
Bella berjalan melewati semua kariawan yang sedang sibuk bekerja,bahkan saat Bella melewati mereka satu pun kariawan tidak ada yang menyapanya seperti biasanya,Bella hannya bisa diam,karna tidak mungkin baginya harus memberi pelajaran kepada semua kariawan yang bekerja di perusahaan suaminya.
Bella menaiki lift,untuk saat ini dia akan bersabar dengan semua keadaan yang dia alaminya.Dari kejauhan Bella sudah melihat suaminya yang sedang duduk di kursi kebesarannya,Bella berdiri lama diluar sambil menatap ke arah suaminya ada kerinduan yang sangat dalam dihatinya untuk suaminya itu.
Bella lalu mendorong pintu lalu masuk,Kevin menegakkan kepalanya dan melihat Bella sudah berdiri jauh darinya,ada perbedaan dari penampilan Bella saat ini,tapi sayangnya Kevin tidak peduli lagi dengan semua keadaan wanita itu.
"Ada apa kamu kemari?" Tanya Kevin,dia terlihat acuh dan tidak peduli dengan perubahan istrinya itu yang sebentar lagi akan menjadi mantan.
Wajah Bella terlihat sangat kecewa,saat dia melihat reaksi Kevin yang tidak peduli dengan perubahan gaya dan penampilannya.Dia mendaratkan bokongnya di atas sopa,sambil menghela napas berat.
"Mas,mari kita perbaiki hubungan kita,aku tidak mampu mas berpisah darimu,aku minta maaf untuk semua kejadian beberapa hari ini." Ucap Bella,dia menundukkan kepalanya.Dia mengesampingkan semua rasa gengsinya demi hubungannya dengan suaminya.
"Hah..Apa,memperbaiki hubungan kita sayangnya aku sudah tidak berniat lagi hidup bersama mu,keputusan ku sudah bulat,setelan kau melukai harga diriku beberapa Minggu belakangan ini semua rasa cinta di hatiku untukmu hilang begitu saja,maaf aku tidak bisa."Jawab Kevin,Ada rasa sakit di hati Bella mendengar penolakan dari suaminya,bahkan Tampa dia sadari butiran air mata jatuh di wajah cantiknya.
"Apa ini karna wanita itu?" Tanya Bella lirih,dia rasanya tidak bisa menerima semuanya keputusan Kevin.
"Bukan,sama sekali bukan,tapi kamu sudah sangat melukai harga diriku,kamu berani kasar kepadaku,aku tidak bisa menerima sikap Arongan dan angkuh mu itu."Jawab Kevin.
Bella menyeka air matanya lalu dia berdiri dan meninggalkan ruangan suaminya,sebelum dia menghilang di balik pintu dia membalikan badannya dan menoleh ke arah Kevin.
"Aku tidak akan terima dengan perceraian ini,apa pun yang terjadi kita tidak bisa cerai mas,pikirkan keluarga kita, ada dua keluarga yang merasa tersakiti hannya karna keegoisan kita nantinya." Ucap Bella lalu keluar dari ruangan itu tampa mau mendengar ucapan suaminya lagi.
__ADS_1
Bella keluar dari ruangan suaminya,dia tidak bisa menahan air matanya lagi,akhirnya dia menagis bahkan dia tidak peduli saat beberapa kariawan menatap iba kepada wanita yang biasanya angkuh dan sombong itu.
"Kasian juga nyonya besar,padahal dulu tuan Kevin sangat mencintainya tapi entah kenapa sekarang pria itu malah mengajukan cerai kepda istrinya."Ucap seorang kariawan.Meteka menatap Bella sampai benar-benar hilang dari pandangan mereka.
"Sudah-sudah lebih baik kita kerja dari pada tuan Kevin marah,karna kita terlalu mengurusi urusan rumah tangganya." Jawab seorang pria,setelah itu mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.
*****
Seorang pria memasuki rumah mewah milik Kevin Sanjaya,dia adalah pria yang ditugaskan oleh papanya untuk menyelidiki latar belakang selingkuhan anaknya.
"Selamat sore tuan,nyonya sayang mau melaporkan semua temuan saya tentang wanita selingkuhan tuan Kevin." Ucap pria itu.
"Silahkan katakan apa saja yang sudah kamu dapatkan."Ucap Hamdan,dia terlihat tidak sabar menunggu pria itu.
"Serigala berbulu domba,ternyata dia wanita yang pintar untuk mencari pria yang bisa di manfaatkan,apa lagi katakan semuanya jangan ada yang ketinggalan." Hamdan begitu emosi saat mendengar cerita pria itu.
"Dan sekarang tuan Kevin menempatkan dua wanita untuk melayaninya di rumah itu,bahkan kabar yang saya dengar ibunya juga seorang pelakor,ibunya menghancurkan rumah tangga orang lain hannya karna dia ingin hidup nyaman,terakhir perusahaan milik suami ibunya sedang mengalami kebangkrutan.
"Buah tidak akan jauh dari pokoknya,ibunya saja seorang pelakor,pantas saja anaknya juga demikian,ma kita harus secepatnya menyelamatkan Kevin dari wanita seperti mereka."Ucap hamdan setelah dia membayar pria itu lalu menyuruhnya keluar dari rumah itu.
Pada saat itu ternyata Bella mendengar semua ucapan pria itu,dia sampai bersamaan dengan pria itu tadi,tapi dia menguping pembicaraan mereka dari luar.
__ADS_1
"Hah...Ternyata mama dan anak sama-sama pelakor,apa hebatnya dia." Batin Bella,lalu dia masuk kerumah dan pura-pura tidak mendengar apa pun, dia ingin mendengar sendiri dari mulut mertuanya,dia merasa curiga kepada kedua mertuanya ini karna dia takut mertuanya tidak peduli dengan Kevin tetapi diluar dugaan mertuanya juga mengurusinya tapi walaupun begitu Bella ingin mendengar sendiri dari mertuanya itu.
"Bella kamu sudah pulang?"Tanya Nadia,Bella menghampiri kedua mertuanya lalu menyalaminya.
"Sudah Bu."
"Kamu menemui Kevin dikantornya?" Tanya Nadia,Bella mengangguk,lalu menundukkan wajahnya.Nadia sudah tau apa yang terjadi setelah melihat ekspresi dari wajah menantunya.Nafia menghela napas berat,
"Kami akan mencoba memperbaiki semuanya dengan sisa kemampuan kami,aku juga merasa bingung apa yang dikejar Kevin dari wanita belia itu."Ucap Nadia.
"Silahkan masuk ke dalam kamar mu dan istrahat lah."Bella akhirnya meninggalkan kedua mertuanya lalu dia menaiki anak tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Bella melempar kunci mobil dan tasnya,dia merasa lelah dengan semua masalah yang menghampirinya,belum lagi dia sudah tidak bisa memakai kedokterannya untuk bekerja karna dia sudah di pecat dari anggota ikatan dokter Indonesia.
"Sesusah itu mengambil hatinya kembali,apa Butet tidak punya kenalan dukun yang bisa mengembalikan hati suami yang di ambil pelakor." Ucap Bella.
*****
Pagi-pagi sekali Hanna menyiapkan semua perlengkapan kedua adiknya untuk berangkat ke sekolah,walaupun dia sudah punya pelayan dia tidak membiarkan pelayan itu mengurus segalanya termasuk kedua adiknya karna dia merasa tidak pantas untuk mendapatkan itu semuanya.
"Nona,biarkan aku yang memasukan makanannya."Ucap pelayan ramah,tapi dengan tegas Hanna menolaknya,dia tidak ingin menjadi orang yang belagu,dia khawatir suatu saat Kevin meninggalkannya dia menjadi manja dan tidak tau diri.
__ADS_1
Saat kedua adiknya sudah berangkat dan pelayan nya belanja ke pasar tiba-tiba bel pintu berbunyi,Hanna mengernyitkan keningnya dia sedikit bingung karna tidak mungkin pelayannya pulang padahal dia baru saja berangkat dan untuk menuju pasar saja dia butuh waktu tiga puluh menit.
**** Bersambung****