
Hanna merasa bahagia di dalam hati,karena akhirnya Kevin ingin bertemu kembali dengan kedua adiknya,dia mengira selama ini Kevin tidak merindukan kedua adiknya itu.Kali ini Hanna ingin memberi kejutan kepada kedua adiknya dia sudah yakin jika kedua adiknya apalagi Puspa pasti akan sangat bahagia jika melihat dia pulang bersama Kevin.
"Om.....Kamu om Kevin kan.....Om....." Puspa berlari mendekati Kevin yang baru saja turun dari mobilnya,dia langsung memeluk tubuh pria itu,dia bahkan sampai menagis terharu karena kedatangan Kevin kerumahnya.Selama ini memang Puspa yang paling sering menanyakan keberadaan Kevin,dulu mereka memang sangat dekat,memang pada dasarnya puspa sangat cepat dekat kepada orang lain.
"Om.....Kamu kemana saja selama ini,kenapa kamu tidak menjemput kami pada waktu kami di sembunyikan orang di panti,kami sangat menderita hu....hu...huu" Puspa menagis.Kevin jongkok di hadapan Puspa yang sedang berdiri untuk menyeimbangkan panjang mereka,lalu Kevin menghapus air mata bahagia gadis kecil dan imut itu.
"Maafkan om ya sayang,om tidak tau jika kalian begitu menderita,om berjanji akan menjaga kalian dengan baik,sekali lagi maafkan om." Ucap Kevin,setelah itu dia memeluk tubuh kecil Puspa.Hanna sangat terharu bahkan tampa sadar air matanya jatuh,tidak ada hal yang paling bahagia saat Tuhan mengirim kan orang-orang baik di sekeliling mereka.Walaupun ayah ibunya sudah membuang mereka bertiga,tetapi Tuhan mengirimkan Kevin dan dewa untuk menjaga mereka juga.
Lisa yang sedang belajar di kamar mendengar keributan di luar.Karena sangat penasaran akhirnya keluar dari kamarnya dan dia cukup kaget melihat keberadaan Kevin yang sedang berpelukan bersama adiknya.Dia cukup lama memandangi Kevin,dia tidak menyangka ternyata mereka masih bisa bertemu dengan pria yang sudah membuat kakaknya hampir mati.
Lisa kurang menyukai kehadiran Kevin di antara mereka lagi karena mereka selama ini sudah cukup bahagia tampa di usik oleh keluarga angkuh Kevin.Kevin melepaskan pelukannya dari tubuh Puspa lalu dia beralih menatap Lisa yang masih berdiri di depan pintu.Kevin sedikit heran dengan tatapan dari Lisa,dia merasa kalau Lisa tidak suka dengan kehadirannya di rumah mereka.
"Lisa...Kamu tidak merindukan aku?" Tanya Kevin dia mendekati Lisa dan ingin memeluknya tetapi Lisa menjauh dari Kevin,dia takut suatu saat nanti istrinya Bella akan menghancurkan mereka atau bahkan memisahkan mereka lagi.
__ADS_1
"Kakak,apa selama ini kalian masih berhubungan di luar sana? kakak ingin kita mendapat masalah lagi karena istrinya,Kakak berhenti lah mencintai pria yang sudah memiliki istri biarkan dia bahagia bersama istrinya."Ucap Lisa.Hanna sangat kaget mendengar ucapan lisa begitu juga dengan Kevin.Kevin tidak menyangka Lisa tidak menyambutnya sama sekali di rumahnya.
"Lisa...!" Hanna terdiam dia kehabisan kata-kata,rasanya dia sudah tidak punya kata-kata yang harus di ucapkan lagi.Lisa kembali masuk kerumah mereka dan masuk kedalam kamarnya setelah itu menutup kamar.
"Mas,maafkan Lisa mungkin dia masih sangat marah kepadamu karena hidupnya mereka sangat menderita pada saat mereka sedang di panti waktu itu,setiap hari mereka mendapat siksaan dari pemilik panti bahkan mereka hannya di beri makan sekali satu hari,dan mereka bisa masuk ke panti itu karena nyoya Bella memasukkan mereka kesana." Ucap Hanna.Kevin menunduk,dia cukup malu karena tidak bisa melakukan apa pun untuk menjebloskan istrinya ke penjara apa lagi ibunya yang masih sakit keras saat ini.
"Nga papa Hanna,aku sadar ini semua salahku,seandainya mungkin Bella sudah mau menandatangani surat cerai dariku mungkin kita sudah bisa menikah saat ini," Jawab Kevin.
"Om,sudah kita masuk yuk kakak Lisa tidak marah dia hannya kecewa saja,sebentar lagi dia juga pasti akan menerima om disini."Jawab Lisa lalu menarik tangan Kevin dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Lain kali saja mas,aku tidak enak sama Lisa mungkin hatinya masih kesal kepadaku,kamu lapar mas aku akan buatkan makanan."Ucap Hanna,dia beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan kebelakang dan memasak untuk makan mereka.
Lisa beranjak dari tempat duduknya lalu naik keatas ranjang,dia sangat kesal karena setelah Kevin datang kerumah mereka,konsentrasi belajarnya langsung hilang,dia belum bisa menerima kehadiran Kevin,lagian dia kasihan dengan Dewa,selama ini hubungan kakaknya dengan Dewa baik-baik saja,bagaimana mungkin kakaknya mengabaikan Dewa hannya karena Kevin kembali kepada mereka.Liasa bisa melihat jika kakaknya Hanna masih sangat mencintai Kevin pria beristri itu.
__ADS_1
"Aaarrghh...Besok aku ujian tapi pikiranku sudah tidak konsentrasi dasar sialan." Lisa menjerit di dalam kamarnya hingga Kevin dan Puspa menoleh ke arah pintu kamar yang tertutup.Hanna juga berlari dari kamar dia sangat kaget mendengar suara adiknya.
"Kakak ada apa denganmu,kalau mau belajar,jangan ribut kakak makan dulu sini." Puspa menggedor pintu kamarnya tetapi Lisa mengabaikan adikanya.Kevin yang sedang berada di sana merasa sangat bersalah,dia tidak tau harus bagaimana,tidak mungkin dia melupakan Hanna semetara dia sangat mencintai wanita itu.
Kevin beranjak dari tempat duduknya,lalu mendekati kamar Lisa dan berdiri di depan pintu kamar.
"Lisa maafkan om ya,om tidak bermaksud menyakiti kalian,om juga kalau tau kalian di panti selama ini om pasti sudah menyelamatkan kalian,Lisa kalau kamu meminta aku untuk melupakan kakakmu,aku tidak bisa maafkan aku," Ucap Kevin dan terus berdiri di depan kamar Lisa.
"Kamu pria bajingan,bagaimana bisa kamu mencintai kakakku yang masih gadis sementara kamu sudah memiliki istri,kamu sama saja melempar kotoran ke wajah Kakaku." Ucap Lisa,dia membuka pintu kamar lalu keluar dari kamar dan meninggalkan mereka di rumah,dia sudah tidak tahan,dan dia takut nantinya dia semakin emosi.
Kevin,Hanna,dan Puspa kaget melihat sikap Lisa,tidak seperti biasanya anak itu bersikap tidak sopan seperti itu,
"Sudahlah mas biarkan dia tenang suatu saat dia akan mengerti dengan keadaanmu,dia tidak tau kalau rumah tangga mu sudah lama tidak sehat,jauh sebelum aku hadir di hidupmu." Jawab Hanna.Kevin memandangi Hanna,dia semakin kagum dengan sikap dewasa yang dimiliki oleh Hanna.
__ADS_1
"Mari kita makan mas,semuanya sudah siap." Ucap Hanna,lalu mereka berjalan ke dapur lalu duduk di tempat duduk masing-masing.Puspa tidak merasa bosan untuk mengoceh,mereka seperti mengabaikan Lisa padahal Kevin masih kepikiran dengan ucapan Lisa barusan.
**** bersambung ****