
Bella benar-benar takut saat ibu mertuanya mulai menaiki anak tangga,sementara itu mertuanya sudah keluar dari jendela menuju balkon,jantung Bella sepertinya akan melompat dari tempatnya.
Nadia kembali menuruni tangga,dia tidak yakin jika suaminya berada di atas akhirnya dia kembali turun kebawah.
"Nyonya,apa yang nyoya lakukan di tempat ini tengah malam? Tanya Butet,dia keluar dari kamar saat mendengar suara memanggil.
"Aku sedang mencari tuan,apa kamu melihatnya?" tanya Nadia,dengan suara khas orang bangun tidur,dia sangat kaget saat tidak melihat suaminya berada di sampingnya.
"Ada apa ku memanggilku tengah malam begini,suara mu sudah menganggu keributan dirumah ini," terdengar jelas suara bariton,milik Hamdan,dia terlihat tenang menuruni anak tangga seakan tidak ada yang terjadi dengannya.Nadia menatap aneh kepada suaminya,tidak biasanya pria itu keluar dari kamar,tengah malam,tapi sudah beberapa kali Nadia memergoki suaminya tidak disampingnya kalau sudah tengah malam.
"Kamu dari mana mas,aku terbangun,dan aku tidak melihatmu di samping ku,terpaksa aku mencari mu di seluruh rumah,bahkan aku naik keatas tapi aku tidak melihat mu disana kamu darimana?" tanya Nadia penasaran.Hamdan terlihat salah tingkah tapi dia berusaha tetap santai agar istrinya tidak curiga kepadanya.
"Aku kepanasan terpaksa aku naik ke balkon,untuk merasakan angin malam." Jawab hamdan,walaupun masih menyimpan rasa curiga Nadia mengangguk,lalu mereka masuk kedalam kamar mereka,dan Bella yang melihat pemandangan itu hannya bisa menahan rasa kesal di hatinya.
******
__ADS_1
Matahari sudah semakin terik,Hanna berlari untuk berteduh karna dia sudah sangat kelelahan mencari pekerjaan dari tadi pagi tapi sampai saat ini dia belum juga mendapatkan hasil.Hanna menolak dengan tegas saat dewa menawarkan pekerjaan di kantornya,dia tidak ingin menjadi orang yang suka memanfaatkan orang lain.
"Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan,tidak punya pendidikan memang sangat sulit mencari pekerjaan di kota besar ini." batin Hanna,dia berhenti di sebuah warung makan yang cukup ramai.
" Bu,berikan aku minuman dingin." Hanna meminta kepada yang punya warung karna dia ingin istrahat,walau hannya sebentar.Setelan mencari seharian akhirnya di sore hari Hanna mendapat pekerjaan sebagai penjaga toko bunga,walaupun gajinya tidak seberapa Hanna tetap menerima yang terpenting baginya dia dan adiknya masih bisa makan dan melanjutkan hidup dari pada harus meminta belas kasihan dari Dewa yang selalu siap menolongnya kapan pun.
Hari demi hari di lalui Hanna penuh ceria,dia tidak pernah mengeluh walau kadang dia mendapat kesulitan dalam bekerja.Kesulitan apa pun yang di hadapi oleh Hanna dia tidak pernah meminta bantuan kepada dewa,karna dia tidak mau berhutang budi suatu saat nanti.Karna kegigihan dan ketulusan Hanna,usaha yang dia jalankan semakin berkembang,hingga pemilik toko merasa sangat bangga kepadanya Karna walaupun Hanna tidak punya latar pendidikan tetapi cara dia bekerja sangat diacungi jempol.
"Hanna,ini gaji pertama kamu,ibu sengaja menambah gaji mu karna kamu bekerja sangat bagus,ibu sangat bangga kepadamu." Ucap ibu Tiara pemilik toko bunga.
"Terima kasih banyak bu,karna sudah memberikan kepercayaan kepadaku,semoga kedepannya usaha ibu semakin maju dan berkembang." Ucap Hanna dengan penuh rasa syukur karna gaji yang dia terima naik dua kali lipat dari perjanjian awal mereka.
"Kak sepertinya Kaka sangat bahagia hari ini!ada apa kak?" Tanya Puspa yang selalu kepo,tentang kedua kakaknya,sangat jauh berbeda dengan Lisa yang lebih banyak diam dan belajar serius.
"Iya Kaka sangat bahagia hari ini,Karna Kaka mendapat gaji pertama dan nilainya juga sangat memuaskan,pokoknya cukup untuk kita satu bulan ini." Jawab Hanna,dengan senyuman yang penuh kebahagian.
__ADS_1
"Hore...Kaka gajian kalau begitu kita sudah bisa makan KFC dong kak,aku pengen banget makan ayam goreng kak."Ucap Puspa.Tampa pikir panjang Hanna menyetujui permintaan kecil adiknya dan mereka bertiga pergi menuju KFC,yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal.
Saat mereka akan menaiki taksi online yang sudah di pesan oleh hanna tiba-tiba mobil dewa juga sampai sana,Hanna merasa tidak enak meninggalkan dewa,akhirnya dia membayar taksinya onlinenya walaupun mereka belum naik lalu menghampiri dewa yang sudah berdiri di pinggiran jalan.
"Kalian mau kemana tadi?" tanya dewa,sambil menatap Hanna,terlihat jelas ada kerinduan di wajah pria itu,tatapannya sangat membuat hati seseorang berdetak kencang.Dewa tidak mengunjungi Hanna hampir tiga minggu Karna kesibukannya di perusahannya.
"Om,tadinya kami mau makan ayam goreng jadi batal deh karna Om datang," Ucap Puspa dengan wajah penuh kekecewaan dia langsung duduk jongkok di samping mobil dewa.
"Oohh kalian mau makan ayam goreng,bagaimana kalau kita pergi bersama kesana?" Tanya dewa,dia menghampiri Puspa yang duduk berjongkok.Sebenarnya Hanna sangat tidak nyaman saat dewa mengajak makan malam bersama,entah kenapa rasanya ingin sekali dia menghindari dewa,karna dia tidak mau suatu saat dewa sakit jika semua tiga sesuai dengan rencananya.Walaupun Hanna tidak tau tujuan dewa baik kepadanya,dia tetap waspada.Hanna tidak bisa menebak tujuan sikap baik dewa,karna selam mereka hidup seatap selama ini semua terlihat biasa-biasa saja,bahkan Hanna tidak bisa merasakan kalau dewa menyukainya Karna semua nya berjalan seperti biasanya.
"Han,kamu kok diam dari tadi,semenjak kita bertemu untuk pertama kalinya selama tiga minggu ini,apa kamu tidak merindukan aku?" Tanya dewa tiba-tiba saat kedua adiknya sedang di antar oleh pelayan ke toilet.Hanna sangat kaget mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh dewa kepadanya.
"Hanna....Kamu kok diam sih,kamu tidak merindukan aku?" Hanna semakin salah tingkah jika dia menjawab jujur dia sangat takut akan mengecewakan dewa,padahal pria itu sudah membantunya selama ini,bahkan berkat dia juga adiknya bisa masuk ke sekolah baru Tampa pakai surat-surat,tapi jika dia menjawab dengan berbohong dia takut dia sendiri terjebak dengan ucapannya.
"Om,kenapa tidak makan apa kamu tidak menyukai ayam goreng?" Tanya Puspa,saat dia sudah keluar dari dalam toilet.Hanna menghela napas lega Karna akhirnya dia tidak perlu menjawab pertanyaan yang dilontarkan dewa kepadanya.
__ADS_1
Dewa sedikit kecewa karna dia belum menerima jawaban dari bibir Hanna,padahal dia sudah menahan rindu selama tiga Minggu ini,dia ingin tau seberapa besar rindu yang diberikan Hanna kepadanya,dan sepertinya hannya dia merasakan rindu dan tidak dengan Hanna.
**** bersambung****