Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 109 ~ Kenyataan pahit ~


__ADS_3

Hamdan memegangi kepalanya yang hampir pecah,dia seakan tidak percaya apa yang di katakan oleh Kevin kepadanya,bagaiman bisa seorang Bella yang begitu cantik dan menggoda memiliki sifat bagai iblis,Hamdan sangat tidak percaya itu.


Kevin mengambil semua obat dari dalam kamar lalu keluar dari rumah,sebelum dia meninggalkan rumahnya dia memanggil seorang tukang kebun lalu memberikan uang beberapa juta untuk memasang CCTV di kamar istrinya dan juga di kamar ibunya.


Kamu harus melakukannya tampa ada satu orang pun yang tau termasuk papa dan juga Bella,jika mereka sampai tau aku akan memecat mu dari rumah ini." Ucap Kevin mengancam,tukang kebunnya hannya bisa mengangguk dia merasa heran saja tiba-tiba tuannya menyuruh dia melakukan pekerjaan itu.


Kevin kembali meninggalkan rumahnya,dia menyuruh supirnya untuk mengantar dia menemui Hanna di toko bunga,dia sangat yakin kalau Hanna pasti sudah marah kepadanya.


Pada saat dia sampai di toko bunga tempat Hanna bekerja,Kevin melihat Hanna sedang beres-beres mungkin dia akan kembali pulang karena ini sudah sore.Kevin melihat Hanna yang tidak punya semangat sedikit pun,mungkin karena dia menunggunya sementara dia tidak memberinya kabar sedikit pun.


"Hanna...." Hanna langsung menoleh ke asal suara yang memanggilnya dan ternyata kevin sudah berdiri tidak jauh darinya.Mungkin Karena Hanna sangat merindukan Kevin,atau mungkin karena dia begitu khawatir selama tiga hari tuan ada kabar Hanna langsung meletakkan bunga-bunga yang ada di tangannya lalu berlari menghampiri Kevin dan memeluknya dengan sangat erat.


"Mas,kamu dari mana selama tiga hari ini,kenapa tidak ada kabar dan nomor mu juga tidak aktif,kamu kemana mas?" Ucap Hanna dia memeluk Tubun kevin dan tidak melepaskan sedikit pun.


"Lepaskan pelukanmu mari kita pulang,aku akan menjelaskan kepadamu,nanti di dalam mobil." Ucap Kevin,Hanna melepaskan pelukannya dan segera bergegas menyelesaikan tugasnya,setelah itu mereka masuk kedalam mobil yang di setir oleh supirnya.


Kevin menarik napas kasar lalu melepaskannya,rasanya dia tidak akan mampu jika dia kehilangan ibunya,

__ADS_1


"Mas apa kamu sedang ada masalah kenapa wajahmu terlihat sangat lelah,dan kemana kamu selama tiga hari ini,aku menghubungi mu ratusan kali aku takut kamu pergi meninggalkan aku mas."Ucap Hanna polos.Sebenarnya dia ingin marah saat melihat Kevin datang dan pergi sesukanya tapi melihat wajah Kevin yang begitu frustasi akhirnya dia memilih diam saja.


"Maafkan aku Hanna,aku membawa ibuku berobat ke Singapura ibuku sedang sakit keras aku tidak tau lagi harus berbuat apa?" Ucap Kevin,wajahnya terlihat sedih.


"Sakit apa nyonya mas,terakhir kali aku bertemu dengannya dia sangat sehat,dan kelihatan masih sangat muda terus dia sakit apa sekarang." Tanya Hanna,teringat di pikirannya bagaimana kejamnya ibunya pacarnya menghajarnya dia sangat tidak yakin kalau wanita itu bisa juga sakit.


"Maafkan semua kesalahan ibuku kepada mu Han,panjang sekali ceritanya jika harus aku katakan kepadamu,dan sore ini juga aku harus kembali ke Singapura aku harap kamu tidak perlu khawatir kepadaku,yang penting kamu disini jaga diri." Ucap Kevin lalu dia menyenderkan kepalanya di pundak Hanna,rasanya dia sangat nyaman di posisi itu.


"Biarkan aku di posisi ini sebentar saja,aku lelah dengan semua masalah yang ada,doakan ibuku selamat,aku sudah memanggil dokter yang paling hebat dari Amerika semoga dengan begitu nyawa ibuku bisa tertolong dan dia bisa sehat seperti sedia kala." Ucap Kevin.Hanna mengelus kepala Kevin,dia merasa kasihan juga dengan pria itu.


"Hanna?"


"Kamu yakin tidak jika seorang menantu bisa selingkuh dengan ayah mertuanya,kamu yakin tidak ada yang seperti itu?"Tanya Kevin tiba-tiba dan saat itu mobilnya sudah sampai di rumahnya,Kevin dan Hanna masuk kedalam rumah mereka melanjutkan ceritanya di dalam rumah.


Saat itu Puspa sedang tidur sore dan Lisa belum kembali dia permisi tadi pagi karena ada kegiatan diluar sekolah.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku Hanna,apa kamu yakin ada seorang menantu yang tega selingkuh dengan mertuanya?" Tanya mengulangi pertanyaannya,dan saat itu Hanna sedang memberinya segelas kopi.

__ADS_1


"Bisa saja mas,kita kan tidak tau sikap orang,mungkin saja si wanita kekurangan kasih sayang dari suaminya dan saat itulah sang mertua masuk dan terjadilah sesuatu yang tidak diinginkan." jawab Hanna tanpa curiga sedikit pun tentang pertanyaan itu.


"Memangnya siapa yang selingkuh dengan mertuanya mas?" Tanya Hanna,dia duduk di samping Kevin,dia sedikit pun tidak menaruh curiga jika cerita itu adalah milik keluarganya.


"Papa dan Bella,aku sangat curiga jika mereka berdua sudah selingkuh dan Bella sudah melakukan yang jahat kepada ibuku dengan memberikan obat keras kepada ibuku yang merusak sistem syarafnya." Jawab Kevin.Saat itu Hanna yang lagi minum teh langsung tersedak bahkan minuman yang dia minum keluar dari hidungnya saking kagetnya mendengar kabar dari Kevin.


"Apa mas? Kamu tidak salah bicara apa mungkin nyonya Bella tega melakukan ini,aku kok nga percaya ya,bukan kah dia seorang dokter masak dia tega melakukan itu kepada ibunya sendiri." jawab Hanna,rasanya dia sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kevin kepadanya.


"Aku masih menduga,belum bisa aku pastikan,kalau memang itu benar aku tidak akan memaafkan mereka berdua,tetapi aku sudah sangat yakin,karena aku sudah beberapa kali memergoki mereka berduaan di ruang tamu,rasanya tidak wajar saja seorang menantu mau berduaan dengan papa mertuanya.


Hanan memeluk Kevin,seakan memberikan semangat kepada kekasihnya,dia tidak menyangka jika Kevin akan punya masalah sebesar ini.Kevin membalas pelukannya dan saat itu entah siapa yang memulai mereka kembali saling berciuman,sangat lama mereka menikmati suasana yang begitu menegangkan hingga mereka tidak sadar jika lisa sudah masuk kedalam rumah dan lagi-lagi lisa memergoki aksi mereka berdua.


Lisa melewati mereka berdua seakan tidak terjadi sesuatu sementara itu Hanna sudah salah tingkah dan sangat malu,sudah dua kali Lisa memergokinya sedang berciuman dengan Kevin.


"Dasar sial,entah kenapa aku selalu memergoki mereka,apa mereka tidak jijik ya apa itu tidak bau,hmm apa om dewa pernah melakukan itu dengan wanita lain?" Lisa memikirkan itu sambil tersenyum sendiri,rasanya dia sudah tidak sabar besok dia berangkat ke Paris bersama dewa.


Akhir-akhir ini dia merasakan sesuatu yang aneh di hatinya,entah itu apa dia tidak mengerti tapi setiap dia membayangkan dewa bibirnya selalu tersenyum.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2