Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 57 ~ Hancur ~


__ADS_3

Sepanjang hari Kevin terlihat bekerja dengan perasaan tidak menentu,sebenarnya dia berusaha untuk bisa pokus tapi semakin kesini pikirannya semakin tidak menentu,bayangan kedua adik Hanna sering sekali menghantuinya.


"Sialan ngapain juga aku memikirkan mereka,ibunya saja tidak peduli apa lagi aku,hannya kebetulan saja kami sempat dekat kemarin."Ucap Kevin sambil memijat keningnya,lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tapi semakin dia mencoba,semkin bayangan kedua anak itu menghantuinya.Kevin mengambil ponselnya lalu menyuruh asistennya untuk menemuinya di ruangannya.


"Ada apa tuan?" Tanya Sambo,dia sudah lumayan lelah menghadapi tuannya yang semakin hari semakin pemarah.


"Bagaimana apa kamu sudah menemukan jejak Hanna dan kedua adiknya?" Tanya Kevin wajahnya benar-benar menakutkan,semenjak dia kehilangan wanita yang pernah singgah di hidupnya,sikapnya sangat berubah,pemarah,gampang emosi,dan semakin cepat merendahkan Setiap orang yang tidak bisa memberikan kabar baik kepadanya.Bahkan pria itu dengan cepat membuang semua detektif yang bertugas mencari keberadaan Hanna dan adiknya.


Sambo benar-benar lelah setiap hari menghadapi tekanan dari Kevin dan juga orang tuanya,rasanya dia sudah tidak mampu menerima tekanan yang datang menghantuinya.


"B_belu....


"Braakkk.....Dasar manusia bodoh,lamban dan tidak berguna percuma saja aku memberimu gaji tinggi jika menyelesaikan masalah seperti itu saja kamu tidak mampu."Ucap Kevin tampa mendengar penjelasan dari sambo ,kevin menggebrak meja,membuat rasa sakit hati Sambo semakin besar kepadanya.


"T_tuan,maafkan aku karna sudah mengecewakan mu,tapi mulai saat ini aku mengundurkan diri jadi asisten mu,maafkan aku karna tidak bisa menjadi orang yang kompeten."Ucap Sambo,sebenarnya dia sangat lelah tapi dia benar-benar muak setiap hari menerima makian dan cacian dari pria itu.


"Keluar......!!!!" Kevin memekik hingga beberapa orang sangat kaget mendengar teriakannya yang sangat menggema di ruangan itu.


Sambo meninggalkan ruangan direktur dengar perasaan tidak enak,sebenarnya dia sangat tidak tega keluar dari pekerjaannya,di saat pria itu sedang tidak baik-baik saja,tapi dia sudah tidak sanggup bekerja dengan tekanan yang dia terima dari semua keluarga Kevin,baik dari papanya dan juga Bella istri yang selalu menyalahkan nya saat Kevin pulang dengan keadaan mabuk.

__ADS_1


"Dasar bajingan,bisa-bisanya dia meninggalkan aku di saat keadaan ku sedang terpuruk begini,araaghhhhh......"Kevin menggaruk dan memukul-mukul kepalanya yang sangat sakit memikirkan semua masalah yang menghampirinya secara bersamaan.


Sambo menyusun semua barang-barangnya dan memasukkan nya kedalam karton,dia sangat berat hati meninggalkan perusahan ini yang sudah memberikannya jabatan dan kehormatan selama ini,bahkan dia dikenal banyak orang dan disegani banyak orang itu semata-mata Karna dia bekerja di perusahaan besar bahkan dia sudah menjadi kaki tangan selama ini.


"Tuan jika memang kamu tidak tega meninggalkan tuan Kevin,urungkan niat mu untuk mengundurkan diri,dan cobalah sabar sedikit lagi menghadapi tuan Kevin,bukan kah kamu lebih tau dia dari siapa pun di perusahan ini?" Ucap sekretaris perusahan yang sudah berdiri disampingnya.


"Entahlah aku juga sangat frustasi,aku takut jika aku pergi meninggalkannya keadaan tuan kevin semakin memburuk."Jawab Sambo,dia kembali duduk di kursinya sambil memijat keningnya dan rasanya kepalanya hampir mau pecah karna semua masalah yang datang.


*****


Sementara itu di lain tempat Bella,terlihat sedang santai di salon melakukan perawatan,dia begitu bosan di rumah besar.Semenjak dia tidak bekerja lagi,dia tidak tau akan melakukan pekerjaan apa lagi,dia ingin sekali kembali ke rumah sakit tapi tidak ada lagi yang menyambutnya di tempat itu seperti biasanya.


Bella menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya ke udara,dia tidak tau harus menjawab apa kepada temannya.


"Entahlah....Aku juga pusing mikirin masalah rumah tanggaku,dia tepat acuh kepadaku,bahkan dia tidak mau bertemu denganku."Ucap bella dengan nada putus asa.


"Aku tidak nyangka jika pria yang dulu sangat mencintaiku,sangat memujaku dan begitu menginginkan tubuhku setiap malam dengan mudahnya mencampakkan aku."Ucap bella.Sangat terukir jelas di wajahnya raut kesedihan,Rara sangat prihatin dengan hidup Bella sekarang tapi mau gimana lagi semua itu terjadi karna dia terlalu egois dan arongan.


"Sabar bel,kamu harus bisa memperbaiki semuanya,belajarlah menjadi lebih wanita yang sabar dan kuat."Ucap Rara.Bella hannya bisa tersenyum mendengar ucapan Rara,bahkan rasanya dia sudah mulai lelah menghadapi sikap Kevin yang semakin tidak menghargainya sebagai istri.


Bella selalu berusaha untuk tidak menandatangani surat cerai yang pernah diberikan Kevin kepadanya,dan beruntung belakangan ini,pria itu tidak pernah memberikannya lagi tapi sikapnya dan caranya membuat Bella lelah.

__ADS_1


*****


Kevin mengakhiri semua aktifitasnya hari ini,dan saat ini dia berniat akan kembali kerumahnya,karna rasanya kepalanya hampir pecah memikirkan semuanya.


"Dasar asisten tidak tau diri,kamu pikir kamu siapa sehebat apa kamu hingga kamu bisa mengabaikan aku,tampa kamu hidupku juga bisa baik-baik,mencari keberadaan Hanna sampai hari ini kamu tidak bisa,apa gunanya aku membayar mu jika masalah seperti ini saja tidak bisa kamu selesaikan."Sungut Kevin,dia mengambil kunci mobil yang dia letakkan di atas meja,setelah itu dia keluar dari ruangannya menuju parkiran.


Saat Kevin hendak keluar dari area perusahannya, tiba-tiba saja Calista menghadang mobilnya dan dia mengetuk kaca mobilnya.Kevin membuka kaca mobilnya lalu melihat Calista sudah ada di samping mobilnya.


"Ada apa!!!!"Calista berlari ke pintu sebelah lalu berusaha membuka pintu tapi saat itu Kevin tidak membuka karna dia sangat tidak menyukai Calista ibu durhaka yang sudah membuang anak-anaknya demi pria lain.


"Tolong buka tuan."


Kevin mengabaikan panggilan Calista dia menyetir mobilnya,dan meninggalkan Calista dan menghiraukannya.Tidak putus asa Calista langsung memanggil taksi dan mengikuti mobil Kevin dari belakang.


"Mengapa wanita itu mengikuti ku lagi,dia benar-benar tidak punya harga diri sepertinya dia perlu diberikan pelajaran."Ucap Kevin,lalu dia menepikan mobilnya dan benar saja,taksi yang di naikin Calista langsung berhenti di belakang mobil Kevin.


Kevin menatap sinis ke arah Calista dari awal dia sangat tidak menyukai wanita ini,bahkan saat dulu dia hampir menjual anaknya sendiri ke pria hidung belang.


"Tuan aku mohon bantu aku,kali ini saja,aku sudah tidak tau harus meminta bantuan kepada siapa lagi,bantu aku tuan." Ucap Calista,wajahnya benar-benar memelas.


*** bersambung****

__ADS_1


__ADS_2