Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
Bab 124 ~ Karma sampah ~


__ADS_3

Bella cukup kesal mendengar jawaban pria yang sudah beberapa bulan ini menemaninya di tempat tidur tanpa status yang jelas,dia begitu kesal dan marah karena Hamdan begitu tidak peduli dengan keadaan .


"Mas...Kamu sudah tidak peduli dengan perusahan ini,atau kamu sengaja ingin menghancurkan perusahaan ini agar anak dan istrimu bisa kaya kembali,pria macam apa kamu mas,setelah kamu puas menikmati tubuhku,dan aku hamil kamu malah mendukung istrimu itu." Bella memekik,dia sangat marah mendengar jawaban suaminya.


Hamdan menatap sinis kepadanya,ingin sekali dia mengangkat tubuh Bella lalu menjatuhkannya ke bawah biar dia mati sekalian.


"Dasar wanita pelacur,setelah kamu menghancurkan keluargaku,kamu ingin apa lagi,bukankah kamu sudah puas dengan semua ini,apalagi yang kamu inginkan." Jawab Hamdan,mereka terlihat tidak ada yang mau kalah.Belakangan ini memang mereka sering sekali berantem,Hamdan begitu membenci sikap Bella yang begitu egois dan keras kepala.


"Karma...Karma...Karma sampah,aku mendengar ucapan mu itu,awas saja kalau sampai aku tau kamu masih mencintai istri mu itu aku tidak segan-segan membunuh mu." Ucap Bella lalu mengambil kunci mobil dan tasnya yang terletak di atas meja.


Hamdan memukul meja dengan keras lalu membuang semua berkas yang ada di mejanya hingga ruangannya berantakan.Hannya itu yang bisa dia lakukan saat terjadi keributan antara dia dan selingkuhannya.

__ADS_1


Hamdan keluar dari ruangannya lalu dia pergi meninggalkan kantor menuju rumah sederhana milik mantan istrinya dan juga anaknya kevin.Dari kejauhan dia memandangi rumah itu,dia membuka kaca matanya lalu menyeka air mata yang hampir terjatuh di wajahnya.Dia sangat menyesal karena sudah tergoda dengan iblis betina seperti Bella,rasa rindunya selama ini terobati kepada Nadia saat dia melihat Nadia yang sedang menyapu halaman rumah sederhananya sesuatu yang tidak pernah dilakuan istrinya sebelumya.


"Sayang...Maafkan aku,semua ini terjadi karena aku tidak punya iman sedikit pun,sekarang aku menyesali semuanya dan aku tidak bisa lepas lagi dari wanita ini,bahkan aku juga tidak punya wajah lagi untuk bertemu denganmu." Ucap Hamdan,tidak bosan dia memandangi tubuh kurus istrinya,ingin sekali dia lari memeluk tubuh mungil istrinya tapi dia tidak punya nyali lagi untuk bertemu dengan Nadia.


****


Sementara itu Kevin,sedang melakukan pertemuan dengan beberapa klien barunya,dia merasa aneh karena beberapa Minggu belakangan ini,banyak sekali klien barunya bahkan itu dari perusahan milik papanya.


"Mungkin saja tuan besar menyuruh mereka untuk kerja sama dengan kita tuan." Ucap Sambo saat merah usai menanda tangani kontrak kerja sama dengan perusahan raksasa di negara ini.


Sementara itu,dewa menyetir mobilnya menuju sekolahnya Lisa hari ini dia ingin menghadiri pesta pernikahan anak menteri,mereka memberikan undangan kepada dewa,sebenarnya dewa malas datang tapi mengingat hari ini adakah weekend dia akhirnya berniat untuk pergi sambil membawa kekasihnya yang masih Sekolah.

__ADS_1


Lisa keluar dari sekolahnya,dari jauh dia sudah melihat mobil dewa,karena tidak ingin menjadi pusat perhatian akhirnya Lisa mengirim pesan kepada dewa agar dia menjemputnya di perempatan jalan.


Setelah berjalan cukup jauh Lisa membuka mobil dewa,wajahnya memerah mungkin karena terik matahari,dewa merasa kasihan dengan gadis belia yang sangat polos itu.Dia membuka pintu mobilnya hendak pergi ke minimarket yang tidak jauh dari mereka.


"Mas mau kemana?"


"Ke mini market,beli minuman."


"Oohh...Mas bisa minta tolong?"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Tidak jadi deh,ya sudah mas pergi saja." Ucap Lisa padahal dia hannya ingin menitipkan pembalut karena tiba-tiba dia datang bulan.


💗💗💗 bersambung 💗💗💗


__ADS_2