
Hanna berjalan semakin jauh meninggalkan dewa,rasanya dia sudah tidak nyaman harus bergantung kepadanya,ingin sekali dia mencari jalannya sendiri.Saat dia berada di pintu keluar dia langsung berlari jauh meninggalkan rumah sakit,keputusannya sudah bulat untuk tidak menyusahkan pria itu lagi.
Dan pada saat itu dewa mulai sadar dan akhirnya dia membalikan badannya dan dia begitu kaget saat melihat Hanna sudah tidak bersamanya lagi,
"Kemana dia,"Dewa kembali ke belakang dan mencari keberadaan Hanna,dia berjalan mencari ke seluruh rumah sakit tapi dia tidak menemukannya lagi.Semakin lama dia mencari rasa khawatir di hatinya semakin besar apalagi Hanna seorang wanita,dia takut terjadi sesuatu kepada wanita itu.
Sementara itu Hanna berjalan terus tampa tujuan,kakinya terus melangkah dan dia sama sekali tidak tau tujuannya kemana.Saat hari semakin sore perutnya sudah mulai lapar dan kehausan sementara dia tidak punya pegangan uang sama sekali.
"Aduh..Perutku lapar."Ucap Hanna dia terus memegangi perutnya yang sudah mulai perih karna dari tadi pagi dia belum makan sama sekali.Karna dia terlalu kelelahan dia beristirahat di sebuah pohon yang tinggi di tengah sebuah taman.
Hanna memandangi setiap orang yang lewat dia berharap ada yang mengenalinya lalu membawanya pergi dari tempat itu,tapi sayang sudah lama dia duduk disana satu orang pun tidak ada yang menyapa atau mengenalinya.
"Maafkan aku tuan,bukan aku tidak berterima kasih untuk semua kebaikanmu tapi aku sudah sangat merasa tidak enak untuk semua kebaikanmu."Batin Hanna,setelah merasa baikan akhirnya dia kembali berjalan meninggalkan tempat itu.
******
Dewa menepikan mobilnya di parkiran sebuah minimarket,dia terlalu lelah sepanjang hari mencari keberadaan Hanna,dia hampir putus asa karna hari sudah mulai gelap tapi dia sama sekali belum menemukan keberadaan wanita itu.
"Dasar bodoh....entah apa yang ada dipikiran wanita itu hingga dia berani pergi begitu saja,dia pikir kota metropolitan ini kota yang baik dasar bodoh." Dewa duduk di kursi yang ada di teras minimarket,dia hampir putus asa karna belum juga menemukan keberadaan Hanna.
__ADS_1
Dewa menatap jalanan dan melihat satu persatu orang-orang yang lewat di sana dia sangat berharap ada orang yang dia cari di sana.Lama dia menunggu di tempat itu tapi orang yang dia cari belum juga dia temukan.
Dewa merasa putus asa karna malam semakin larut tapi dia belum juga menemukan keberadaan Hanna,akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke apertemenya dan melanjutkan pencariannya besok.Dewa menyetir dengan kecepatan rendah karna dia masih berharap dia dapat bertemu dengan Hanna di jalan.
Saat dia sedang asik menyetir di kejauhan dia melihat tiga orang preman sedang menganggu wanita,dia tidak bisa melihat wanita itu karna mereka mengelilinginya dan di tambah lagi keadaan jalan yang lumayan gelap sepi.Karna tidak ingin menanggung resiko karna mengurusi yang bukan urusannya dewa mengabaikan mereka dan terus menyetir.Dan saat dia sudah mulai jauh dia ingat jika pakaian yang dikenakan oleh wanita itu sama persis dengan pakaian yang di pakai Hanna waktu mereka pergi tadi lagi.
Tiba-tiba saja dewa rem mendadak mobilnya hingga suara ban mobilnya yang beradu dengan aspal terdengar jelas.Saat itu dewa bersyukur karna jalanan sepi dan sehingga dia tidak di tabrak dari belakang karna sudah rem mendadak mobilnya di tengah jalan.
"Hentikan apa yang kalian lakukan dengan wanita itu."Benar saja wanita yang di ganggu preman itu adalah Hanna,saat itu Hanna berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman para pria itu tapi dia gagal karna para preman itu menariknya dengan sangat kuat.
"Siapa kamu berani sekali kamu menganggu kami."Ucap salah satu dari preman itu,mereka menatap dewa dengan sinis karna sudah berani menggagalkan rencana mereka untuk menikmati tubuh indah Hanna.
"Lepaskan dia jika kalian tidak ingin berurusan dengan polisi karna aku sudah menghubungi polisi sebelum aku keluar dari mobilku tadi."Jawab dewa,dengan kasar pria itu mendorong tubuh Hanna,hingga terjatuh ke aspal,hingga lutut dan siku tangannya terluka.
"Tuan pria ini sepertinya pintar bela diri lebih baik kita pergi saja."Ucap temannya lagi,karan mereka semua ketakutan akhirnya mereka berlari meninggalkan Hanna dan juga dewa di tempat itu.Hanna sangat ketakutan,karna akhirnya dewa menemukannya,
"Kenapa kamu belum mau masuk kedalam mobil,atau kamu masih ingin berusaha kabur,kamu bodoh atau apa sih,kenapa berani lari jika kamu tidak punya tujuan apa pun hah.."Dewa sangat marah kepada Hanna,ingin sekali dia memaki wanita itu karna ulahnya hari ini semua jadwal meeting dan pertemuan dengan perusahaan King group harus gagal.
"Ma_maafkan aku tuan."Jawab Hanan menunduk,dia tidak berani sama sekali memandang wajah dewa,dia mengira dengan dia kabur maka semua akan selesai ternyata tindakannya tidak sesuai dengan rencananya.
__ADS_1
"Sudahlah,penyesalan mu tidak akan bisa mengembalikan semua yang hilang hari ini."Ucap dewa ketus,sebenarnya dia tidak tega membentak Hanna,tapi karna dia sangat khawatir tadi akhirnya dia melampiaskan semua emosinya.
Hanna memasuki mobil milik dewa,dia masih saja belum berani menatap wajah dewa karna pria itu masih sangat terlihat marah.
"Tuan tolong maafkan aku,!!
"Sudahlah lupakan jangan pernah ulangi lagi kesalahanmu,aku tidak marah kepadamu,cuma aku kelelahan karna menghabiskan waktuku untuk hal yang sia-sia seperti ini."Ucap dewa.Saat mereka sedang asik dalam pikiran masing-masing tiba-tiba perut Hanna berbunyi,dia cukup malu dan akhirnya dia meremas perutnya berharap dewa tidak mendengarnya.
"Kamu tidak usah menyembunyikannya aku akan membawamu ke restoran yang ada didepan sana."Ucap Dewa lalu menyetir mobilnya memasuki restoran yang cukup mewah itu.
Hanna dan dewa masuk kedalam restoran,lalu duduk dan memesan makanan,wajah Hanna terlihat sangat lelah.
"Tuan aku ke toilet sebentar."Ucap Hanna,dewa mengerutkan keningnya dia takut Hanna kembali kabur akhirnya dia menemani Hanna menuju toilet.
"Untuk apa tuan menemaniku,aku tidak akan kabur lagi karna aku tidak punya tujuan maafkan untuk kecerobohan ku tadi."Ucap Hanna sambil memutar badannya melihat dewa,dan saat itu
"brakkk....."Dia menabrak seorang wanita,dia terlalu pokus melihat dewa hingga dia tidak melihat wanita yang berjalan ke arahnya.
"Dasar manusia tidak punya otak,pakai mata kalau jalan."Wanita itu langsung memaki Hanna dan saat Hanna menegakkan kepalanya Calista sangat kaget melihat Hanna berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Hanna,kamu masih hidup? benarkah kamu Hanna?"
*** bersambung****