Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 93 ~ Dia masih bocah ~


__ADS_3

Dewa benar-benar tidak bisa menahan tawanya saat Puspa yang masih kecil menjodohkannya dengan kakaknya yang masih duduk di bangku SMA.Rasanya dia tidak bisa membayangkan seperti apa nantinya jika dia harus memiliki istri yang sangat jauh di bawah umurnya.


"Om,kok diam,kakak Lisa juga naik,bahkan dia nga kalah cantik dari kakak Hanna,dia juga imut dan juga sederhana.huuss Kakak.hanna sudah datang jangan bicarakan lagi yang om." Ucap Puspa.Seketika mereka berdua diam,hingga Hanna merasa curiga dengan sikap keduanya.


"Hayo...ngomongin apa kalian,cepat katakan."Ucap Hanna sambil menggelitik adiknya Puspa hingga dia tertawa dengan keras.


"Kakak,aku lagi belajar,jangan ribut,besok aku ada ujian."Ucap Lisa yang baru saja keluar dari kamarnya dengan wajah kesal,lalu kembali masuk kedalam kamarnya.


Saat Lisa kembali masuk dewa,menatap Lisa,rasanya dia tidak yakin bisa jatuh hati kepada Lisa yang masih bocah,hingga dia tersenyum lucu membayangkan itu.


Hanna menatap wajah dewa,dia merasa aneh dengan sikap dewa kali ini,entah apa yang aneh dipikiran dewa hingga dia tersenyum saat melihat Lisa menghampiri dan marah kepada mereka.


"Mas ada apa kok wajahmu tersenyum seperti itu?" Tanya Hanna mengagetkan dewa.


"A_nga,cuma teringat saja tadi sama omongan seseorang makanan aku merasa lucu." jawab dewa asal hingga terlihat dia yang sedang gugup.


"Kakak aku sudah lapar kita makan yuk." Ucap Puspa mengagetkan mereka berdua,hingga dia baru ingat tujuan nya tadi menghampiri mereka karena semua makanan sudah siap di meja belakang.

__ADS_1


"Ooohhh,iya Kakak lupa,Kakak tadi kesini mau mengajak kalian makam malam,ayo duluan Kakak mau mengajak Lisa dulu,nanti kalau dia tidak di ingatkan dia bisa lupa untuk makan."Jawab hanna


Hanna masuk ke kamar adiknya Lisa,lalu mengajaknya untuk makan malam,mereka akhirnya menikmati makan malam yang sangat berkesan malam ini.Walaupun hidangannya sangat sederhana tetapi mampu membuat dewa benar-benar terkesan sangat jarang dia menikmati malam penuh bahagia seperti ini.


makam malam hari ini akhirnya selesai,Lisa langsung beranjak meninggalkan mereka,menuju kamar tidurnya,dewa terus menatap setiap gerak gerik dari Lisa hingga dia meninggalkan mereka.


"Om,besok kan malam Minggu bagaimana kalau kita pergi nonton,aku sangat iri sama teman-teman aku yang bisa pergi menonton bersama keluarganya." Ucap Puspa,dia pura-pura membuat wajahnya sedih,supaya Hanna tidak marah kepadanya karena sudah bersikap di luar dari peraturan yang dibuat kakaknya.Hanna langsung menatapnya dengan tatapan tidak suka,dia sangat tidak menyukai jika Puspa adiknya banyak permintaan kepada siapa pun itu,walaupun mereka tidak punya keluarga menjaga sikap itu kepada setiap orang adalah ajaran yang paling sering di ajarkan Hanna kepada kedua adiknya.


"Puspa,jangan seperti itu,besok om dewa sibuk,kamu sudah lupa ya apa yang sering kakak ajarkan kepada kalian berdua,tidak boleh kita mengemis perhatian kepada orang lain." Ucap Hanna,sebenarnya dia sangat enggan menasehati adiknya di hadapan dewa,tapi dia tidak mau sikap Puspa semakin berlebihan yang membuat dewa risih.


"Baiklah besok aku akan membawa kalian bertiga menonton bioskop,kamu tidak perlu marah seperti itu kepada Puspa Hanna,dia mungkin sangat ingin,tapi dia tidak ingin menganggu mu." Ucap dewa,dia kasihan melihat Puspa,wajahnya menunduk malu,mungkin saja dia ketakutan kepada Hanna yang sudah menegurnya.


"Hahahaha,bagaimana bisa anak kecil itu menjodohkan aku dengan kakaknya yang masih sangat kecil bahkan dadanya saja belum terlihat bahkan jangan-jangan dia belum datang bulan juga." ucap dewa,berkali-kali dia tertawa sambil memukul stang mobilnya.


*****


Hanna kembali masuk kedalam kamarnya, setelah dia memastikan kedua adiknya istrahat di kamar,rasanya dia sangat kelelahan sepanjang hari ini.Hanna merebahkan tubuhnya di atas ranjang,lalu dia menatap langit-langit kamarnya,entah kenapa dia sangat merindukan Kevin,dia sangat kecewa dengan sikap Kevin.Selama ini Hanna berfikir jika kevin dan istrinya sudah berpisah,bukan karena dia menginginkan itu tapi karena dari awal dia tau hubungan pernikahan mereka sudah tidak baik lagi.Hanna tidak menyangka jika kevin begitu lamban menyelesaikan masalah rumah tangganya.

__ADS_1


"Sepertinya memang mas Kevin hannya ingin mempermainkan aku,jika memang dia mencintaiku mungkin dari dulu dia sudah menyelesaikan pernikahannya dengan istrinya yang sangat arongan itu." Ucap Hanna,dia menarik napas berat.


"Kenapa perasaan ku kepada mas Kevin,tidak sama saja dengan mas dewa,padahal pria itu benar-benar pria sangat baik,seandainya saja Kevin tau perasanku mungkin dia tidak akan membuatku menunggunya."Batin Hanna,dia mulai menutup tubuhnya dengan selimut karena dia lelah memikirkan semua kehidupannya.


****


Keesokan harinya,dewa berniat menjemput Hanna untuk berangkat kerja bersama,dan saat dia melewati jalan umum dewa melihat seorang pria yang bertubuh besar menarik tangan lisa dan membawanya masuk kedalam mobilnya Lisa berusaha memberontak tetapi tenaganya tidak sebanding dengan tenaga pria itu.


"Lisa,siapa pria itu." Dewa langsung memutar balik mobilnya,lalu bergegas mengejarnya dan saat itu dia melihat Lisa mengigit tangan pria itu,lalu berlari sekuat tenaga untuk menghindari kejaran pria itu.


Dewa langsung menghentikan mobilnya,lalu dia membuka pintu dan memanggil Lisa yang terus berusaha berlari menghindari kejaran pria itu.


" Lisa,ayo masuk." Ucap dewa tampa pikir panjang Lisa langsung masuk kedalam mobil dewa,lalu mereka meninggalkan tempat itu,dewa melihat preman itu terlihat sangat marah karena kehilangan jejak Lisa.Dewa terus membawa mobilnya,dia melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi,itu artinya Lisa sudah sangat terlambat dan tidak mungkin lagi dia mengantar Lisa ke sekolahnya.


"Lisa siapa pria yang berusaha menangkap mu tadi?" Tanya dewa penuh curiga,dia merasa aneh kenapa seorang lisa punya musuh seperti pria itu.


"Nga tau om,kata pria itu,kami memiliki utang kepadanya saat kami masih di panti,katanya ibu panti dulu sudah meminta uang kepada bosnya sebagai bayaran ku,jadi pria itu memaksaku untuk ikut menemui bosnya untuk membicarakan utang kami itu om,aku sangat takut om,aku mau dijual aku takut mereka akan mencari ku terus menerus." Jawab lisa,wajahnya terlihat pucat mungkin karena tadi dia begitu ketakutan.

__ADS_1


***** bersambung****


__ADS_2