Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 75 ~ melarikan diri~


__ADS_3

Hanna ingin memberi pelajaran kepada pelayan toko yang sudah menganggapnya sepele kemarin,dia sangat membenci seseorang jika mereka selalu menilai segala sesuatunya dari penampilan.


"Cari apa lagi Kaka kemari?" Tanya pelayan dengan wajah tidak suka,hal itu membuat Hanna semakin kesal.


"Aku tidak membeli apa-apa lagi karna aku tidak butuh sesuatu lagi,tapi aku kesini hannya ingin melihat-lihat."Jawab Hanna.Wanita itu membelalakkan mata.


"Jika kamu tidak ingin belanja lagi,please keluar dari toko ini,kamu tidak melihat orang-orang yang mengunjungi mall ini adalah orang-orang berduit,aku curiga jangan-jangan kartu yang kamu pakai kemarin bukan milikmu."Ucap pelayan berusaha menyudutkan Hanna,dia terlihat sangat tidak suka melayani Hanna.


Saat itu dewa sudah berdiri tidak jauh dari mereka,dia terus memantau pelayan itu,Dewa sudah bisa menebak kalau wanita-wanita seperti itu biasanya simpanan pria hidung belang,pekerjaannya itu hannya kedok untuk mereka-mereka makanya dia tidak tau melayani orang dengan baik.


"Sudah kita pulang saja,ngapain kamu mengurusi orang seperti ini." Tiba-tiba dewa sudah berdiri di belakang mereka hingga Hanna dan wanita itu langsung menoleh ke arah suara dewa.Wanita itu menatap dewa dari atas kebawah,seketika wajahnya berubah ramah,dan dia mendekati dewa dia mencoba tersenyum ramah kepada dewa,


"Maaf tuan, apakah tuan berbicara kepada Kaka ini?" Tanyanya tetap berpura-pura ramah.Dewa mengabaikan ucapannya lalu mendekati Hanna yang masih berdiri lumayan jauh darinya.


"Apa kamu masih menginginkan sesuatu."


"Tidak lagi,aku sudah tidak mood melihat wanita ini tapi aku bosan di apertemen,pengen jalan-jalan."Ucap Hanna.

__ADS_1


"Ayolah,aku ada waktu mari kita jalan-jalan."Ucap dewa,setelah itu mereka meninggalkan pelayan itu dan mengabaikannya,rasanya Hanna sangat puas bisa mengerjai pelayan sombong itu.


"Kenapa kamu tersenyum begitu? Tanya dewa saat melihat senyum manis yang terlukis di wajah Hanna.


"Aku merasa lucu melihat wajah pelayan itu,aku sangat kesal melihat kalau orang-orang seperti dia itu selalu melihat orang dari statusnya,dia kan seorang pelayan yang miskin sama yang kaya harusnya sama saja."Ucap Hanna,dewa hannya bisa tersenyum menanggapi ucapan Hanna.Mereka langsung menaiki mobil dan meninggalkan mall,dewa menyetir dengan santai,jalanan terlihat sepi karna mungkin ini karna masih jam kerja jadi orang-orang masih sibuk.


*****


Sementara itu di panti,sudah beberapa hari ini Lisa dan Puspa berusaha ingin kabur dari sana tapi mereka sangat sulit untuk mencari waktu yang tepat karna wanita itu bersama dua pria penjaga tidak pernah keluar sudah beberapa hari ini.


Dua hari kemarin Lisa mendengar pemilik panti menghubungi seseorang,dari pembicaranya Lisa tau jika orang yang menitipkan mereka sudah tidak membayar biaya mereka lagi di panti hingga dia terlihat begitu marah.Dan saat itu penjaga datang menemui pemilik panti dan Lisa mendengar kalau mereka sedang mencari orang yang mau membeli dirinya dan juga adiknya.


"Kakak,sepertinya mereka akan bersiap-siap keluar,kita tunggu saja supaya kita bisa kabur dari tempat ini,aku melihat wanita jahat itu sedang berganti pakaian."Ucap Puspa,yang baru saja masuk kedalam kamar mereka.


"Benarkah! baguslah awasi mereka biar kita bisa kabur,mungkin mereka akan menjemput orang yang ingin membeli kita."Jawab Lisa,dari kemarin dia sudah ketakutan apa yang terjadi dengannya jika sampai mereka di jual,dia sudah tidak memiliki keluarga,hannya Puspa satu-satunya keluarga yang dia miliki.


Lisa memang orang yang paling membenci ibunya,walaupun ibunya masih ada dalam hatinya yang paling dalam dia sudah menganggap ibunya sudah meninggal.

__ADS_1


"Kakak mereka sudah pergi,tapi gerbangnya di kunci bagaimana ini kakak?" Tanya puspa dengan wajah ketakutan,Lisa berlari keluar berharap mereka punya pintu lain untuk keluar dari sana.


"Kakak,gimana kalau kita ambil tangga dan memanjat lewat gerbang ini saja,kita tidak mungkin terus bertahan disini kita harus secepatnya keluar dari tempat ini,aku tidak mau kita dipisahkan kak,aku tidak punya siapa-siapa lagi."Ucap Puspa,Lisa mengangguk lalu bergegas lari ke gudang untuk mencari tangga untuk mereka pakai.


Lisa melihat tangga yang sangat tinggi di dalam gudang,akhirnya dia mencoba mengambilnya lalu membawanya keluar,Lisa sangat kesulitan untuk mengeluarkan tangan dari dalam gudang,selain berat tingginya juga membuat Lisa kewalahan,Puspa berusaha membantunya.Setekah mereka bersusah payah untuk mengeluarkannya akhirnya mereka berhasil membawa tangga itu lalu membuatnya berdiri di pagar setelah itu mereka menaikinya.


Puspa benar-benar ketakutan,apalagi saat tangan itu bergoyang wajahnya sangat pucat,tapi kalanya terus mendorongnya dan memberinya semangat.Saat sudah berada di puncak kembali Puspa ketakutan untuk melompat kebawah,wajahnya semakin pucat dia sudah sangat ketakutan.


"Ayo lah dek kamu bisa,pelan-pelan saja,nanti mereka keburu datang,kita pasti di hajar lagi karna sudah berusaha kabur."Ucap Lisa.Karna dorongan kakaknya akhirnya Puspa melompat kebawah diikuti oleh Lisa,


"Aaahhh kakiku,sakit,sakitt kak aku tidak bisa berjalan." Ucap Puspa meraung-raung,Lisa juga merasakan sakit yang luar biasa tapi dia sudah tidak menghiraukannya,apalagi dia sudah melihat dari kejauhan mobil milik wanita jahat yang sudah mengurung mereka selama ini di panti.


"Ayolah dek,lihat mereka sudah datang kita bisa di bunuh,ayo Kaka menggendong mu."Dengan kaki pincang Lisa menggendong Puspa yang sama sekali tidak bisa berjalan.Lisa membawa lari Puspa dari tempat itu,dia berlari kejalan besar,Lisa sudah yakin jika para orang jahat itu sudah mengikuti mereka.


Karna sudah tidak mampu berlari,apalagi kakinya sangat sakit dan ditambah dia menggendong adiknya akhirnya Lisa membawa Puspa sembunyi di sebuah tong sampah yang sangat besar mereka berdua benar-benar ketakutan.


"Nyonya,mereka sudah tidak ada,aku yakin mereka pasti sembunyi di tempat ini,mereka pincang bagaimana mungkin pagar setinggi itu mampu mereka lompat itu artinya adiknya itu tidak bisa berjalan."Ucap seorang pria,wanita itu keluar dari dalam mobil dan dia terlihat sangat marah.

__ADS_1


"Cepat cari bodoh,kenapa tadi kalian tidak tinggal saja satu orang untuk menjaga budak kecil itu,kalau sampai mereka menghilang kita akan gagal mendapat uang besar,cepat cari."Ucap wanita itu,Lisa semakin ketakutan,bahkan untuk bernapas pun dia sudah tidak berani lagi.


**** bersambung***


__ADS_2