
Hanna berusaha terlihat santai,dia tidak ingin dewa curiga kepadanya,Hanna menyadari jika dewa memiliki perasaan kepadanya,tidak akan mungkin seorang pria rela berkorban begitu banyak kepada wanita jika tidak memiliki sesuatu dibelakangnya,tetapi saat ini hanna ingin pokus kepada kedua adiknya.
Setelah mereka sampai di rumah sakit,dewa menyelesaikan semua biaya administrasinya,setelah itu dia menemui Hanna dan kedua adiknya di ruangan.
"Dek,kalian masih belum kenalan sama om,Dewa kan,kenalkan ini om dewa,dia yang sudah menjaga dan membantu Kaka selama ini."Kedua adiknya denah sopan langsung menyalami Dewa.
"Salam kenal om Dewa,terima kasih sudah menjaga Kaka ku Hanna selama ini,melihat kebaikan om,aku jadi kangen dengan om Kevin yang sangat baik dan peduli kepada kami,kak om Kevin kemana,apa dia sudah melupakan kita."
"Aahh,tuan kita segera berangkat sekarang maaf ya Puspa memang dulu sangat dekat dengannya," Ucap Hanna,dia memotong ucapan Puspa,Wajah dewa langsung berubah saat Puspa berbicara seperti itu.
"Tidak masalah,namanya juga anak-anak." Ucap dewa,seketika Hanna merasa tidak enak,dia lupa mengajari kedua adiknya untuk tidak menyebut nama Kevin di hadapan Dewa.Sebenarnya tidak masalah Karan mereka tidak ada hubungan apa pun,tapi Hanna menjaga perasaan dewa.
Dewa membawa mereka ke rumah yang baru saja dibelinya,sebelumnya mereka sudah membeli segala perabotan rumah tangga,dan peralatan dapur.
"Kak,ini rumah baru kita,terus om dewa akan tinggal disini juga?" tanya Puspa polos,lagi-lagi Hanna salah tingkah mendengar pertanyaan yang dilontarkan adiknya.
"Dek,nga sopan berbicara banyak seperti itu,walaupun kita tidak ada sekolah kita harus punya sopan santu dan etika."Ucap Lisa menyela pembicaraan adiknya yang selalu membuat kakaknya salah tingkah.Puspa menunduk malu,jarang sekali kalanya Lisa mau menegur jika semuanya masih biasa saja.Sementara itu dewa tersenyum kepada mereka,lalu dia duduk dan menghadap ke arah Puspa dan tersenyum manis.
"Sayang,apa kamu ingin om,tinggal bersama kalian,sabar ya mungkin akan tiba waktunya suatu saat kita bisa berkumpul bersama dan dan menjadi keluarga,kamu yang rajin belajar jangan membuat Kakak mu susah kalau om nga sibuk hari Sabtu kita jalan-jalan oke!!" Ucap dewa lalu mengelus rambut Puspa dan kembali berdiri.
__ADS_1
Setelah semuanya beres,Dewa meninggalkan mereka,dan kembali ke apertemenya,ada rasa sedih di hati Hanna saat melihat dewa pergi meninggalkannya.Setelah sekian lama mereka hidup bersama akhirnya tiba juga waktunya mereka berpisah rumah,dia cukup kagum kepada dewa karna dia sangat hebat bisa menahan nafsunya selama ini padahal jika dia mau mungkin saja dia bisa melecehkannya.
Hanna masuk kedalam rumah saat mobil dewa sudah menghilang di persimpangan jalan,dia memandang kedua adiknya yang sedang menonton,akhirnya mereka bisa bersama kembali setelah sekian lama berpisah.
****
Sementara itu disebuah rumah mewah,Bella dan Hamdan terlihat keributan,dimana Bella terus cemburu saat melihat Hamdan yang begitu perhatian kepada Nadia istrinya yang sedang sakit sudah hampir dua minggu ini.
"Kamu apa-apaan sih Bella,untuk apa kamu sedemikian cemburunya,kamu kan tau dia istriku,untuk apa kamu sampai segitunya cemburu?jangan buat aku kesal,kamu harus tau tidak sepantas kamu cemburu saat kamu yang hadir di antara kami." Ucap Hamdan,dia meninggalkan istrinya dikamar sendirian dan pergi menemui Bella di kamarnya karan wanita itu sudah uring-uringan dari tadi.
"Mas,aku tidak suka kamu begitu perhatian kepadanya,bukan kah aku sudah ada,untuk apa kamu begitu perhatian kepadanya."Ucap Bella,mereka berbicara berbisik karna takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Bella kini menyadari kalau mertuanya menyukainya hanya karna nafsu sesaat bukan karna memang dia mencintainya.
"Dasar pria Bajingan,aku akan membuatmu menyesal karna sudah memanfaatkan tubuhku untuk kesenangan mu,bisa-bisanya kamu mengakui kalau cintamu lebih besar kepada wanita tua itu." Sungut Bella,dia berhenti di sebuah minimarket lalu membeli minuman dan duduk di kursi yang tersedia di halaman mini market.
Bella menghabiskan beberapa kaleng minuman yang memiliki sedikit alkohol,bella cukup frustasi dengan semua masalah yang terjadi di hidupnya ini,saat dia mulai bisa meluapkan suaminya,bukan kebahagian juga yang dia dapatkan tetapi malah rasa kecewa yang mulai ada di hatinya.
drttt....drttt...drttrr.
__ADS_1
Hamdan sudah menghubunginya beberapa kali,tapi Bella mengabaikannya karna dia sangat kecewa dengan ucapannya tadi,rasanya dia sangat sakit hati saat seorang pria hannya menjadikannya sebagai pelengkap.
[ Maafkan aku sayang,pulanglah aku sangat minta maaf atas ucapan ku yang melukai perasaanmu aku mohon tolong maafkan aku,]
Bella membaca pesan Hamdan dengan senyum menjijikan,rasanya dia tidak bisa mengerti tentang jalan pikiran pria itu,
"Harus kah aku menyingkirkan wanita tua itu agar aku bisa memiliki Hamdan seutuhnya,sepertinya Hamdan sangat mencintainya,tapi aku juga sudah ada perasaan yang begitu besar kepada Hamdan." Batin Bella,dia cukup bahagia saat melihat nama Hamdan berkali-kali menghubunginya saat dia marah tadi.
"Ternyata seru juga mengerjai pria itu,begini ternyata rasanya di hargai pria,walupun dulu kevin sangat mencintaiku,dia tidak tau bagaimana membahagiakan wanitanya." batin Bella kembali,akhirnya dia meninggalkan mini market dan kembali pulang karna dia merasa kasihan kepada Hamdan yang terus menghubunginya.
Bella masuk kedalam rumah lalu kembali kedalam kamarnya.Saat malam sudah larut Hamdan kembali menemuinya dan mereka kembali merajut cinta dan menikmati malam yang panjang,Bella sangat menikmati permainan yang diberikan oleh Hamdan malam ini.
"Sayang jangan cemburu lagi,walaupun aku mencintai Nadia,tapi aku tidak bisa kehilanganmu juga karna aku sangat mencintaimu." Ucap Hamdan yang membuat Bella mabuk kepayang lalu memeluk erat tubuh bugil mertuanya.
"Sayang bagaimana kalau kita pergi ke Paris,aku ingin kita kita pergi liburan bersama"Ucap Bella.Saat mereka sedang asik mengobrol dari bawah terdengar suara Nadia memangilnya,mereka berdua langsung saling menatap,lalu Hamdan buru-buru memakai bajunya,dia sangat gemetaran mendengar suara Nadia yang terus-terus memanggilnya bahkan suaranya terdengar jelas.
"Sayang bagaimana ini,sepertinya mama naik keatas sini,aku takut." Ucap Bella.
**** bersambung****
__ADS_1