Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
Bab 125 ~ Mengembalikan semuanya ~


__ADS_3

Dewa menatap Lisa,dia merasa kesal karena dia tidak melanjutkan ucapannya rasanya kesal sekali saat melihat berbicara tapi tidak jadi.


"Apa sih katakan saja aku akan belikan untukmu." Ucap Dewa.Lisa tersenyum malu,dia tetap memilih tidak memberitahu ucapannya karena dia merasa itu tidak pantas.


"Ya sudah kalau kamu tetap diam,tunggu disini aku akan membelikan minuman untuk kita semoga kamu tidak menyesal karena tidak memberitahuku keinginanmu." Ucap Dewa,dia lalu pergi meninggalkan Lisa di dalam mobil sambil bermain gawai di tangannya.


****


Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam,makan malam sudah terhidang di meja makan,Nadia duduk di meja makan sambil menunggu Kevin kembali dari kantor.


Nadia termenung memikirkan nasib buruk yang menimpa keluarganya,dia tidak pernah menyangka jika menantu yang sangat dia sayangi harus menghancurkan pernikahannya,bahkan dengan teganya ingin mengambil semua harta keluarganya.Pada saat dia sedang asik melamun tiba-tiba dia mendengar suara bel pintu.Nadia beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju pintu dan membuka pintu.Dia sangat kaget melihat suaminya sudah berdiri di depan pintu.


"Untuk apa kamu kemari,sebentar lagi Kevin akan kembali dari kantor dia akan membunuhmu jika dia melihatmu di rumah ini,jadi pulanglah hiduplah dengan damai bersama pilihanmu aku sudah bahagia tanpa kamu selama ini." Ucap Nadia matanya mulai berembun,dia tidak pernah menyangka posisi menyedihkan itu akan menghampirinya.


"Maafkan aku Nadia,ijinkan aku masuk sebentar saja,aku juga menunggu Kevin aku ingin bicara dengannya_


"Tidak ada yang perlu dibicarakan,sekarang kamu pergi dari rumah ini." Ucap Nadia dia ingin menutup pintu,dengan sigap Hamdan mendorong pintu lalu dia masuk kedalam rumah.


"Untuk apa kamu masuk pergi dari rumah ini,kita bukan suami istri lagi,sekarang keluar lah." Ucap Nadia kembali tapi Hamdan mengabaikan ucapannya dah dia memilih duduk di sopa sambil menunggu Kevin.

__ADS_1


Nadia meninggakan Hamdan di ruang tamu,dia memilih masuk ke dalam kamar hatinya sudah benar-benar kecewa dengan suami yang sudah mengkhianati rumah tangga yang sudah lama terjalin.


Kevin membawa mobilnya masuk kedalam halaman rumah yang cukup luas,dia kaget melihat mobil papanya yang terparkir di halaman rumahnya.Dia bergegas membuka mobil lalu dia segera masuk kedalam rumah,dia merasa kesal dengan ibunya yang membiarkan pria itu masuk kedalam rumahnya.


Kevin tercengang saat melihat papanya yang duduk di ruang tamu tampa di temani oleh mamanya padahal sebelumnya dia sudah mengira kalau mama dan papanya sudah duduk bersama di rumah ternyata dugaannya salah.


"Apa yang kamu lakukan di rumah ini?"Kevin berdiri lumayan jauh dari hadapan papanya sementara mamanya keluar dari dalam kamar dan menghampirinya.Hamdan langsung berdiri lalu mengambil sebuah map dari dalam tasnya dan meletakkan di atas mobil begitu juga beberapa kunci mobil dan brangkas di rumahnya.


"Kevin papa minta maaf kepadamu karena sudah menjadi pria bajingan,aku tau aku tidak pantas di maafkan,dan aku tau juga kalau kalian belum bisa memaafkan kesalahan ku,hari ini aku akan pergi dari negara ini,papa mohon kembali ke perusahaan dan usir Bella dari sana dan ambil semua aset milik kita." Ucap Hamdan setelah mengucapkan kata-katanya dia langsung pergi meninggalkan rumah itu dan memesan taksi online menuju bandara.Dia sudah menyadari semua kesalahannya dan dia ingin menenangkan diri di luar negri dan melupakan Bella yang sudah menghancurkan rumah tangganya.


Kevin duduk di ruang tamu setelah papanya pergi,dia memeriksa semua berkas yang di berikan oleh papanya dan beberapa kunci mobil miliknya.


Sementara itu Bella di rumah besar,sangat marah saat dia mengetahui Hamdan menghilang dari tadi pagi sampai saat ini bahkan dia tidak bisa menghubunginya.


"Kemana pria brengsek itu,apa dia sudah berani melawan denganku,aku tidak akan mengampuni mu jika kamu datang ke rumah ini." Ucap Bella dia melempar semua barang yang ada di meja,sejak keluarga Kevin pindah dari rumah seluruh pelayan di rumah itu mengundurkan diri tidak ada yang tahan menghadapi sikap kasar Bella.


Pada saat sedang marah tiba-tiba bel rumah berbunyi beberapa kali hingga dengan terpaksa Bella membuka pintu karena tidak ada lagi orang yang bisa disuruhnya hannya dia sendiri yang tinggal di rumah mewah itu.


"Tunggu siapa sih,tidak sabar sekali." Ucap Bella semakin mempercepat langkah kakinya.Pada saya dia membuka pintu dia sangat kaget melihat Kevin sudah berdiri di depan pintu dan tiga orang polisi.

__ADS_1


"Ada apa kamu kemari?" Tanya Bella dengan wajah pucat,apalagi saat itu Hamdan sedang tidak di rumahnya.


"Hei.....Nona apa kamu lupa,kalau rumah ini milik papa dan mamaku,apa kamu sedang bermimpi menjadi istri perusahan besar,sadarlah nona waktumu sudah cukup di rumah ini sekarang kamu tidur di kantor polisi dan pertanggungjawaban semua perbuatan mu terhadap ibuku,kamu mencoba membunuhnya dengan memberikan obat-obat yang mengandung racun." Ucap Kevin dengan senyum jahat di wajahnya dia cukup puas melihat Bella ketakutan.


" Maaf nyonya anda harus ikut ke kantor polisi kami mendapat laporan kalau anda mencoba membunuh seorang wanita bernama Nadia,dan kami memiliki cukup banyak bukti " Ucap seorang polisi.Bella sangat ketakutan dia berusaha lari tapi Kevin langsung menangkapnya dan menyerahkannya ke polisi.


"Tidak...Aku tidak bersalah,jangan bawa aku,papa dari calon anakku belum kembali dari kantor."


"Dia tidak akan kembali lagi dia sudah pamit berangkat ke luar negri." Ucap Kevin,dengan sinis dia sangat jijik melihat wajah ****** mantan istrinya.


"Lepaskan aku....Jangan bawa aku,lepaskan aku..." Bella terus berusaha untuk melarikan diri tapi polisi dengan sigap menangkapnya dan membawanya ke dalam mobil.


Sepanjang jalan Bella berusaha melawan bahkan dia tidak menghargai tubuhnya perutnya yang buncit tidak ada harganya lagi.


Setelah mobil polisi membawa Bella pergi dari dalam rumahnya,Kevin menghela napas lega,dia memandang sekeliling rumah,rasa rindunya terhadap rumah itu terobati sudah.


Sebenarnya Kevin ingin berangkat ke rumah Hanna malam itu juga,tapi dia merasa takut pandangan orang lain terhadapnya,akhirnya dia mengurungkan niatnya berangkat malam ini dia ingin besok saja berangkat.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2