
Dewa membawa Hanna memasuki sebuah cafe,dia ingin bicara serius kepadanya,rasanya sangat berat hatinya melepaskan Hanna keluar dari apertemen nya,setelah sekian lama mereka tingal bersama walaupun sebenarnya sedikit pun dia tidak pernah berpikiran kotor kepada Hanna.
"Hanna,apa yang kamu katakan tadi,kamu mau kalian mengontrak diluar,sana menurutmu apertemenku kurang besar untuk menampung kalian bertiga?" Tanya Dewa,dia menatap Hanna dan menunggu jawaban dari wanita itu.
"Tuan....Sebelumnya aku sangat berterima kasih kepadamu,karna selama ini kamu sudah menjagaku bahkan sudah membantuku untuk mencari kedua adikku,dan aku sangat berterima kasih karna sudah merawat ku dengan baik,aku tidak tau apa yang terjadi jika kamu tidak menolongku tuan,tapi.." Hanna menghentikan ucapannya rasanya dia sangat tega melihat perubahan di wajah Dewa.
"Tapi apa Hanna,apa menurutmu ada yang kurang dari semua sikapku selama ini kepadamu hingga kamu ingin mengontrak."Ucap Dewa,dia menghela napas berat rasanya sangat sulit menerima jika Hanan tetap pada keputusannya untuk pindah kontrakan.
"Tuan,maafkan aku,ini sudah menjadi keputusanku,aku ingin mencari pekerjaan setelah ini dan menyekolahkan kedua adikku,Lisa sudah kelas dua SMA,dia sudah remaja,aku ingin menunjukkan contoh yang baik kepadanya."Ucap Hanna,dia menunduk karna tidak tega melihat wajah Dewa.
"Memangnya kalau dia dewasa kenapa? memangnya kita pernah melakukan sesuatu yang di langgar agama,tidak kan,aku tidak tega melepaskan kalian di luar sana," ucap dewa kembali.
Setelah menjelaskan secara rinci kepada dewa,akhirnya dia luluh juga,walaupun sebenarnya sangat berat hatinya melepaskan mereka,tapi dia sangat mengagumi sifat yang dimiliki oleh Hanna,sangat jarang di jaman sekarang ini seorang wanita tau pria kaya mau melepaskannya,dia dengan suka rela bahkan mau menderita dilayar sana asal jangan menjadi beban bagi orang lain.
"Baiklah kalau begitu han aku tidak bisa menahan mu,kalau keputusanmu sudah bulat,aku akan membatu mencari rumah untukmu,dan juga membantu kedua adikmu masuk sekolah.Satu lagi kamu tidak boleh melarang ku,jika ingin mengunjungimu,dan ayo kita beli ponsel untukmu,sudah lama aku ingin membelikan mu ponsel tapi aku selalu lupa."Ucap Dewa.Setelah Dewa membayar semua tagihannya mereka pergi kesebuah counter ponsel yang tidak jauh dari sana.
"Kamu maunya yang seperti apa?" Tanya Dewa,beberapa wanita seksi yang menjaga toko itu sedikit iri kepada Hanna karna dia bersama dengan pria incaran mereka.
__ADS_1
"Mau beli yang seperti apa mas?" Tanya seorang pelayan,tatapannya menggoda,tetapi Dewa tidak peduli karna Wanita seperti itu sudah biasa dia temukan.
"Han,kamu mau yang ini?" Tanya dewa menunjuk ke arah ponsel keluaran terbaru,Hanna menggeleng,dia tidak mau menerimanya karna baginya dia tidak butuh yang mewah dia ingin yang biasa saja.
"Aku mau yang ini saja,"
"Benaran kamu mau yang itu,nga mau memilih yang lain?" Tanya dewa,Hanna kembali menggeleng,akhirnya mereka membeli ponsel,seharga dua jutaan.
Setelah membeli kartu dan berbagi nomor mereka,pergi mencari rumah,Hanna menginginkan rumah yang dekat dengan sekolahan agar kalau Lisa dan puspa sudah kembali masuk sekolah mereka tidak perlu membuang uang untuk membayar ongkos.
"Bagaimana Han,kamu suka dengan rumah ini,tidak kah ini terlalu kecil untuk kalian bertiga?" tanya Dewa,Hanna mengangguk yang artinya dia menyukai kontrakan itu.
"Aku sangat menyukai kontarakan ini tuan,nanti aku bisa mencari kerja disekitaran sini,dan kedua adikku juga tidak perlu buang uang untuk bayar ongkos,satu yang kuinginkan aku tidak ingin punya tetangga yang suka mengurusi orang lain."Ucap Hanna,mantap.
"Nga usah peduli omongan orang ,bagaimana kalau kita beli mobil untukmu, supaya kalau nanti kamu keluar atau mau pergi kemana saja kamu tidak sibuk menunggu taksi." Dewa menawarkan sesuatu yang sangat berlebihan bagi Hanna,rasanya tidak bisa di bayangkan kalau dia mengendarai mobil.
"Nga perlu mas,aku punya rumah seperti ini saja rasanya aku sangat bahagia."Ucap hanna.Saat Hanna sedang membersihkan semua ruangannya serta memeriksa kerusakan jika ada,Dewa menemui pemilik rumah,Sebenarnya pria itu tidak menjual rumah itu,tapi karna dewa menawarkan harga yang sangat tinggi pria itu langsung setuju dan menerima pembayarannya lewat aplikasi.Setela semuanya selesai,dewa menerima surat-surat rumah itu,dewa kembali menemui Hanna yang masih sibuk membersihkan rumah itu.
__ADS_1
"Han,kalian sudah bisa tinggal disni semoga kalian nyaman tinggal di rumah ini."Ucap dewa.Hanna sangat bahagia hari ini.Setelah beberapa bulan dia dan adiknya terpisah kini mereka kembali tinggal bersama di rumah yang sederhana dan kembali berjuang seperti dulu.Rasanya dia sudah tidak sabar ingin membawa kedua adiknya kerumah ini.
"Tuan,pembayarannya gimana,apa aku harus membayarnya setiap bulan sekali." Tanya Hanna,Karna tidak ingin Hanna tau dia sudah membeli rumah itu,dia takut Hanna terus merasa berutang budi akhirnya dewa harus berbohong.
"Aku sudah membayarnya satu tahun ini,lebih baik kamu pokus untuk mencari kerja dan mengurus kedua adikmu,kamu tidak perlu lagi memikirkan tentang rumah."Jawab dewa berpura-pura.
"Harusnya tidak perlu tuan,nanti kalau aku ada uang aku akan membayarnya kepada tuan."Ucap hanna.Dewa mengangguk,kepada Hanna.
Setelah semuanya bersih dan pembayaran sudah dilakukan Hanna dan dewa kembali kerumah sakit untuk menjemput kedua adiknya karna hari ini Puspa sudah bisa kembali.Kakinya yang sempat patah ringan sudah kembali sembuh.
Mereka berhenti di lampu merah,Hanna menatap keluar,saat itu matanya tertuju ke sebuah mobil yang sangat di kenali nya,Hanna cukup terkejut saat itu,karna dia takut pemilik mobil itu melihatnya akhirnya dia menutup kaca mobilnya.Beruntung saat itu lampu hijau langsung menyala,dan mereka pergi dari tempat itu.
Walaupun Hanna tidak bisa memastikan siapa yang membawa mobilnya,tetapi rasa terkejut itu masih ada,jauh di dalam lubuk hatinya ingin sekali dia melihat wajah Kevin walau hannya sebentar untuk mengobati rasa rindu yang dipendamnya selama ini di dalam hatinya.Dia sudah berjanji di dalam hatinya kalau dia akan tetap bersembunyi dari kehidupan Kevin,tapi sayang hati dan mulutnya sangat jauh berbeda.
"Kenapa dengan wajahmu,apa yang terjadi kenapa tiba-tiba wajahmu pucat." Tanya dewa,seketika Hanna salah tingkah.
** bersambung***
__ADS_1