
Bella menaiki tangga dengan langkah gontai,emosi,kecewa,dan sakit hati bersatu di dalam dirinya hingga dia tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.Dia mengambil ponsel lalu menghubungi suaminya berharap pria itu mengangkat panggilan darinya tapi berulang kali dia menghubunginya tapi Kevin tidak mengangkat ponselnya sama sekali.
"Aaarrrrgghh.....Kemana sih dia,siapa wanita itu aku akan menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya jika memang memang mereka sedang mempermainkan ku." Ucap Bella,dadanya naik turun memendam emosi yang terus bergejolak di hatinya.
Malam semakin larut dan udara juga sudah mulai dingin,Hanna terlihat melipat tangannya,mungkin pengaruh hembusan angin yang mengenai kulit mulusnya.
"Kamu kedinginan?" Tanya Kevin,sebenarnya wajar mereka kedinginan karna sudah larut malam mereka masih berada di luar menikmati pemandangan malam dari luar cafe.Segelas kopi dan sepiring kentang goreng menemani mereka.
Suasana malam ini cukup romantis jika ada yang melihat mereka mungkin akan mengira jika mereka berdua adalah pasangan kekasih.Kevin sengaja menyewa tempat itu agar mereka bebas berdua di lantai atas cafe sambil menikmati suasana malam.
"Lumayan tuan!!" jawab Hanna.Kevin menatap wajah sendu Hanna,wanita yang cukup dewasa sementara umurnya belum genap dua puluh tahun.
"Jangan panggil aku tuan,aku sudah pernah bicarakan ini kan?" Tanya Kevin.
"Maaf,aku tidak biasa panggil Daddy." Jawab Hanna wajahnya terus menunduk karna dia sangat malu saling menatap dengan kevin.
"Ya sudah panggil mas,kamu panggil aku mas,aku bukan tuan mu." Ucap Kevin sambil menyeruput kopinya lalu mengambil ponselnya,dia sangat kaget saat melihat puluhan panggilan masuk dari istrinya.
"Kenapa Bella menghubungiku sampai sebanyak ini,aahh biarlah palingan ingin mengajak ribut aku muak." Ucap Kevin lalu menutup ponselnya.Dia menatap ke arah langit sinar bulan yang begitu terang dan banyaknya bintang bertaburan menambah kesan romantis.
"M_mas antar aku pulang,besok pagi kedua adikku sekolah mereka belum terbiasa bangun sendiri." Ucap Hanna gugup.
"Baiklah." jawab Kevin lalu membawanya keluar dari cafe dan mengantarnya pulang.Mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.Entah kenapa Kevin selalu merasa nyaman berada di samping Hanna sangat jauh berbeda dengan istrinya walaupun dulu dia sangat mencintai istrinya,tapi kedua wanita ini jauh berbeda.
__ADS_1
"Mas,aku turunkan aku di depan saja." Ucap Hanna menyadarkan Kevin,dia terlalu asik dalam pikirannya hingga dia tidak sadar jika rumah kontrakan Hanna sudah dekat.
"Han,aku akan membeli mu rumah,kalian tidak perlu tinggal ditempat sampah seperti ini." Ucap Kevin.
"Nga usah mas,memang kami akan pindah dari tempat ini,aku sudah tidak nyaman dengan tetangga-tetangga disini." Ucap Hanna menolak,dia merasa tidak pantas menerima semua kebaikan Kevin,apalagi uang simpanannya masih banyak dari pemberian Kevin selama ini.
"Baiklah kalau begitu jika kamu menolak,aku hannya tidak ingin kamu tinggal di tempat yang tidak layak seperti ini." Ucap Kevin.Setelah itu dia langsung kembali pulang.
Sepanjang jalan Kevin memikirkan perasaanya,sejujurnya dia sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun kepada Hanna kecuali perasan ingin melindungi wanita itu.Sesautu yang membuat Kevin merasa asing adalah saat dia merasa nyaman jika sedang bersama wanita polos yang sangat jauh di bawah umurnya.
Sesampainya di rumah,dia disambut oleh pelayan yang selalu setia menunggu kepulangan nya,saat dia tau tuan besarnya sudah kembali dia yang akan menyambut dan menyiapkan segala sesuatunya.
"Apa nyonya kembali Malam ini?" Tanya Kevin sambil menyerahkan tasnya kepada sang pelayan .
"Kembali tuan dari tadi." Jawab pelayan.
Kevin istrahat di ruang kerjanya karna disana juga ada ranjang kecil,dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.Kevin sendiri merasa sangat aneh dengan perasaannya entah kenapa semakin hari perasaanya kepada istrinya semakin tidak ada,sikap angkuh dan kesombongan Bella membuatnya sangat muak.
"Maafkan aku Bella,ini semua terjadi karna kamu begitu mengabaikan aku selama ini." Ucap Kevin sebelum akhirnya dia tertidur dengan nyenyak.
Pagi-pagi sekali Bella bersiap-siap berangkat kerja,pinggiran matanya terlihat menghitam mungkin karna sepanjang malam dia tidak tidur sama sekali.
Dia mengabaikan semua pelayan yang ingin melayaninya sepanjang pagi ini,dia berangkat menuju rumah sakit dengan penampilan yang sangat berantakan bahkan ini bukanlah tipe nya tapi karna pikirannya yang sangat frustasi dia sampai kehilangan kendali.
__ADS_1
Saking dia tidak konsentrasi dengan semuanya bahkan mobil suaminya sudah berada di bagasi saja dia tidak tau.
"Kamu akan menyesal mas sudah menghiaanati pernikahan kita,kurang apa aku selama ini padamu." Ucap Bella sambil menyetir dengan kecepatan tinggi.Dia menyetir mobilnya menuju perusahan milik suaminya tidak lupa dia singgah disebuah percetakan lalu mencetak semua gambar yang dikirim temannya agar dia punya bukti dan Kevin tidak bisa mengelak nantinya.
Dia memasuki perusahan yang masih terlihat sepi karna mungkin masih terlalu pagi,beberapa kariawan menyapanya dengan sopan.
"Tuan Kevin sudah datang." Tanya Bella kepada security yang berjaga.
"Belum nyonya mungkin sebentar lagi,mari saya antar keruangan tuan Kevin." Ucap security dengan sopan.
Bella menunggu suaminya di ruangan kerja suaminya, dia menatap meja suaminya ternyata Poto mereka yang biasa terpajang disana kini sudah hilang,mungkin di buang oleh orang yang bersangkutan.Bella menghela napas berat,ternyata suaminya sudah melangkah terlalu jauh,sepertinya bersikap kasar kepada Kevin bukanlah cara yang yang tepat untuk memperbaiki segalanya.
"Apa yang kamu lakukan di ruangan ku?' Bella sangat kaget saat mendengar suara Kevin yang sudah masuk keruangan nya.
Bella membuka tasnya lalu melempar beberapa gambar tepat ke wajah Kevin hingga semua gambar itu berserakan di lantai.
"Coba jelaskan apa arti semua ini mas,katakan siapa wanita itu?" Tanya Bella ,dia terlihat menahan emosinya,Kevin terdiam dia tidak bisa mengelak kali ini.
Kevin terdiam dan kali ini dia tidak bisa mengelak lagi,kali ini dia bagaikan pencuri yang kedapatan oleh pemiliknya.
"Kenapa diam mas,ini yang membuat sikapmu berubah kepadaku mas,wanita itu sudah membuatmu berubah." Ucap Bella memekik.Dia selalu tidak bisa menguasai emosinya,padahal dia sudah berjanji akan mulai lebih menahan emosi tapi semuanya sia-sia saat dia melihat gambar itu.
"Kamu sendiri yang membuatku berubah,jangan salahkan Hanna dia tidak tau apa-apa dia hannya gadis polos."
__ADS_1
"Stoppppp" Bella memotong ucapan suaminya hatinya begitu terluka saat Kevin semakin terbuka dengan wanita itu.
*** Bersambung*****