel bahkan kamu memecat pelayan di apertemen ini." Ucap Dewa sambil mengambil gawai nya dan memesan makanan dari luar.


"Kamu pengen maka apa ?"


"Aku pengen cumi-cumi, lobster,ayam Padas,dan juga mie goreng." Ucap Hanna santai.Dewa cukup kaget mendengar pesanan Hanna,karna tidak biasanya dia makan sebanyak itu.


"Kamu habis makanan sebanyak itu? Aku bukannya keberatan kamu memesan banyak tapi rasanya aneh saja tiba-tiba kamu makan sebanyak itu." ucap dewa,sambil memesan semua makanan yang dipesan oleh Hanna.


"Tuan pacarmu kok tidak di tanya dia mau makan apa?" Tanya Hanna pura-pura polos,padahal dia tau persis jika majikannya sudah tidak memiliki perasaan kepadanya.


Saat Hanna meninggalkan mereka berdua,Nadia bergegas mendekati dewa,lalu memeluk tubun pria itu,tapi dengan kasar dewa mendorongnya hingga dia terjungkal kebelakang.


"Kamu tega mas." Ucap Nadia lalu bergegas berdiri dan ingin meninggalkan dewa,sebelum dia pergi dari sana dia menoleh ke arah dewa kembali,


"Jangan katakan jika kamu punya perasan dengan bocah ingusan itu,apa kamu pikir kamu pantas dengan wanita seperti dia?" Ucap Nadia Tampa menunggu jawaban dari dewa dia keluar dari apertemen itu dengan perasaan terluka,rasanya dia begitu malu dan sakit hati untuk penolakan yang di ucapkan dewa kepadanya.


"Mana mungkin aku jatuh cinta kepada Hanna,aku hanya merasa kasihan saja dengannya dia tidak punya saudara atau siapa pun itu sebelum dia sadar dari amnesianya.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2