
Hanna bergegas berlari kecil menuju pintu,walaupun dia merasa bingung dengan orang yang mengunjunginya pagi-pagi sekali.Hanna membuka pintu dan dia sedikit terkejut melihat dua pasangan suami istri sudah berdiri di depan pintu.
Nadia langsung menerobos masuk kedalam tampa ucapan apa pun hingga membuat hanna sedikit terdorong,Hanna sedikit bingung dengan orang itu seingatnya istri istrinya Kevin tidak setua itu lagian dia juga ada suami.Walupun dia bingung dia tetap mengikuti langkah kedua suami istri itu,lalu mereka duduk di sopa dan hanna berdiri mengikuti mereka.
"Nyaman tinggal dirumah semewah ini,bahagia dilayani para pelayan,bahagia menikmati penghasilan suami orang."Ucap Nadia penuh emosi,dia terlihat sudah emosi tapi dia berusaha untuk bersikap lebih elegan,dadanya naik turun karna mungkin menahan emosi dihatinya.
"Ma_maksud nyonya." Hanna sangat gemetaran bahkan dia tidak tau harus menjawab apa kepada Nadia.
"Kamu pura-pura bodoh,pria yang sudah memberikan segala kemewahan untukmu adalah anakku,dan suami dari menantuku."
"Brakk...,ini uang,dan ini cek,silahkan tulis seberapa banyak yang kamu inginkan tetapi tinggalkan anakku."Ucap Nadia,dia menatap Hanna yang terus menunduk,Hanna tidak tau harus bersikap seperti apa menghadapi orang-orang luar karna dia memang terlalu muda untuk menghadapi masalah seperti ini.
"Kenapa diam,kamu tidak punya mulut,bawa kedua adikmu dari kota ini,dan pergilah sejauh mungkin,jangan menganggu rumah tangga anakku,masih kecil sudah berani merebut suami orang,manusia macam apa kamu."Ucap Nadia,dia menatap Bella dengan sangat sinis,rasanya ingin sekali dia menghajar wanita itu tapi dia sedikit ragu jika sampai Kevin mengetahuinya.
"Ma_maafkan aku nyonya,aku tidak bermaksud merayu taun Kevin tapi,
"Diam...Kamu tidak perlu menjelaskan apa pun,semua yang kamu nikmati ini sudah bisa membuktikan jika kamu bukan wanita baik-baik.Wanita mana yang mau kepada pria yang sudah punya istri kalau bukan karna uangnya,kamu mau mengelak lagi iya...."Nadia memotong ucapan Hanna,dan langsung membentaknya dengan ucapan yang sangat menyedihkan.
__ADS_1
"Apa ibumu yang seorang pelakor itu mengajarimu untuk menjadi pelakor juga?" Tanya Nadia,Hanna menegakkan kepala lalu menatap Nadia,
"Nyonya saya memang salah tapi tolong jangan bawa-bawa nama ibuku."Ucap Hanna,dia sangat tersinggung saat Nadia menghina ibunya juga.Hanna menggeser uang itu ke arah Nadia lalu
"Nyonya ambil uang ini,aku tidak membutuhkannya,aku juga akan keluar dari rumah ini."ucap Hanna.Nadia terdiam dia tidak bisa berkata-kata sementara Hamdan hannya bisa diam dan menjadi pendengar saat istrinya berbicara kepada wanita yang sudah menjadi duri di rumah tangga anaknya.
******
Kevin menyetir pagi-pagi ingin berangkat kerja,dia sangat kesal di dalam mobil karna dia terjebak kemacetan,dia sangat menyesal karna sudah menyetir sendiri hari ini,tapi karna Sambo juga ada dinas diluar kota menggantikannya dia hannya bisa mengeluh.
"Entah kenapa harus sekarang si Mamad cuti,ini sudah hampir jam sembilan tapi posisiku masih disini."Sungut Kevin.Tiba-tiba Kevin mengingat sesuatu
Kevin sangat kaget saat di halaman rumah milik Hanna terparkir mobil orang tuanya,Kevin bergegas turun dari mobil,bahkan sampai dia memasukkan mobil itu kedalam halaman,dia berlari memasuki rumah.
"Mama.....Apa yang kalian lakukan disini?" Hanna dan juga kedua orang tuanya sangat kaget mendengar teriakan Kevin,secara bersamaan mereka menoleh ke arah suara itu.
"K_kevin,untuk apa kamu datang kemari pagi-pagi? bukan kah seharusnya kamu kekantor?" Tiba-tiba Nadia berdiri,dia sangat kaget melihat kedatangan anaknya kedalam rumah itu,apalagi saat Kevin melihat cek dan segepok uang yang berada di atas meja.
__ADS_1
"Aku bertanya apa kalian lakukan dirumah ini,dan itu untuk apa kalian memberikan Hanna uang?" Kevin menodongkan beberapa pertanyaan kepada orang tuanya,Kevin semakin mendekat ke arah mereka.
"Ini demi kebaikanmu Kevin,mama tidak ingin melihat rumah tanggamu hancur,mama ingin yang terbaik untukmu."Jawan Nadia,dia ingin meraih tangan Kevin tapi pria itu langsung menepis tangan ibunya.
"Kalian terlalu egois menjadi orang tua,ma..pa,aku bukan anak kecil lagi,aku tau pa mana yang terbaik untukku,dan saat ini Bella bukan yang terbaik ma." Jawab Kevin merendahkan nada suaranya.
"Kevin,Bella seorang wanita yang berkelas,dia seorang dokter yang hebat,apa kurangnya dia,terus apa yang kamu harapkan dari wanita yang tidak punya pendidikan seperti dia?" Ucap Nadia,lirih rasanya dia sangat tidak terima jika memang Kevin lebih memilih Hanna dari pada Bella.
"Apa artinya pendidikan tinggi,apa artinya sekolah hebat,jika dia tidak punya attitude yang baik sebagai wanita,bahkan dia tidak tau cara menghargai imamnya hanya karna dia seorang wanita yang hebat,aku tidak butuh itu semua,seandainya saja dia bisa menghargai ku sedikit saja sebagai suami mungkin aku akan mempertimbangkannya,mama sudah lihat bagaimana arogan nya dia sebagai wanita saat menghajar Hanna di mall kemarin tentu mama,papa sudah melihatnya kan."Kevin meluapkan semua rasa kesal dihatinya saat mengingat semua kelakuan Bella.
"Semua wanita akan melakukan itu Vin,saat ada wanita lain yang mencoba merebut suaminya."Jawab Nadia,dia terus membela menantu hebatnya itu.
"Bukankah dia seorang yang berpendidikan kenapa dia harus mempermalukan dirinya sendiri,jika dia tidak melakukan hal memalukan seperti itu mungkin perasaanku akan kembali kepadanya tapi apa,dengan bangganya dia memamerkan sikap buruknya di hadapan semua orang bahkan seluruh masyarakat di negara ini tau betapa bobroknya mentalnya jadi seorang orang wanita ."
Nadia dan suaminya terdiam mendengar ucapan Kevin,bahkan Nadia menghela napas berat,rasanya sangat sulit baginya untuk menyadarkan anaknya yang sudah tergila-gila dengan bocah ingusan yang tidak punya apa pun,dia menatap ke arah Kevin yang masih terlihat marah.
"Vin,mama mohon berikan sekali lagi kesempatan kepada Bella,kami mohon jangan permalukan papa,mama,kamu tega mempermalukan kami,aku tau kamu anak yang baik dan juga suami yang baik,setiap orang itu pasti pernah melakukan kesalahan,tapi jika kamu memberinya satu kesempatan saja mama yakin dia bisa berubah,jika dia tetap dengan sikapnya mama tidak akan ikut campur lagi suatu saat nanti" Wajah Nadia,menatap sendu ke arah kevin.
__ADS_1
****bersambung****