
Kevin menatap Bella dengan sinis,semua sikap yang ditunjukkan Bella di hadapannya membuat Kevin semakin yakin untuk menceraikan nya,dia hanya berharap orang tuanya segera mengetahui sikap asli dari Bella calon mantan istrinya.
"Sikapmu membuatku semakin membencimu."Ucap Kevin,lalu dia keluar dari ruangannya menghindari istrinya,dia takut istrinya semakin emosi,hingga menimbulkan kekacauan di perusahaanya.Kevin keluar dari gedung perusahannya,dia sengaja keluar agar dia bisa menghindari istrinya yang semakin hari semakin menyedihkan tingkah lakunya.
Kevin memasuki sebuah cafe,dia bingung harus pergi kemana,sebenarnya pekerjaannya sangat banyak tapi karna ulah istrinya yang terus mengikutinya akhirnya dia memutuskan keluar dari kantornya ,apalagi istrinya yang selalu mencari masalah kepadanya.
Kevin mengambil ponselnya lalu memainkannya,sebenarnya dia sudah sangat merindukan Hanna,ingin sekali Kevin menemui gadis polosnya itu tapi dia takut jika orang suruhan istrinya masih mengikutinya.Kevin beberapa kali melihat seorang pria yang terus menerus mengikutinya,dia tidak tau apa tujuan Bella menyuruh orang lain untuk mengikutinya.
Saat dia sedang asik bermain ponsel tiba-tiba dua orang anak remaja memasuki cafe lalu duduk di sebelah meja Kevin.Kevin mengabaikan kedua wanita itu dan dia terus memainkan ponselnya.Kedua wanita itu berusaha mencari perhatian Kevin,mungkin Karan mereka melihat kunci mobil yang diletakkan Kevin di atas meja.
"Om,mobilnya bagus."Ucap salah seorang dari mereka,dia mengabaikan ucapan wanita itu,dia sedikit merasa terganggu Karna kedua wanita itu terus cari perhatian dengannya.Semakin lama Kevin merasa semakin tidak nyaman akhirnya dia keluar dari cafe.Saat akan masuk kedalam mobilnya Kevin di ikuti kedua wanita,
"Om mau kemana? Ikut dong,om nga pengen ni main sama kami aku yakin om akan puas menikmati permainan kami." Ucap salah seorang dari mereka,kedua wanita itu berusaha menggoda Kevin.
"Aku tidak butuh layanan dari wanita seperti kalian,bahkan pacarku jauh lebih cantik dan menggoda dari kalian berdua,minggir dari mobilku." Ucap Kevin lalu mendorong kedua wanita itu menjauh dari depan pintu mobilnya.
"Wanita sialan,masih muda tapi Sudan berani menggoda pria,aku yakin dia masih seumuran Hanna,makin rindu dengan Hanna."Ucap Kevin,lalu dia menyetir mobilnya dan pergi menuju rumah baru Hanna.
__ADS_1
Kevin memandangi rumah Hanna dari kejauhan,dia sudah tidak sanggup menahan rasa rindu kepada Hanna,dia sudah berusaha melupakan Hanna beberapa Minggu ini,tapi semua yang dia lakukan sia-sia.
Kevin melihat sekelilingnya dia takut seseorang mengikutinya,melihat suasana yang aman akhirnya dia menepikan mobilnya lalu dia membuka pagar dan memasukkan mobilnya kedalam garasi.
beberapa kali Kevin membunyikan bel rumah akhirnya Hanna membuka pintu,Hanna begitu kaget melihat Kevin sudah berdiri di depan pintu,dengan spontan dia memeluk tubuh Kevin dengan erat,Kevin sedikit kaget menerima pelukan Hanna,tapi akhirnya dia membalas pelukan Hanna.
"Apa kamu akan terus memelukku seperti ini,aku kesulitan bernapas?" Ucap Kevin menyadarkan Hanna,dengan malu-malu Hanna melepaskan pelukannya dan lalu menunduk karna dia sudah sangat malu untuk saling menatap dengan pria itu.Hanna masuk kedalam rumah,dia sudah tidak berani berbicara kepada Kevin.
"Mas,aku akan membuat kopi untuk mas."Ucap Hanna,dia hendak berlalu kebelakang tapi tiba-tiba Kevin menarik pergelangan tangannya hingga Hanna jatuh kepangkuan Kevin yang kebetulan sudah duduk di atas sopa.
"Apa kamu begitu merindukan aku?" Tanya Kevin,dia berusaha menatap wajah Hanna,tapi Hanna terus menundukkan kepalanya karna dia begitu malu untuk saling menatap dengan kevin.
Kevin sangat bahagia mendengar jawaban Hanna,dia meraih dagu Hanna lalu mendaratkan kecupan di bibir Hanna.
"Sayang aku sangat merindukanmu."Ucap Kevin,Hanna dengan malu-malu berdiri,dia merasa tidak nyaman duduk terus si pangkuan pria itu.
"Mas sebentar aku buatkan kopi ya."Ucap Hanna,Kevin menggelengkan kepala lalu dia berdiri mengejar Hanna lalu membopong tubuh Hanna dan membawanya kedalam kamar yang tidak jauh dari ruang tamu.
__ADS_1
"Mas aku mau dibawa kemana?" Tanya Hanna,Kevin tidak menjawab lalu dia membuka pintu lalu meletakkan tubuh Hanna di atas ranjang.Kevin Tampa menunggu lama langsung menindih tubuh Hanna,lalu mencium bibir Hanna,saat itu Hanna hannya memakai celana pendek dengan sangat mudah Kevin membuka seluruh pakaian Hanna dan tidak menyisakan sehelai benang pun di tubuh Hanna.
Hampir satu jam Kevin memainkan tubuh Hanna dan dia benar-benar menikmati seluruh Tubun Hanna.
"Sayang aku sangat berharap kamu hamil."
"Kamu jahat mas,jika aku hamil bagiamana dengan kedua adikku,bagiamana masa depan ku hamil tampa suami." Ucap Hanna,air matanya jatuh karna dia sangat takut menolak keinginan Kevin,pria itu sangat banyak berkorban untuknya dan kedua adiknya.
"Aku sengaja melakukannya sayang,aku ingin kamu hamil agar aku punya keturunan,aku hanya ingin anak dari rahimmu." ucap Kevin,Hanna menyeka air mata di wajahnya lalu menoleh ke arah Kevin.
"Terus bagaimana dengan istrimu mas,aku tidak mau dikatakan pelakor mas."Ucap Hanna.Kevin menyisihkan selimut yang menutupi tubuhnya lalu duduk di samping Hanna.
"Sayang aku akan bercerai dengannya,tidak akan ada satu pun pria yang tahan dengan wanita tempramental seperti itu,aku baru menyadari sikapnya baru-baru ini.Perasaanku yang dulu kepadanya sudah hilang begitu saja saat aku tau sikap buruknya itu.
Hanna hannya bisa diam mendengar ucapan Kevin,dia memang sudah sangat jatuh cinta kepada Kevin,dia tidak peduli perbedaan umur mereka,hannya satu yang selalu membuat Hanna takut benar-benar jatuh cinta kepada kevin Adah status Kevin yang masih punya istri.
"Sudahlah sayang,aku senang berharap kamu segera hamil agar aku membawamu kehadapan kedua orang tuaku,lalu merestui hubungan kita dan mengijinkan aku bercerai dengan Bella.
__ADS_1
**** bersambung****