
Nadia hannya bisa diam mendengar ucapan Kevin,dia menatap lurus ke depan dia tidak menyangka di umurnya yang sudah tua ini Tuhan menguji kesetiaan rumah tangganya.Bahkan membuat pernikahannya hancur berkeping-keping dan yang paling menyakitkan yang menghancurkan rumah tangganya adakah menantunya sendiri yang selama ini dia bela mati-matian.
"Vin,aku tidak menyangka jika bella tega melakukan ini untuk mama,beberapa bulan yang lalu mama membantunya untuk menyingkirkan wanita yang mengganggu rumah tangga kalian,disitu mama sudah ngeri melihat sikapnya yang begitu kejam dan tidak punya rasa kasihan sedikit pun,sekarang malah dia tega melakukan ini sama mama." Ucap mamanya sambil menyeka air mata yang terus mengalir di pipinya,dia sangat terpuruk saat ini,saat dia bangkit dari kematian dia berfikir akan mendapat hidup yang bahagia ternyata semua impiannya berbanding terbalik dengan kenyataanya.
"Aku tau itu ma,sekarang Hanna sudah kembali kepadaku,mama tidak ada hak untuk melarang ku untuk menikah dengan Hanna." Ucap Kevin sambil terus membawa mobilnya.
"Tidak Kevin aku tidak akan melarang mu lagi aku berharap suatu saat wanita itu memaafkan aku rasanya aku begitu malu untuk bertemu dengannya apalagi suatu saat dia tau kalau suamiku di rebut menantuku sendiri." Jawab Nadia dengan senyum kecut di bibirnya.
Untuk sesaat mereka hanyut dalam pikiran masing-masing nadia juga tidak tau harus berbuat apa karena selama ini dia tidak pernah mengurusi perusahan,yang dia tau seluruh aset mereka atas nama suaminya karena,perusahan itu milik almarhum mertuanya juga.
Akhirnya mobil mereka sampai di rumah dengan selamat,membawa ibunya masuk kedalam rumah,dia masih enggan meninggalkan ibunya sendirian di rumah karena dia takut ibunya syok dengan semuanya.
Sudah lebih satu Minggu Kevin tidak mengunjungi kekasihnya Hanna,ada kerinduan di hatinya kepada wanita itu,tapi dia begitu takut meninggalkan ibunya sendirian di rumah apalagi mereka belum memiliki asisten rumah tangan
"Kevin!"
"Hmm."
"Kalau kamu tau dulu ayahmu selingkuh dengan bella kenapa kamu tidak membiarkan ibumu mati saja,aku benar-benar tidak kuat harus berpisah dari ayahmu,dia suami yang begitu hebat,aku sangat tidak rela kehilangan dia,mungkin aku tidak bisa hidup dengannya..Hu....huu...huu." Nadia kembali menagis di atas ranjang,sepertinya air matanya benar-benar tidak mau habis hingga bisa membuat ibunya terus menagis.
__ADS_1
"Sudahlah ma,aku juga sangat lelah ma,mana mungkin aku membiarkan mamaku,di hancurkan orang lain,bangkit ma,kita pasti bisa,aku sangat yakin mama bisa hidup tanpa pria seperti papa,ada aku ma yang selalu menjagamu,melindungi mu di masa tua mu nanti." Jawab Kevin dia duduk di atas ranjang dengan kaki di bawah ranjang.
Nadia memeluk anak semata wayangnya,dia sangat bersyukur memiliki anak sebaik Kevin,dia menyesal sudah melarang Kevin mencintai Hanan kekasihnya itu dulu.
"Maafkan aku anakku,seandainya aku tau kalau bella akan sejahat ini,mungkin aku tidak akan melarang mu dulu menikahi wanita itu." Ucap Nadia,dia terus terisak di pelukan anaknya.Pada saat itu,terdengar bel pintu,Kevin langsung bergegas menuju pintu dan membukanya.
"Bibi,apa yang kamu lakukan disini,dan dari mana kamu tau alamat ini?" Kevin melihat sekeliling nya yang sepi itu artinya ART itu datang sendirian kesana.
"Aku datang sendirian tuan,aku sudah di pecat oleh nyonya Bella,terus kemarin aku bertemu dengan tuan Sambo lalu dia menyuruhku untuk datang kesini." Ucap Nina,pelayan mereka yang sudah lama mengabdi untuk keluarga mereka dulu.
"Silahkan masuk bibi."
Kevin enggan untuk menanyakan banyak hal tentang papanya kepada pelayan itu,dia sedikit malas jika ada orang yang iba atas nasib nya hari ini,karena baginya belum tentu juga pelayan itu jujur dan setia kepadanya.
"Bibi,jadi tujuanmu datang kesini untuk apa?"
"Aku ingin kembali bekerja untuk tuan,rasanya aku sudah menganggap tuan sebagai keluarga aku tidak bisa jauh dari keluarga tuan." Ucap pelayan sambil menunduk.Kevin menghela napas panjang,dia bingung karena saat ini dia harus pintar menggunakan uangnya untuk membuka perusahaan baru,dan rencananya dia akan memangkas segala kebutuhan yang tidak terlalu penting.
"Maaf ya bibi,bukannya aku tidak menyayangi bibi tapi untuk saat ini,aku tidak punya uang untuk membayar gaji bibi setiap bulannya,aku rasa bibi tau apa yang terjadi dengan keluargaku." ucap Kevin sambil menghela napas berat,rasanya dia tidak tega untuk menolak permintaan pelayan itu,tapi karena tidak punya pilihan lain terpaksa dia harus melakukan itu.
__ADS_1
"Tuan,ijinkan aku untuk tetap tinggal bersama tuan dan nyonya,untuk saat ini tuan tidak perlu membayar gaji ku,sampai tuan bisa kembali jaya seperti dulu." Ucap Nina,Kevin menatap tidak percaya kepada pelayan itu,dia sangat terharu ternyata masih banyak orang-orang setia di sekeliling nya.
"Terima kasih bibi,sejujurnya aku sangat butuh orang yang bisa menjaga mama,aku mohon tolong bibi jaga mamaku dengan baik." ucap Kevin,Nina mengangguk dengan tulus dia sangat bersyukur karena akhirnya dia bisa kembali bekerja dengan tuan lama nya itu.
*****
Hanna menatap kosong ke jalanan,dia sangat berharap tiba-tiba Kevin datang menemuinya,dia sudah sangat merindukan kekasihnya itu.Ada banyak hal yang ingin di tanyakan kepada kekasihnya itu jika sudah datang menemuinya.
Sedikit pun Hanna tidak punya semangat untuk bekerja sudah hampir seminggu ini.Bosnya sudah mulai kesal melihat Hanna yang tidak bisa bekerja dengan konsisten.
"Mas,kamu kemana sih,apa kamu tidak mencintaiku lagi,kalau memang hidupmu terlalu banyak masalah harusnya kamu membaginya untukku,jika aku tidak bisa membantumu setidaknya kamu tidak memendam sendirian masalah mu." Batin Hanna.Dan pada saat itu dia melihat sebuah mobil yang tidak di kenali nya berhenti tepat di depan tokonya dia mengabaikannya karena dia pikir itu hannya seorang pembeli.
" Dan saat pemilik mobil keluar,Hanna sangat kaget karena yang datang adalah pacarnya dengan penampilan yang sangat berbeda.Kevin mengenakan kaos oblong putih di padukan dengan celana jeans,dan dia juga hannya memakai sendal biasa membuat Hanna cukup tercengang melihat pemandangan itu.
"Mas,itu kamu? rasanya hari ini kamu sangat jauh berbeda ada apa denganmu?" Tanya Hanna,ini pertama kali baginya dia memakai pakaian yang seperti itu.Kevin langsung duduk di atas kursi yang di berikan oleh Hanna kepadanya wajahnya terlihat begitu lelah,mungkin pria itu memendam begitu banyak masalah.
"Panjang ceritanya Hanna,aku sangat lelah saat ini,rasanya aku ingin mati walau hannya sebentar saja." Ucap Kevin sambil membuang napas dengan kasar.
**** bersambung***
__ADS_1