Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 63 ~ Mengingat semuanya ~


__ADS_3

"Tenang sayang kita nikmati permainan ini,aku tau kamu juga sangat menginginkan belaian seorang pria,dan disini aku siap memberikan kenikmatan kepada mu."Ucap Hamdan,mereka terlihat sangat menikmati jalanan yang sangat memanjakan mata.


"Yang terpenting itu kita pintar bermain jangan sampai mama dan suamimu tau permainan kita."Ucap Hamdan kembali sambil membisikkan ke telinga Bella,dan saat itu Bella merasa merinding saat Hamdan meniup telinganya.


Tangan Hamdan semakin menelusuri paha Bella,ingin sekali Bella mendesah karna sudah tidak tahan,tapi dia menahannya dengan menggigit bibirnya,dan hal itu membuat Hamdan tidak bisa menahan hasratnya.


"Mang,bisakah kita semakin mempercepat laju mobilnya,soalnya klien ku sudah menunggu di puncak."Ucap Hamdan,dia tidak sabar lagi untuk sampai di sana dan menikmati tubuh Bella menantunya.


"Baik pak."Jawab supir,setelah itu dia melaju dengan kecepatan tinggi atas permintaan pria yang memakai jasanya.


Setelah sampai di puncak,Bella dan Hamdan masuk ke sebuah hotel yang sangat mewah di sana mereka dengan bebas saling memacu dalam kenikmatan,******* demi ******* terdengar di dalam kamar yang membuat suasana semakin panas.


Setelah mereka mengakhiri permainan satu ronde,mereka tidur tampa sehelai benang pun,dan tubuh mereka berdua hannya di tutupi selimut.


"Bagaimana,siapa yang paling hot aku atau Kevin?" Tanya Hamdan Tampa malu sedikit pun,dan bella menanggapinya dengan senyuman yang sangat menggoda.


"Jelas kamu lah sayang,kamu sangat pandai membuatku terbang sampai ke langit ketujuh,dulu bersama Kevin aku sangat malas melayani nya karna dia tidak sehebat kamu,dia bermain sangat kasar dan tidak memikirkan pasangannya."Ucap Bella,membuka aib rumah tangganya kepada papa mertuanya sendiri.


Mendengar ucapannya Hamdan merasa sangat bangga sebagai seorang pria,dia sudah lama tidak bermain dengan istrinya karna istrinya sudah mulai tua dan tidak menarik lagi.


Bella beranjak menuruni ranjang,dia yang hannya memakai ligerie tipis berdiri di depan jendela sambil memandangi keluar,dalam hidupnya dia tidak pernah menyangka jatuh kedalam pelukan mertuanya,harus dia akui kehebatan mertuanya sanggup mengalihkan perasaanya yang sedang terpuruk beberapa bulan ini.

__ADS_1


*****


Sementara itu di lain tempat Hanna sedang membersihkan semua ruangan apertemen,dia yang bertanggung jawab untuk semua kebersihan ruangan itu walaupun dewa tidak memaksanya.Setelah semuanya bersih akhirnya dia istrahat dan selonjoran di atas sopa,


"Kenapa wanita kemarin bisa kenal denganku,Memeng aku akui sepertinya wajah wanita itu sangat familiar,tapi untuk saat ini aku tidak mau mengikuti orang yang hannya mengaku-ngaku."Ucap Hanna.Melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul enam sore akhirnya dia bergegas untuk mandi,dia merasa seluruh tubuhnya sangat lengket mungkin karna hari ini terlalu banyak berkeringat.


Saat Hanna memasuki kamar mandi tiba-tiba kakinya menginjak tumpahan sabun yang ada di lantai hingga akhirnya


"Braakkk,auhhh....sakit..." Tiba-tiba Hanna jatuh di kamar mandi dan kepalanya terbentur kelantai hingga akhirnya dia tidak sadar kan diri.


Sementara itu dewa yang sedang terjebak macet di jalan terus mengoceh karna dia sangat kesal karna kemacetan yang begitu panjang.


" Entah apa yang dilakukan pemerintah hingga menyelesaikan urusan kemacetan saja tidak mampu,makan gaji buta saja mereka."Sungut dewa.Setelah menunggu beberapa jam akhirnya dia bisa melewati kemacetan yang sangat parah.


Dewa kembali ke apertemen setelah dia menerima pesanannya dari pelayan restoran,entah apa yang membuat perasaanya sangat senang hari ini.


"Hanna,aku pulang."Dewa memanggil Hanna,yang tidak muncul seperti biasa menyambutnya,biasanya saat dia datang Hanna akan menawarkan berbagai macam kepadanya,tapi hari ini wanita itu tidak muncul bahkan seluruh ruangan terlihat sangat sepi.


"Hanna....Han,kamu dimana?"Ucap dewa,dia mulai khawatir dan takut jika Hanna kembali meninggalkan dia.Dia berjalan ke kamar lalu membuka pintu tapi dia tidak menemukan siapa pun,


"Kemana sih dia,apa dia kabur lagi?" Ujarnya lalu mencarinya ke belakang tapi tempat itu juga kosong,dewa kembali keruang tamu dengan perasaan putus asa,

__ADS_1


"Kenapa dia harus selalu kabur,apa aku terlalu jahat menurutnya hingga dia selalu meninggalkan aku begitu saja."Ucap dewa lalu menjatuhkan tubuhnya ke atas sopa dengan perasaan kesal.


"Dasar sialan."Ucap Dewa,sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,saat itu dia merasa ingin ke kamar mandi dengan langkah gontai dia berjalan menuju kamar mandi,pada saat dia sampai di sana betapa kagetnya dia melihat Hanna yang sudah tertidur di lantai.


"Hanna.....Han...Bangun apa yang terjadi kepadamu Han."Dewa sangat ketakutan melihat tubuh Hanna yang sudah kaku dan wajahnya sangat dingin,tanpa pikir panjang dia mengangkat tubuh Hanna dan membawanya kedalam kamarnya.


"Hanna bangun,aku mohon apa yang terjadi denganmu."Ucap dewa sambil mengguncang tubuh Hanna,dia bingung untuk melakukan pertolongan untung saat itu dia melihat kotak p3k lalu mengambil minyak kayu putih dari dalam dan mengolesi ke hidung Hanna.


Dewa membungkus tubun Hanna dengan selimut lalu memakaikannya kaos kaki,agar tubuhnya kembali hangat.Setelah itu dewa berjalan menuju dapur lalu mengambil segelas air panas.


"Han,bangunlah jangan buat aku takut."Ucap dewa,saat dia sudah kembali duduk di samping hanna,dia menatap wajah Hanna yang masih terlihat pucat.Dewa terus memandangi Hanna,ada sedikit rasa nyaman di hatinya saat berada di samping wanita itu,sudah hampir beberapa bulan ini Hanna menemaninya dia harus mengakui kedatangan Hanna kedalam hidupnya membuatnya merasa lebih hidup dan bersemangat.


Tiba-tiba saat dewa menggenggam tangannya dan memandangi wajah Hanna,tiba-tiba saja Hanna membuka matanya dan dia sangat kaget saat melihat seseorang yang di ranjang bersamanya,dia langsung membuka tangannya dan mendorong tubuh dewa,


"Siapa kamu,kenapa aku bisa disini dimana kedua adikku."Ucap Hanna lalu membuang selimut yang ada di tubuhnya dan tiba-tiba dia meringis kesakitan.


*Auhh....Kepala ku sakit,tolong aku."Ucap Hanna,dia duduk di lantai sambil memegangi kepalanya yang sangat kesakitan.Saat itu dewa langsung meraih tubuh Hanna dan membawanya keluar dari apertemen,dia begitu khawatir dengan keadaan Hanna.


"Sakit....Kepalaku sakit sekali,"Hanna terus meringis kesakitan hingga membuat dewa semakin takut dan dia menyetir dengan kecepatan sangat tinggi.


"Sabar Han,aku sudah membawamu ke rumah sakit,jangan takut semuanya pasti baik-baik saja."Ucap dewa,dia meraih tangan Hanna sebelah dan menggenggam nya dengan erat.

__ADS_1


*** Bersambung****


__ADS_2