
Calista mengorbankan harga dirinya di hadapan Kevin,dia tidak peduli apa tanggapan pria itu kepadanya tapi demi perusahan suaminya dia rela melakukan apa pun.
"Untuk apa kamu mengikuti ku,apa belum cukup kemarin aku menjelaskan kepadamu."Tanya Kevin,dia menatap sinis kepada Calista yang sudah menunduk di hadapannya.
"Tuan tolong bantu aku kali ini saja,jika perusahan milik suamiku sudah bisa normal kembali maka aku akan mengikuti semua keinginan mu."Ucap Calista.Kevin tersenyum sinis kepada calista dia tidak menyangka wanita itu begitu gigihnya bahkan mengorbankan harga dirinya demi perusahan pria yang begitu dicintainya.
"Hahaha..Kamu terlalu polos nyonya,apa kamu pikir setelah aku membantumu dan suami mu kembali jaya dia akan setia denganmu,haha sadar dirilah nyonya,tidak akan ada pria yang mau setiap kepada ibu durhaka sepertimu,mungkin sebentar lagi kamu akan merasakan yang namanya karma karna kamu telah membuang anakmu,kamu lebih hina dari pada binatang diluar sana."Ucap Kevin.Wajah Calista langsung memerah saat mendengar ucapan Kevin,rasanya kata-kata itu bagaikan pisau menusuk jantungnya.
"T_tuan,aku tidak peduli apa penilaian tuan denganku,tapi untuk saat ini aku benar-benar sangat membutuhkan bantuan tuan."Ucap calista dia benar-benar membuang harga dirinya demi sebuah bantuan yang dia inginkan dari pria itu.Dan hal itu membuat Kevin semakin jijik dan muak melihat wanita itu,rasanya ingin sekali dia menghancurkan wanita itu.
"Baiklah aku akan pikirkan dan akan segera menyuruh asistenku menemui suami mu."Ucap Kevin.Setelah mengucapkan kata-katanya dia segera berjalan memasuki mobilnya.
"Tuan aku mengucapkan banyak terima kasih kepadamu,semoga kamu bisa segera menikahi anakku."Jawab Calista.Kevin menghentikan langkahnya lalu menatap sinis ke arah Calista.
"Kamu belum tau jika ketiga anakmu sudah meninggal."Ucap Kevin.Dia sengaja membohongi wanita itu dia ingin melihat reaksi wanita yang sangat menjijikkan itu.
"A_apa...Maksud tuan Hanna,Lisa dan Puspa anakku meninggal kok bisa,itu tidak mungkin beberapa bulan yang lalu mereka masih baik-baik saja,tuan pasti berbohong."Ucap Calista,dia terlihat sangat kaget mendengar kabar yang diberikan Kevin kepadanya.
__ADS_1
"Sudahlah kamu tidak perlu berpura-pura kaget,bukankah kamu sudah tidak peduli dengan anak-anakmu,reaksi mu membuatku sangat jijik,aku paling jijik melihat wanita munafik sepertimu."Ucap Kevin lalu masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Calista yang masih terlihat syok disana.Kevin melihat Calista yang terduduk di atas tanah,mungkin dia masih sangat syok dan kaget mendengar kabar yang diberitahu nya.
"Wanita menjijikkan." ucap Kevin.Calista tidak bisa mempercayai ucapan pria itu,
"Aku yakin dia berbohong,tidak mungkin Hanna meninggal,apa yang membuat mereka meninggal sementara selama ini mereka hidup dengan nyaman bersama pria seperti dia,pria itu pasti berbohong,Iya dia pasti berbohong."Ucap calista,dia berusaha menghibur dirinya sendiri.
*****
Sementara itu di apertemen milik dewa,Hanna terlihat sedang menonton sambil menikmati kacang,dia sedang menunggu dewa kembali pulang ke apertemen setelah dia pergi bekerja dari pagi.Tidak lama orang yang ditunggunya akhirnya tiba,
"Selamat datang tuan apa anda butuh sesuatu?" Tanya Hanna,dewa memberikan tasnya dan berjalan meninggalkan nya di belakanganya.
"Tuan bisakah aku ikut bekerja denganmu,jika aku sudah punya kerjaan aku bisa mengontrak,dan aku tidak perlu merepotkan mu lagi."Ucap Hanna,dia memberanikan diri mengusulkan niatnya itu kepada dewa karna dia merasa sangat bosan tinggal di dalam apertemen sepanjang hari tanpa melakukan apa pun.
"Kamu kan masih belum ingat apa-apa bagaimana bisa kamu bekerja,seperti itu,aku sudah bilang kamu pokus dengan kesembuhan mu setelah itu kamu bisa bebas melakukan apa pun."Ucap dewa,yang sudah duduk di sopa dan ikut menonton berita selebritis yang sangat tidak disukainya.
Hanna terdiam mendengar ucapan dewa,dia sudah sangat berusaha keras untuk memulihkan ingatannya tapi dia benar-benar sangat kesulitan.Dia tidak tau kekerasan apa yang sudah di alaminya hingga dia sampai hilang ingatan,bahkan sampai hari ini dia masih belum ingat padahal menurutnya sudah sangat lama.
__ADS_1
"Tuan anda mau kemana lagi?" Tanya Hanna saat melihat dewa keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sangat rapi,padahal barusan dia saja dia melihat dewa duduk di sopa tapi sekarang sudah bersiap-siap untuk pergi lagi.
"Aku mau keluar sebentar mau menjernihkan pikiran."Ucap dewa lalu keluar meninggalkan Hanna kembali sendirian di dalam apertemen nya.
Dewa berjalan memasuki sebuah klub malam yang sangat terkenal di kota itu,tempat itu di khusus kan bagi kaum pria berduit,bahkan yang bisa memasuki klub itu hanya orang-orang yang memiliki kartu black card.Walaupun dewa bukan pelanggan aktif disana tapi dia cukup di segani juga di tempat itu,karna dia sudah lama berteman dengan pemilik klub itu.
Saat dewa masuk kedalam dia melihat seorang pria yang sudah setengah mabuk disana,pria itu terus mengigau memanggil nama seseorang yang tidak jelas di dengar oleh dewa.
"Dia kenapa? Tanya Dewa kepo,dia bertanya kepada seorang pelayan yang sedang melayaninya.
"Dia Kevin Sanjaya,dia seorang pria yang cukup sukses tapi belakangan ini rumah tangganya sedang bermasalah sehingga dia setiap malam harus mabuk-mabukan."Ucap pelayan menerangkan.Dewa hannya diam memandangi pria itu,dia sedikit simpati karna melihat kesedihan di wajah itu,dia mengingat dirinya beberapa tahun yang hampir depresi karna kehilangan wanita yang sangat dicintainya.
"Aku pernah di posisinya dan aku tau bagaimana perasannya."Ucap dewa lalu berjalan mendekati Kevin yang masih terlihat sadar walau hanya sedikit.
"Apakah perasaan kehilangan itu membuatmu benar-benar terpuruk?" Tanya Dewa lalu duduk di hadapan Kevin.
"Siapa kamu,dan apa urusannya dengan mu,pergilah jika kamu hannya ingin basa-basi denganku,hidupku sudah sangat memuakkan."Jawab Kevin,walupun aku cerita kepada mu,Hanna ku mungkin tidak akan kembali lagi,hahaha Hanna kenapa kamu datang ke hidupku jika hannya membuatku kecewa seperti ini."Ucap Kevin sambil berusaha berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
"Hanna....Nama yang sama dengan yang di apertemen apa mungkin Hanna yang dikatakannya itu Hanna yang sama,tapi tidak mungkin di dunia ini banyak sama nama Hanna,sudahlah dia membuatku pusing,entah untuk apa aku kepo dengan kehidupan pria itu.
**** bersambung****