
Kevin keluar dari rumah Hanna,dia ingin menemui kedua orang tuanya,dia sedikit curiga kepada orang tuanya,
"Tidak mungkin mereka sampai melakukan sejauh ini," ujar Kevin,sebelum dia meninggalkan rumah pelayan berlari mengejarnya saat itu Kevin sudah menaiki mobilnya.
"Tuan...Tuan,mohon maaf tuan mulai hari ini aku tidak bekerja di rumah ini lagi."Ucap pelayan,Kevin mengernyitkan keningnya tapi dia tidak mau menghabiskan waktu untuk mengurus pelayan yang tiba-tiba mengundurkan diri,apalagi dia juga tau alamat wanita itu.
"Terserah mu,jika kamu ingin pulang silahkan kunci rumah bagus-bagus,aku akan menemui mu kerumah mu jika aku butuh informasi darimu."Ucap kevin.Selesai berbicara kepada pelayan Kevin membawa mobilnya menuju rumahnya,dia ingin lebih dulu menanyakan orang tuanya.
Dua security berlari membuka pagar saat mereka melihat mobil majikannya ingin masuk kedalam,saat itu Kevin membawa mobilnya masuk kedalam halaman yang sangat luas.
"Selamat datang tuan."Ucap seorang pelayan dengan sopan,dia Butet pelayan yang melayani Bella dan juga Kevin jika mereka saat berada di rumah.
"Mama sama papa ada dirumah? terus Bella juga ada di rumah? tanya Kevin,dia mengabaikan sapaan yang dilontarkan oleh pelayan.
"Maaf tuan,nyonya Bella sedang keluar bersama nyonya besar,tua besar keluar dari tadi pagi."Jawab Butet.
"Deg..." tiba-tiba jantung Kevin bergetar hebat,dia memasuki rumah dan berjalan menuju kamar,dia mencoba untuk menebak dia sedikit punya firasat jika orang tuanya terlibat dalam hilangnya Hanna dan kedua adiknya.Kevin berusaha sabar untuk menunggu ibunya kembali dia tidak mau menghubungi karna dia tidak ingin ibunya mencari alasan atau apa pun itu.Kevin sangat menyesali kebodohannya yang tidak memasang CCTV di sekitaran rumahnya.
Kevin terus bolak-balik dia sudah tidak sabar menunggu orang tuanya akhirnya dia keluar dari kamar dan menuruni anak tangga,belum sampai dibawah dia sudah melihat ibu dan calon mantan istrinya memasuki rumah.
"Mama,..."
__ADS_1
Nadia menoleh ke arah suara yang memanggilnya,tiba-tiba dia sangat kaget saat melihat kehadiran Kevin di rumah itu,dia tidak melihat mobil Kevin yang terparkir didepan rumah.
"K_kevin,kamu disini,ngapain kamu disini?" Tanya Nadia gugup,Kevin semakin menatap tajam ke arah mamanya,hingga membuat gugup semakin panik.
"Ini rumahku mah,aku bebas datang kerumah ini,dari mana mama barusan ma,aku kehilangan Hanna dan kedua adiknya menurut kata pembantu tadi mereka diculik dan Hanna di aniaya,sebelum aku melaporkan dan mencari dia,mama jujur kepadaku apa mama tau tentang masalah ini."Kevin langsung menanyakan ke intinya,wajah Nadia semakin panik dan dia terlihat sangat gugup.
"Ke_kenapa kamu tanya mama,mana mama tau tentang wanita itu,cari saja sendiri."Bahkan Kevin melihat kepanikan di wajah mamanya sangat jauh berbeda dengan bella yang terlihat biasa saja dan bahkan wajahnya terlihat datar.
"Baiklah ma,jika suatu saat mama dan kalian semua terlibat dalam penculikan ini, aku tidak akan memaafkan kalian semua,cepat atau lambat aku akan menemukan mereka."Ucap kevin lalu dia meninggalkan mamanya dan juga bella yang masih berdiri di ruang tamu.
"Bella,bagaimana ini mama sangat takut."Ucap Nadia,wajahnya terlihat pucat,dan tubuhnya sangat gemetaran,dia mengingat semua penganiayaan yang di lakukan Bella terhadap Hanna.
"Biasa aja ma,mana mungkin kevin bisa bertemu dengan mereka lagi,mama tau wanita itu sudah mati dan mayatnya sudah dibuang kelaut,sementara kedua adiknya sudah kita buang ke panti,tidak akan mungkin kan mereka bertemu lagi,barusan kedua pria yang membawa Hanna memberi kabar jika Hanna mati ditengah jalan."Ucap bella santai,jujur saja Nadia sangat ketakutan karna ini pertama dalam hidupnya melakukan kejahatan keji seperti itu.
****
Sambo yang baru pulang dari luar kota harus Kemabli ke kantor karna tiba-tiba saja Kevin menghubunginya dan menyuruhnya datang kekantor menemui dia.
"Bos sialan bisa-bisanya dia menyuruhku kerja di tanggal merah,kalau begini aku bisa jomblo seumur hidup."Sungut Sambo,dia begitu kesal saat mendapat telpon dari tuannya,tapi dia tidak berani menolak karna dia masih sangat membutuhkan pekerjaan ini.
"Tuan ada apa sih harus menyuruhku datang kekantor di waktu libur,aku sangat lelah baru pulang dari luar kota tuan." Ucap Sambo,dia seakan ingin memberontak,tapi saat dia melihat raut wajah Kevin seketika nyalinya langsung ciut,tiba-tiba dia menyesali ucapannya barusan.
__ADS_1
"Maaf jika harus membuatmu bekerja di hari libur tapi ini sangat penting,Hanna dan kedua adiknya menghilang aku tidak mau melaporkan ini kepada polisi,tapi Carikan aku detektif hebat yang bisa menemukan Hanna dan kedua adiknya secepatnya,dan juga suruh seseorang yang bisa mengawasi Bella setiap saat,aku sangat yakin dia sudah memanfaatkan orang tuaku untuk melakukan kejahatan."Ucap Kevin,wajahnya terlihat sangat marah dan matanya memerah menahan amarah.
"Wanita iblis,sekalipun Hanna meninggalkan aku atau dia tidak mau menikah denganku,aku tidak akan sudi hidup bersama dengannya lagi."Ucap Kevin dengan raut wajah mengerikan.
"Baik tuan,aku akan mencari detektif secepatnya untuk mencari keberadaan nona Hanna "Jawab Sambo lalu dia meninggalkan ruangan Kevin.
*****
Disebuah pinggiran laut seorang gadis tergeletak dengan pakaian basah,mungkin dia terbawa arus sampai ke pinggiran laut,saat itu seorang pria sedang menikmati suasana pulau itu.
"Apa itu?" Dewa berjalan mendekati tubuh wanita itu."Ya ampun ini tubuh manusia,apa dia mayat."Ucap Dewa dia lalu pelan-pelan membalikkan tubuh Hanna,lalu dia mencoba memegang nadinya.
"Dia masih hidup,Raka....kemari kalian aku menemukan seseorang disini." Dewa memanggil temannya yang sedang bermain air bersama kekasihnya yang tidak jauh dari mereka.
"Apa dewa,siapa dia?"
"Ayo kita bawa dia ke kemah,kita dia masih sadar,wajahnya luka-luka sepertinya dia sangat kedinginan kulitnya pucat pasi."Kemudian mereka bertiga mengangkat tubuh Hanna dan membawanya kedalam kemah,mereka adalah anak kota yang datang ke pulau ini untuk berkemah,sebenarnya tidak jauh dari sini ada villa tempat meteka istrahat malam.
Merek yang berjumlah lima orang dan membawa pasangan masing-masing kecuali dewa dia tidak punya pasangan,mereka sibuk dengan dunia pekerjaan selama ini akhirnya memutuskan untuk datang ke pulau ini untuk berlibur.
Salah satu wanita dari mereka mengganti pakaian Hanna,lalu mereka mereka menyalakan api untuk menghangatkan tubuh Hanna yang masih sangat kedinginan.
__ADS_1
*** bersambung****