
Bella meninggalkan restoran emosi yang sangat membara,dia belum puas sama sekali menghajar Hanna yang sudah berani menjadi duri di rumah tangganya.
"Cih,dia bermain dibelakang ku dengan gadis ingusan itu,apa hebatnya wanita itu,apa untungnya dia menjadikan wanita itu simpanannya." Bella memukul-mukul stang mobilnya.Dia sangat tidak puas menghajar Hanna.
"Harusnya aku menyeretnya dari sana dan membawanya keluar dari restoran itu,dia tidak pantas memasuki restoran mewah bersama suamiku." tambahnya,dia kembali menuju rumahnya dan mengadukan semua pertemuannya dengan suaminya.
****
Kevin membawa Hanna keluar dari restoran,rasanya kali ini seperti seorang koruptor yang dipermalukan di depan umum.
"Hanna maafkan aku." Ucap Kevin,Hanna hannya bisa terdiam rasanya dia cukup malu dengan semua kejadian hari ini,bahkan rasanya dia cukup ngeri dengan wanita itu.
"Nga papa mas,ini sudah resiko untukku." Ucap Hanna singkat.Karna rencana makan siang mereka berantakan akhirnya Kevin membawa Hanna kerumah yang baru saja dibelikan Kevin untuk Hanna dan kedua adiknya.
"Han,kita pergi ke suatu tempat aku jamin kamu bakal suka." Ucap Kevin,dia merasa sangat bersalah kepada Hanna karna dengan tiba-tiba Bella menyerangnya tadi.
"Kemana?"Hanna menoleh ke arah Kevin,terkadang Hanna bingung dengan sikap Kevin yang semakin hari semakin perhatian kepadanya dan juga adik-adiknya,sebenarnya Hanna tidak menyukai semua perhatian yang diberikan oleh Kevin kepadanya karna dia tidak ingin bergantung kepada pria itu dan dia juga tidak ingin salah mengartikan semua kebaikan Kevin kepadanya.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Kevin,dia menyadari Hanna menatap nya walaupun dia melakukannya dengan sangat hati-hati.
"Nga papa,mas aku hannya merasa aneh saja,ahh tapi ya sudah lah,terus kita mau kemana mas,kok dari tadi pertanyaan ku tidak dijawab." Tanya
__ADS_1
Hanna kembali.
"Ada deh rahasia." Ucap Kevin lalu dia membawa mobilnya menuju rumah yang sudah di beli Kevin khusus untuk Hanna dan kedua adiknya.Hanna sangat penasaran dia tidak berani bertanya lebih karna takut dibilang kepo.Mereka diam dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya mobil yang dibawa Kevin berhenti dirumah yang sangat mewah,rumah bergaya minimalis tapi terlihat begitu mewah.
"Ayo ngapain bengong disini apa kamu tidak ingin melihat ke dalam." Tanya Kevin.Hanna membuka pintu mobil lalu mengikuti langkah Kevin memasuki rumah itu.
Kevin membuka pintu rumah itu,dan saat dibuka terlihat rumah yang begitu mewah dan luas di tambah dengan perabotan yang sangat bagus.Hanna begitu kagum dengan bangunan rumah itu di tambah dibelakang ada kolam renang yang begitu indah.
"Apa kamu suka?" Tanya Kevin saat Hanna memandangi kolam renang yang terletak di belakang tapi terlihat dari dalam ruangan karna tempat itu ditutupi dengan kaca transparan.
"Suka mas,tapi untuk apa aku menyukai yang bukan milikku,pemilik rumah ini kemana mas,apa dia tidak marah kita memasuki rumahnya tampa ijin?" Tanya Hanna polos,Kevin hannya tersenyum mendengar pertanyaan yang dilontarkan Hanna.
"A_apa mas,rumah ini untuk ku,tidak mas,aku tidak berhak mendapatkan ini,aku tidak layak,dan aku tidak ingin menjadi wanita yang tidak tau diri mas." Ucap Hanna,dia sangat kaget mendengar ucapan Kevin,Hanna merasa tidak pantas mendapat kemewahan dari Kevin sementara dia tidak bukan siapa-siapa.
"Jangan bicara....
"Pokoknya aku tidak mau menerima ini mas,aku tidak pantas." Ucap Hanna memotong ucapan Kevin.
Hanna berjalan menjauhi Kevin,rasa kagetnya Belum habis saat Kevin mengatakan rumah itu miliknya.Dia tidak pernah bermimpi dalam hidupnya menjadi duri di dalam rumah tangga wanita lain,sebenarnya ini bukan keinginannya,bahkan selama ini dia berusaha bersikap biasa saja kepada Kevin karna dia sangat takut perasaanya terlibat.
Dia tidak ingin menjadi wanita yang tidak tau diri,yang menikmati kebahagiaan di balik penderitaan wanita lain.Sebenarnya dia ingin sekali mengakhiri hubungannya dengan Kevin selama ini tapi dia tidak punya waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya secara jujur kepada Kevin.
__ADS_1
"Hanna,jangan menolak pemberianku ini,aku memberikan ini kepadamu,karna selama ini aku begitu bahagia denganmu,kamu wanita yang sangat hebat." ucap Kevin,dia memeluk Hanna dari belakang.
Hanna melepaskan tangan Kevin dari pinggangnya,lalu dia membalikkan badannya dan keduanya saling menatap.
"Mas,mari kita akhiri semuanya,aku tidak ingin rumah tangga mu hancur hannya karna kehadiranku mas,aku mohon." Ucap Hanna,dia memberanikan diri menatap wajah Kevin.Entah kenapa hatinya begitu bergetar saat kedua bola mata mereka saling menatap.
"Tidak Hanna,aku tidak mau mendengar kata itu darimu,aku sudah bilang kepadamu,hubunganku dengan istriku sudah lumayan lama bermasalah,saat ini aku benar-benar nyaman bersamamu." Ucap Kevin lalu dia menjauhi Hanna lalu duduk di atas sopa.Dia merasa hatinya terluka saat Hanna berusaha menolak dirinya,
"Hanna,apa kamu merasa tidak nyaman mengaku karna umur kita yang jauh berbeda? jika memang itu alasanmu,aku akan menjauhi mu,aku memang sadar tidak seharusnya aku melibatkan perasanku tapi hatiku tidak bisa berbohong jika selama bersamamu ada rasa yang tumbuh di hatiku." Ucap Kevin.
"Bukan mas,aku tidak masalah dengan umur,karna aku menyukai pria yang dewasa dalam segalanya yang bisa mengajariku dan membuatku lebih dewasa,tapi saat ini aku hannya tidak ingin saja menjadi wanita perebut suami orang." Ucap Hanna.Kevin menghela napasnya dengan berat,entah kenapa rasanya dia begitu kecewa saat Hanna menolak pemberian dan juga perasaanya.
"Pikirkan sekali lagi Hanna,masalah rumah tanggaku,biar aku yang mengurusnya,sekali lagi aku katakan aku menceraikan istriku bukan semata-mata Karna kamu,tapi karna aku tidak tahan dengannya,sekalipun kamu menolak ku nantinya aku akan tetap menceraikannya." Ucap Kevin.
Akhirnya mereka terdiam,dalam pikiran masing-masing,Hanna merasa bingung dengan takdir yang menempatkan nya di posisi ini.Dia juga tidak munafik,perasaanya juga sudah mulai ada kepada pria itu,tapi selama ini dia berusaha untuk menepis segalanya karna dia menyadari siapa dirinya.
"Mas,antar Hanna pulang." Ucap Hanna membuyarkan lamunan Kevin.
"Hanna,aku mohon tolong terima rumah ini,kalaupun kamu menolak ku kamu harus menerima rumah ini."
**** Bersambung****
__ADS_1