Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 41 ~ Maaf aku tidak bisa ~


__ADS_3

Kevin menghela napas berat,dia sebenarnya merasa tidak tega melihat wajah mamanya yang sangat berharap kepadanya tapi sayang,tidak ada lagi cinta yang tersisa dihatinya untuk Bella.Bukan karna adanya Hanna,sama sekali bukan,tapi karna memang dia sudah sangat lelah dengan keegoisan dan keangkuhan Bella selama mereka bersama.


"Maafkan Kevin pa.ma,sebenarnya aku sangat berat mengatakannya ini,tapi mau gimana lagi perasaanku sudah tidak ada untuknya ma,sekali lagi maafkan Kevin ma."Ucap Kevin mantap.Nadia langsung lemas mendengar ucapan Kevin,dia tidak menyangka Kevin benar-benar dengan ucapannya bahkan sampai dia memohon pun Kevin masih mengabaikannya.


"Pa...Kita pulang,sepertinya kita gagal menjadi orang tua,dia lebih mementingkan wanita ini dari pada kita sebagai orang tua sudah membesarkan dan mendidiknya." Jawab Nadia,lalu dia berdiri dan menarik lengan suaminya,mereka bergegas meninggalkan ruangan itu.Saat mereka hampir sampai di pintu Hamdan papanya menoleh ke arah Kevin yang masih berdiri disana.


"Vin,pikirkan ucapan mamamu,jangan terlalu egois,papa menunggu jawaban mu besok."Ucap Hamdan,lalu bergegas keluar dan pergi meninggalkan rumah yang ditempati Hanna.


Saat kedua orang tua Kevin meninggalkan rumahnya,Hanna menjatuhkan diri diatas sopa,rasanya dia enggan untuk memulai obrolan dengan pria yang sudah menempatkannya dalam banyak masalah.


"Hanna,maafkan kedua orang tuaku."


"Tidak ada yang perlu di maafkan mas,kenyataannya semua ucapan mereka memang betul,apa yang kamu harapkan dari wanita sepertiku,mas kamu tau nga kamu sudah membuat banyak masalah dalam hidupku aku kesal tau nga?" Ucap Hanna dengan nada tinggi,Kevin menatap heran kepada Hanna karna sudah berani membentaknya walau dia tau nadanya tidak pantas untuk marah.


Hanna berlari kedalam kamarnya disana dia menagis sesenggukan,dia sangat sakit hati dengan semua ucapan mamanya Kevin.


"Aku minta maaf ya Han,aku tidak berniat membuatmu dalam keadaan seperti ini,aku jujur saja perasaanku memang sudah tidak ada lagi untuk Bella,bagaimana bisa aku memaksa perasaanku jika memang cinta sudah tidak ada lagi untuknya." Ucap Kevin,dia mengelus rambut Hanna,sementara Hanna terus menangis.

__ADS_1


"Jangan sentuh aku,pergi....Aku nga mau melihatmu disini pergi kamu,hu..hu..hu..huu" Bella menagis sesenggukan,Kevin hanya bisa menghela napas panjang,dia harus bisa maklum dengan sikap Hanna yang terkadang bisa berubah sepeti anak-anak.


Kevin meninggalkan Hanna yang masih menagis,dia bingung untuk membujuk Hanna,akhirnya dia keluar dari kamar dan mengambil berkas lalu pergi dari rumah .Rencanaya dia akan kembali nanti saat Hanna mulai merasa baikan.


*****


Kedua orang tuan Kevin sampai di rumah dengan wajah kesal,hari ini mereka gagal untuk membujuk Kevin untuk tetap mempertahankan rumah tangganya.


"Mama sangat kesal papa,bagaimana bisa Kevin bisa sekeras itu sekarang,kayak bukan anakku sikapnya sekarang."Sungut Nadia,dia mendaratkan bokongnya di sopa dengan wajah masam.


"Ma,pa apa kalian berhasil membujuk Kevin untuk tidak menggugat cerai aku?" Tanya Bella,dia berjalan mendekati kedua mertuanya,Nadia terlihat kaget dengan pertanyaan yang di lontarkan Bella kepadanya,sementara mereka tidak memberitahu apapun kepada Bella.


"Maaf Bella,kami tidak berhasil membujuk Kevin,kami gagal Bella."Jawab papa mertuanya,dia menghela napas panjang,dia orang yang paling tidak menginginkan perceraian mereka.


Mendengar jawaban mertuanya,tiba-tiba Bella merasa tubuhnya sangat kaku,rasanya sangat sulit baginya untuk menerima kenyataan ini,bagaimana mungkin dia kehilangan pria yang dulu sangat mencintainya,bagaimana mungkin dia kehilangan pria yang memberikan apa pun yang dia inginkan.Air mata Bella tidak bisa lagi di bendung nya akhirnya pertahanannya kandas juga dia menagis untuk semua yang di alaminya saat ini.


Bella meninggalkan kedua mertuanya diruang tamu tampa ucapan apa pun,dia kembali kedalam kamarnya.Sementara kedua mertuanya hannya bisa terdiam,mereka tidak tau harus melakukan apa lagi untuk membujuk anak mereka.

__ADS_1


"Papa,aku malu kepada keluarga Bella nantinya,mereka sudah menitipkan Bella kepada kita dulu,kepada anak kita,jika mereka tau kenyataanya Kevin yang sudah selingkuh dan merusak pernikahan mereka kita harus bagaiman pa?" Tanya Bella,Hamdan terlihat berpikir sejenak,dia juga tidak tau harus bagaimana mengahadapi masalah rumah tangga anaknya.


"Ma,aku ada ide sini aku bisikkan." Ucap Hamdan,dia membisikkan sesuatu ke telinga istrinya.


"Bagus juga ide papa,mungkin jika nanti kita memisahkan mereka,cepat atau lambat Kevin akan melupakan wanita itu,dia bertahan dengan keputusannya itu karna mereka setiap saat bertemu."Ucap Nadia,bibirnya terlihat menyunggingkan senyum jahat,lalu dia pergi menemui Bella di kamarnya.


"Bagiamana Bella,apa kamu setuju dengan rencana kami,semua akan berjalan sesuai rencana kita,wanita itu hannya orang miskin,bahkan kedua orang tuanya sudah membuang mereka jadi tidak akan ada orang yang mencarinya walaupun dia hilang nantinya."Ucap Nadia.Bella langsung tersenyum lalu menyeka air mata yang membasahi wajahnya.


"Mama,papa akan melakukan itu untukku ma,terima kasih ma,kalian adalah mertua terbaik yang pernah aku lihat." Ucap Bella.Dia memeluk Tubun mertuanya,saat mertuanya membisikkan sebuah rencana untuk menyingkirkan Hanna dari kehidupan Kevin suaminya.


****


Calista menunggu Kevin di depan gedung perusahaanya,saat itu Kevin baru saja kembali dari melakukan meeting penting diluar.


"Mas,lihat bukankah itu Kevin Sanjaya pemilik perusahaan ini?"Tanya Calista sangat antusias,lalu tampa menunggu jawaban suaminya dia turun dari mobil lalu berlari mendekati mobil Kevin yang akan masuk kedalam gedung mewah itu.Calista menghadang mobil mewah milik Kevin,hingga dua orang security berlari mendekati Calista lalu menarik wanita itu agar meminggir karna mobil tuan mereka akan masuk.


"Lepaskan aku,kalian jangan menganggu ku,aku ingin bertemu dengan Kevin Sanjaya karna aku punya bisnis dengan pria itu."Ucap Calista tidak sabar.Sementara itu Hendra sangat puas melihat keberanian Calista menemui pria yang sangat kaya itu.

__ADS_1


**** Bersambung****


__ADS_2