
Hanna menatap iba kepada Kevin,sudah lama dia mengenal pria itu,tapi tidak pernah sekalipun dia melihat kevin begitu rapuhnya.Hanna memeluk tubuh Kevin dengan sangat erat,hannya itu yang bisa dia lakukan untuk menguatkan pria itu,hingga sayup-sayup Hanna mendengar Kevin sesenggukan di pelukannya dan ternyata pria itu menagis pilu.
"Sayang,aku akan selalu ada apa pun keadaanmu,kamu pria yang hebat,kamu pria yang kuat,aku sangat yakin kamu akan berdiri dan mengahadapi semua masalah mu,dengan gagah.Aku memang tidak tau apa masalahmu,tapi aku yakin kamu adalah orang hebat." Ucapan Hanna mampu membuat perasaan Kevin kembali tenang.Kevin menatap Hanna penuh cinta,dia sangat bersyukur memiliki Hanna yang punya ke pribadinya yang sangat dewasa.
"Terima kasih sayang,aku akan mengingat semua ucapan mu,rasanya semua beban pikiranku hilang saat kamu memelukku dan memberikan dukungan kepadaku." Ucap Kevin sambil menggenggam erat tangan kekasihnya.
"Sama-sama mas,sebesar apa masalahmu hingga kamu sedemikian rapuhnya sayang,aku belum pernah melihatmu sedemikan hancurnya bahkan penampilanmu juga sangat berubah?" Tanya Hanna,Kevin menghela napas berat dan menatap Hanna.
" Jika aku bangkrut apa kamu masih terus mencintaiku?" Kevin balik bertanya kepada Hanna hingga membuat Hanna berdecak kesal.
"Memangnya sejak kapan aku seperti wanita yang menginginkan harta mu mas,pertanyaan mu membuatku kesal.Mas seperti apa pun keadaan mu besok atau lusa atau sampai kapan pun itu aku adalah orang yang selalu berdiri di sampingmu."Kevin seakan tidak percaya mendengar jawaban Hanna,umurnya bisa sangat muda tapi pikirannya cukup membuatnya semakin kagum dan bangga memiliki Hanna.
"Terima kasih sayang." Ucap Kevin dan pada saat itu ponsel berbunyi,Kevin merogok sakunya dan mengambil ponselnya lalu melihat orang yang menghubunginya ternyata calista mamanya Hanna.Kevin menatap Hanna,
__ADS_1
"Siapa yang telpon mas?"
"Ibumu ?"
"Ibuku?"
Kevin mengabaikan panggilan calon mertuanya yang tidak jelas itu,Kevin sangat yakin jika panggilannya berhubungan dengan perusahannya,Kevin yakin papanya sudah membatalkan kerja sama kedua perusahaan itu,karena memang perusahan milik suami Calista tidak memberikan dampak apa pun untuk perusahaanya bahkan cenderung hannya merugikan saja.
"Aku lagi tidak ingin berbicara dengan orang lain,kamu marah jika aku mengabaikan panggilan ibumu?" Hanna tersenyum pahit mendengar pertanyaan itu,baginya itu hal yang sangat tidak ada urusan untuknya.
"Tidak sama sekali,bahkan aku tidak perduli,toh kami tidak ada hubungan apa pun lagi,dia hannya wanita tau melahirkan tapi tidak tau bertanggung jawab." jawaban Hanna mengingatkan Kevin kepada ayahnya yang sedang menikmati indahnya hidup bersama wanita yang sudah menghancurkan keluarganya.
"Sudahlah jangan bahas itu,kita bahas yang lain saja,karena aku akan selalu teringat dengar perbuatan papaku yang sedang lupa jalan pulang." Jawab Kevin mengelak.
__ADS_1
*****
Calista marah-marah tidak jelas di rumahnya karena Kevin terus mengabaikan panggilannya,bahkan suaminya Hendra sudah mulai emosi kepadanya karena pemutusan sepihak itu.
"Bagaimana,apa pria itu sudah menjawab panggilannya,kita tidak punya masalah apa pun dengan mereka kenapa tiba-tiba mereka memutuskan kerja sama secara sepihak,aku tidak mau kita kembali bangkrut seperti dulu." Ucap Hendra kepada Calista membuat Calista emosi dan sangat kesal.
"Apaan sih mas,kamu bisa diam nga? aku juga pusing,kamu taunya hannya menurut tapi tidak tau bagaimana menyelesaikan masalah." Calista membentak suaminya yang selalu membuntutinya dengan banyak pertanyaan yang membuat Calista semakin pusing.
"Kamu kenapa marah? Jangan-jangan pria itu sudah membuang anakmu juga,kalian kan semua hannya bisa bergantung kepada pria,sama seperti anakmu yang kecil saja Sudah mulai menjual tubuhnya kepada seorang pria dewasa,dasar sampah." Ucap Hendra membuat emosi Calista memuncak,
"Plak....Kamu pikir kamu siapa menghina anak-anakku,kamu pernah memberi mereka makan,kamu membiayai sekolah mereka jangan asal bicara bajingan."Ucap Calista.Tidak terima diperlakukan tidak sopan oleh wanita yang dinikahinya beberapa bulan yang lalu Hendra melayangkan pukulan keras ke wajah wanita itu hingga dia terpental ke lantai.
**** Bersambung****
__ADS_1