Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 82 ~ Tidak kepikiran ~


__ADS_3

Hanna hannya bisa tersenyum saat melihat Puspa yang tidak ada bosannya bercerita kepada dewa,Hanna sangat yakin jika dewa sudah sangat bosan menjawab setiap pertanyaan yang di lontarkan Puspa kepadanya.Keadaan sekarang mengingatkan Hanna beberapa bulan yang lalu saat Kevin mengajak mereka bertiga menikmati ayam goreng bersama.


"Hanna..." Tiba-tiba saja dewa mengangetkan Hanna yang sedang melamun.


"Kenapa kamu diam,apa yang kamu pikirkan,mari kita pulang,besok kamu kerja?" Tanya dewa,Hanna mengangguk,entah kenapa tiba-tiba dia sangat merindukan Kevin pria yang pernah hadir di hidupnya.


Mereka akhirnya meninggalkan tempat itu dan kembali kerumah Hanna,setelah sampai di sana kedua adik Hanna langsung masuk rumah dan masuk kedalam kamar,mereka tidak ingin menganggu kedua orang dewasa itu berbicara.


"Mas terima kasih karna sudah menemani kami malam ini."Ucap Hanna,saat itu dia ingin langsung keluar dari dalam mobil milik dewa tapi saat itu dewa langsung menarik tangan Hanna dan memeluk tubuh Hanna.


"Han,aku sangat merindukanmu,aku sudah mencoba selama beberapa minggu ini,untuk mengetahui isi hatiku,ternyata aku baru tau aku sangat mencintaimu," Ucap dewa,sedikit banyak sebenarnya Hanna sudah tau kalau dewa mencintainya tapi pengakuan dewa malam ini cukup membuatnya terkejut bahkan dia tidak tau harus menjawab apa kepada dewa.


Hanna melepaskan pelukan dewa,dia tidak ingin terpengaruh karna jauh di lubuk hatinya dia masih sangat mengharapkan Kevin sanjaya yang sudah mengajarinya arti dari sebuah cinta.


"Mas kamu sudah bisa pulang,bukankah kamu juga kerja besok,lagian tidak baik dilihat orang kita berduaan di sini,kita bukan muhrim." Ucap Hanna seketika dewa melepaskan pelukannya lalu meraih wajah Hanna dan mendaratkan ciuman dibibir Hanna.


Hanna sangat berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman dewa,hingga akhirnya dewa melepaskannya,sekilas dewa melihat wajah Hanna yang sudah merah padam menahan malu,hingga akhirnya Hanna meninggalkan dewa pergi masuk kedalam kamarnya.


[ Terima kasih sayang,aku selalu merindukanmu ]

__ADS_1


Hanna mengabaikan pesan yang dikirim oleh dewa kepadanya,dia tidak tau harus bersikap seperti apa kepada dewa,ingin sekali dia menolaknya tapi dia tidak berani karna dia sudah banyak berutang budi kepada pria itu.


Hanna menyeka bibirnya,rasanya dia cukup murahan melakukan hal yang sama dengan dua pria tampa pernikahan,tapi takdir selalu mengantarnya ke tempat yang selalu membuatnya serba sulit.


Dewa kembali ke apertemenya dengan perasaan sangat bahagia,akhirnya dia sudah berani mengutarakan isi hatinya walau dia tau Hanna masih ragu kepadanya dan bahkan dewa merasa curiga kepada Hanna yang masih menyimpan perasaan kepada pria yang sudah beristri itu.


"Jika memang Hanna masih memiliki perasaan kepada pria itu,Hanna benar-benar keterlaluan,bahkan dia nyaris kehilangan kedua adiknya karna ulah keluarga besar itu." ucap dewa,dia merebahkan tubuhnya di ranjang milik Hanna dulu.Semenjak Hanna pindah dari apertemen nya,dia juga memutuskan pindah ke kamar tempat yang biasa di tempati oleh Hanna,dia melakukan itu agar rasa rindu di hatinya kepada Hanan akan berkurang.


****


Keesokan harinya Hanna berangkat kerja seperi biasanya,dia bekerja dengan ikhlas dan menawarkan bunga-bunga segar di pinggir jalan.Hannya dia sendiri yang bekerja di toko itu dan pemiliknya mempercayakan semuanya kepada Hanna.


"Wow...Sayang bukankah dulu anakmu ini menjadi peliharaan seorang pengusaha kenapa tiba-tiba dia menjadi seorang tukang bunga,tidak kah kamu malu sayang melihat anakmu ini jualan bunga?" Tanya Hendra sambil tertawa mengejek,terlihat jelas Calista sangat malu di hadapan suaminya.


"Sayang,berikan anakmu,uang setidaknya untuk biaya mereka makan nanti,kamu tidak boleh meluapkan ketiga anakmu hahahaha,kamu memang sangat hebat sayang demi aku kamu melakukan pengorbanan sebesar ini,membuang semua anakmu."Ucap Hendra.Hanna mengepalkan tangannya rasanya dia begitu membenci pria itu,ingin sekali dia mengusir pria itu dari tokonya.


"Jika kalian tidak punya urusan denganku,silahkan kamu pergi,aku tidak punya urusan dengan kalian berdua,dan kamu, kami bertiga sudah mengikhlaskan kepergian mu,semoga hari-hari mu bahagia tampa kami,dan satu hal yang perlu kamu tau kami bahagia tampa kamu."Ucap Hanna,lalu meninggalkan keduanya diluar.Calista terlihat sangat kaget mendengarnya ucapan yang di lontarkan anak pertamanya,dia tidak menyangka Hanna bisa bersikap se dewasa ini sekarang.


"Sudahlah kamu tidak perlu merasa bersalah,kamu tidak mendengar apa katanya mereka sudah bahagia tampa kamu," Ucap Hendra lalu masuk kedalam mobilnya dan membawa istrinya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Hanna duduk disudut ruangan yang berisi bunga yang sangat banyak,perasaanya sangat sakit melihat ibunya yang benar-benar sudah melupakan mereka,bahakan sedikit pun ibunya tidak pernah menanyakan kabar mereka bertiga.Rasanya sampai hari ini Hanna tidak yakin jika dia masih memiliki ibu.


****


Semetara itu Retha sekretaris perusahan besar Domi group mengetahui masalah besar yang menimpa Kevin Sanjaya.Dia ingin memanfaatkan keadaan sulit yang menimpa Kevin dengan menggoda pria kaya itu dengan memanfaatkan wajahnya yang mirip dengan Hanna.Retha yang mengetahui cerita itu dari Doni asisten baru Kevin cukup bahagia Karna dia ingin memanfaatkan wajahnya itu.


Malam ini Retha mengundang Kevin untuk makan malam di sebuah restoran yang cukup mewah,rasanya Retha tidak bisa mempercayai semua cerita Doni kepadanya,Retha ingin membuktikannya malam ini dengan mengundang pria itu makan malam bersama.


" Silahkan dinikmati tuan,jangan sungkan anggap kita sahabat lama yang baru bertemu." Ucap Retha,gayanya yang sangat terlihat menggoda membuat Kevin merasa jijik.


"Apa yang membuatmu mengundangku malam ini?" Tanya Kevin,sekilas Retha memang sangat mirip dengan Hanna tapi semakin diperhatikan sangat banyak perbedaan diantara mereka,Hanna yang sederhana tapi menarik sementara Retha terlihat murahan dan mungkin dia juga punya tujuan tertentu makanya berani mengundang Kevin.


"Maafkan aku tuan,mungkin aku terlalu lancang mengucapkan ini kepadamu,tapi jujur semenjak pertemuan pertama dengan mu aku sudah sangat menyukaimu." Retha langsung mengungkapkan perasannya,membuat Kevin sangat kaget atas keberanian wanita itu.


"Hahaha,atas dasar apa kamu begitu berani mengungkapkan perasaanmu kepadaku,kamu tau satu hal walaupun mungkin kamu mendengar kabar jika kamu memiliki sedikit kemiripan dengan pacarku,bukan berarti aku menyukaimu,luar biasa keberanian mu malam ini mengundangku,tidak kah kamu takut tindakanmu ini bisa saja merusak kerja sama yang akan kita akan laksanakan." ucap Kevin.seketika rasa percaya diri di hati Retha hilang begitu saja,dan dia terlihat sangat malu dan ketakutan.


"Tuan maafkan sikap ku lancang aku mohon jangan beritahu kepada direkturku tuan." Ucap Retha dengan wajan memohon,sangat jauh berbeda dengan wajah percaya dirinya tadi.


**** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2