
Malam sudah semakin larut tapi Hanna belum juga bisa tidur,perasaanya semakin hari semakin tidak nyaman entah kenapa dia selalu kepikiran kedua adiknya,dia sudah berusaha berpikiran positif tapi sampai hari ini dia selalu khawatir dengan kedua adiknya.
"Dasar otak bodoh,kenapa aku harus hilang ingatan kembalikan ingatanku cepat..." Hanna memukul-mukul kepalanya ke dinding,dia berharap dengan begitu memorinya kembali ingat dengan semua masa lalunya.
Karna dia tidak merasakan perubahan apa pun dan yang dia rasakan hannya sakit di kepala dia menghentikan kegiatannya lalu dia turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya.Saat dia melewati kamar dewa,dia melihat pintu terbuka,akhirnya dia mengintip kesana dan ternyata dia baru sadar jika majikannya belum pulang sampai malam larut begini.
"Kemana dia,tidak biasanya dia seperti itu?" Batin Hanna,saat dia mulai duduk di sopa dan menonton televisi dia mendengar bunyi pintu terbuka.
"Kamu belum tidur?" Tanya Dewa dia berjalan menunju kulkas lalu mengambil minuman dingin dan meminumnya sampai habis.
"Belum kepala ku selalu pusing,aku selalu kepikiran kedua adikku,entah kenapa sampai hari ini aku belum juga bisa memikirkan semua masa lalu ku "Ucap Hanna.Dewa jelas melihat kesedihan di wajahnya,mungkin saja dia merindukan adiknya tapi dia belum juga mengingat tentang mereka.
"Besok kita cek lagi ke rumah sakit,bisa saja karna kamu selalu kelelahan makanya kamu sulit untuk mengingat semuanya."Ucap Dewa lalu menjatuhkan dirinya di atas sopa.
"Kamu dari mana kenapa pulang sampai larut malam begini?" Tanya Hanna,
"Dari klub biasa cuci mata,bosan dengan rutinitas sesekali otak juga butuh refreshing."Jawab Dewa.Dia tidak mungkin cerita yang sebenarnya karna bisa saja Hanna akan ilfil kepadanya,padahal dia baru menghabiskan malam bersama wanita malam,karna saat dia pulang tadi tiba-tiba saja hasratnya naik melihat Hanna yang baru selesai mandi dan tubuhnya memberikan aroma bunga yang membuat pikiran dewa traveling kemana-mana padahal tidak biasanya dia mau membayar wanita untuk sekedar tidur dengannya.
__ADS_1
*****
Malam ini Kevin kembali ke rumah di antar oleh supir bayaran,orang tuanya hannya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Kevin yang semakin hari semakin tidak bisa di andalkan.
"Pusing mama melihat Kevin setiap malam begini pa,kalau begini mama menyesal melarang dia untuk menikahi gadis kecil itu."Ucap Nadia,suaminya yang mendengar kata-kata istrinya merasa kesal.
"Jadi mama mendukung sikap Kevin yang tidak dewasa ini,ma...Kevin sudah besar dan dewasa harusnya kita sebagai orang tua hannya bisa mengarahkannya bukan malah mendukungnya,dia sudah seperti anak kecil yang merajuk karna tidak di berikan permen,mengesalkan."Ucap Hamdan lalu pergi meninggalkan istrinya di ruang tamu bersama Kevin yang tertidur pulas di atas sopa.
"Anak ini hannya bisa membuat ku kesal."Ucap Nadia lalu dia memanggil security untuk membawanya kedalam kamarnya.
Bella tertidur sangat pulas dia begitu kaget saat seseorang mengetuk pintu kamarnya,tidak biasanya malam-malam ada yang mengetuk kamarnya akhirnya dia turun lalu membuka pintu.
Setelah memastikan Kevin tertidur dengan nyaman akhirnya security keluar meninggalkan kamar mewah itu,dia merasa takut melihat tatapan istri dari majikannya yang begitu tajam setajam pisau dapur.Bella merasa kesal karna tidurnya terganggu,akhirnya dia keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur,tiba-tiba dia merasa tenggorokannya sangat kering.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul dua dini hari,pantas suasana rumah sangat sepi,Bella yang hannya memakai gaun malam berjalan menuju kulkas dan mengambil sebotol air dingin lalu meminumnya sampai habis.
"Apa yang kamu lakukan di tempat gelap ini kenapa kamu tidak menghidupkan lampu?" Tiba-tiba saja papa mertuanya sudah di belakanganya.Bella langsung kaget dan dia mundur kebelakang saking kagetnya hingga tidak sengaja dia hampir terjatuh beruntung papa mertuanya membantunya dan memegang tubuhnya.
__ADS_1
Seketika Bella merasa tubuhnya gemetaran dia sangat kaget dan juga malu,
"Maaf pa,aku tidak sengaja,sekali lagi maaf pa."Ucap Bella,dia langsung bergegas meninggalkan pria itu tapi dengan sigap pria itu menarik pergelangan tangan Bella lalu papa mertuanya tiba-tiba membisikkan sesuatu ke telinga Bella.
"Apa kamu butuh kehangatan aku bisa memberikan kepuasan kepada mu,karna aku tau Kevin tidak pernah lagi menyentuhmu,aku akan pastikan kau dan Kevin tidak akan bercerai."Ucap pria itu.Bella benar-benar kaget dia tidak menyangka pria yang sangat berwibawa itu ternyata memiliki sisi buruk.
"Apa...apaan sih papah jangan begitu,nanti kalau ada yang melihat kita bagaimana?" Mendengar ucapan Bella Hamdan seperti mendengar suara yang sangat merdu dan menggoda seketika keberaniannya semakin besar lalu dia kembali mendekati Hanna dan langsung mendorongnya ke dinding dan ******* bibirnya.Bella membalas serangan yang diberikan papa mertuanya dengan tiba-tiba mungkin karna dia sudah lama tidak mendapat sentuhan dari suaminya entah kenapa dia sangat menikmati sentuhan pria yang dia panggil papa.
"Pa...hh...sudah nanti ada yang melihat."Ucap bella,dengan suara yang sangat menggoda membuat pria itu semakin bergairah,dia sangat menikmati permainan itu.Karna Hamdan semakin bergairah dia menarik tangan Bella memasuki gudang belakang yang sangat gelap di sana mereka menghabiskan malam hingga hampir subuh mereka masih menikmatinya.
"Pa...Aku keluar dulu ini sudah subuh pelayan akan segera bangun."Ucap bella,mengingatkan walaupun sebenarnya dia belum puas sama sekali dia masih menginginkan belaian papa mertuanya yang bisa membuatnya benar-benar terbang.
"Tunggu sebentar lagi tanggung."Jawab Hamdan tapi Bella langsung menjatuhkan tubuh Hamdan kesamping lalu dia memperbaiki pakaiannya dan keluar dari kamar gudang lalu meninggalkan tempat itu.
"Sialan dia membuatku sangat tersiksa," Ucap Hamdan lalu dengan langkah gontai dia kembali ke kamar istrinya.
Setelah sampai di kamar Bella menutup tubuhnya dengan selimut,jantungnya benar-benar berdebar,dia masih menginginkan permainan itu tapi dia takut permainan mereka diketahui oleh para pelayan.Bella tidak pernah menyangka akan jatuh ke pelukan pria yang sangat dihormati dan di segani nya,tapi dia mau bilang apa kenyatannya dia sangat menikmati permainan itu bahkan dia masih menginginkannya lagi dan lagi.
__ADS_1
Saat matanya tidak bisa tertidur dia mengambil ponselnya lalu dia melihat pesan di aplikasi hijau miliknya lalu dia membuka dia tersenyum tipis membaca pesan dari mertuanya.
*** bersambung***