Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 78 ~ Merindukan mu ~


__ADS_3

Sudah hampir sebulan setelah Kevin melihat bayangan Hanna,sampai hari ini orang-orang suruhannya belum juga berhasil menemukan Hanna wanita pujaannya.


"Pagi tuan,Rendi dan teman-temannya ingin bertemu tuan."Ucap Doni,asisten baru yang ditarik Kevin dari perusahan cabang miliknya,dia menariknya karna dia melihat prestasi pria itu sungguh bagus dalam bidangnya.


"Untuk apa mereka ingin bertemu denganku? suruh pergi,sebelum mereka mereka menemukan Hanna,jangan pernah berharap aku mau membayar gaji mereka,dasar sialan satu orang pun tidak ada yang bisa di andalkan,hanya mencari satu gadis saja mereka tidak mampu."Sungut Kevin,tiba-tiba saja moodnya buruk saat orang-orang yang dia suruh mencari Hanna minggu lalu ingin menemuinya Tampa hasil apa pun.


"Keluar!!" Doni langsung meninggalkan ruangan Kevin Sanjaya,dia tidak ingin menjadi pelampiasan emosi dari pemilik perusahan yang sedang mengalami masa-masa sulit paskah perceraiannya dari istrinya,dan saat ini itulah berita yang diketahui oleh Doni tentang pria yang selalu diawasinya.


"Benar-benar sial,tidak mungkin aku salah orang waktu itu,aku sangat yakin jika wanita itu adalah hanna,bahkan ibunya juga mengatakan kalau Hanna masih hidup,itu artinya kemungkinan aku dan dia masih ada harapan untuk bertemu.


Hari ini Kevin sedang sibuk memeriksa laporan proyek yang akan di bawanya untuk acara meeting bersama klien barunya.Setelah selesai memeriksa,Doni dan Kevin segera berangkat ke restoran tempat dimana dia akan bertemu kliennya.


Saat hendak masuk kedalam restoran,Kevin sangat kaget saat melihat klien barunya seorang wanita,dan wanita itu benar-benar sangat mirip dengan Hanna,sekilas dia mengira jika wanita itu adalah Hanna,bahkan saat itu hampir saja dia ingin memeluknya beruntung saat itu Doni mengingatkannya.


Belum selesai wanita itu menjelaskan bentuk kerjasama mereka bahkan dia belum menandatangi surat perjanjian kerja samanya tiba-tiba Kevin meninggalkan mereka,lalu masuk kedalam mobil dan meninggalkan Doni bersama wanita itu disana.


Karna tidak ingin mendapat masalah yang besar,Kevin mengirim pesan kepada asistennya untuk membawa berkas kerja sama kedua perusahan itu ke kantornya saja,dia tidak ingin perusahaan itu menganggapnya tidak proporsional dalam bekerja.


"Sial,kok bisa mereka terlihat begitu mirip,tidak mungkin Hanna memiliki anak kembar,bahkan umur mereka saja sangat jauh berbeda itu,artinya mereka bukan saudara kembar." Ucap Kevin,dia meninggalkan Doni di restoran bersama wanita itu,karna dia takut wanita itu tersinggung kepada mereka.

__ADS_1


*****


Sementara itu di lain tempat,dewa meninggalkan perusahannya menuju rumah sakit,dia buru-buru menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini karna dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Hanna.Ini pertama mereka tidak tidur seatap setelah mereka tinggal bersama beberapa bulan ini.Saat bangun pagi tadi,dewa merasa kesepian saat tidak ada lagi yang menawarkan segala macam kepadanya,biasanya setiap paginya Hanna sudah sibuk menawarinya sarapan atau kopi kesukaannya.


"Saat dewa akan masuki kedalam mobilnya tiba-tiba saja Andi asistennya menghadangnya,


"Tuan maaf karna sudah menganggu, nyonya besar dan tuan besar sebentar lagi akan sampai dikantor,mereka baru saja kembali dari amerika dalam perjalan dinas,mereka katanya sangat merindukan tuan."Ucap Andi.


Dewa menarik napas berat,sebenarnya dia sangat malas bertemu dengan kedua orang tuanya.Hubungan mereka kurang baik,karna kedua orang tua dewa sibuk dengan bisnis dan pekerjaan mereka sebagai pejabat penting di negara ini.


Sudah biasa bagi dewa, ditinggalkan orang tuanya dari kecil.Bahkan dia pernah nyaris terjerumus kedalam lembah hitam narkoba,beruntung saat itu Nadia pacarnya membantunya untuk melewati masa sulit yang di alaminya.Tapi sayangnya hubungan mereka berakhir saat Nadia lebih memilih berkhianat dengan pria lain.


Dewa terkadang bingung kenapa kedua orang tuanya tidak memilih cerai saja daripada bertahan tapi saling membohongi.


"Kamu dari mana saja,kenapa meninggalkan kantor? tanya ayahnya yang sudah duduk di sopa,sementara tiga pengawalnya duduk berjejer tidak jauh dari mereka.


Dewa duduk di hadapan orang tuanya,dia mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan oleh ayahnya,sementara ibunya asik bermain ponsel.Ada rasa sedih di hati dewa,tapi dia sudah cukup dewasa untuk menuntut lebih kepada orang tuanya,mereka sudah hampir setengah tahun tidak bertemu,tapi sedikit pun tidak ada kehangatan dari kedua orang tuanya.


Ibunya yang selalu sibuk dengan brondong dan kariernya,melupakan dia sebagai anak yang butuh perhatian dan juga kasih sayang.

__ADS_1


"Dewa,kamu kenapa diam saja,apa kamu tidak merindukan kami,atau kamu butuh uang,atau modal papa akan memenuhi semua kebutuhanmu,papa kerja keras hannya untukmu dan demi masa depanmu."Ucap papanya,dewa sudah muak mendengar ucapan itu,dia tidak butuh uang dari mereka karna dia juga punya usaha yang bagus yang menghasilkan banyak uang.


"Aku tidak butuh uang darimu,karna aku juga punya uang yang banyak,aku membutuhkan sesuatu yang tidak bisa kalian berikan"Ucap dewa,kedua orang tuanya langsung menatap dewa,


"Katakan apa yang kamu butuhkan nak,aku akan memberikan apa pun untukmu." Ucap ibunya,dia tidak mencermati ucapkan anaknya karna dia sibuk dengan ponselnya.


"Aku membutuhkan kasih sayang kalian,jika kalian menginginkan aku bahagia,segeralah pensiun dari jabatan mu,setelah itu kita bisa bersama selalu."Ucap dewa.


"Dewa kamu sudah cukup dewasa untuk mengemis kasih sayang dari kami!" Ucap ibunya,mendengar ucapan ibunya dewa langsung bangkit dari duduknya lalu meninggalkan kedua orang tuanya,tidak ada gunanya dia berlama-lama bicara dengan kedua orang tuanya karna baginya mereka tetaplah seperti itu.


Dewa kembali ke parkiran mobilnya,lalu meninggalkan gedung perusahaan miliknya,dia sangat kecewa melihat sikap orang tuanya yang tidak pernah mengerti keinginan.Mereka selalu mengira dewa sudah bahagia saat mereka bisa memberikan semua keinginannya.Dari kecil dia sudah merasakan hidup kesepian bahkan dia besar di tangan pelayannya yang sudah meninggal lima tahun yang lalu.


Saat di rumah sakit tempat adiknya hanna di rawat dia berjalan melewati koridor rumah sakit,dari kejauhan dia sudah melihat Hanna yang sedang berjalan dia tidak tau kemana tujuan Hanna.


"Hanna,Hanna..." Hanna menoleh suara yang memanggilnya,dia tersenyum manis saat melihat dewa datang menghampirinya.


"Kamu mau kemana?


"Aku akan menebus obat untuk adikku,mungkin besok dia bisa kembali pulang,hari ini temani aku mas mencari rumah kontrakan untuk kami bertiga."

__ADS_1


*** bersambung ***


__ADS_2