
Setelah memastikan Hanna tertidur dengan tenang dewa keluar dari apertemen nya,dia menuruni lift,dia ingin mencari apotik terdekat disekitarnya untuk membeli obat yang sudah di resep oleh dokter barusan.Dan pada saat dia hendak memasuki mobilnya samar-samar dia melihat dua orang temannya memasuki gedung apertemen itu,dia mengabaikan kedua temannya karna dia tau tidak akan mungkin temannya bisa masuk kedalam apertemen karna mereka tidak tau sandinya.
Setelah membeli semua obat yang di butuhkan dewa tidak lupa membeli buah-buahan untuk Hanna,tidak lupa membeli vitamin untuk wajahnya agar tidak meninggalkan luka nantinya,karna terdapat beberapa luka ringan di wajah Hanna.
"Apa yang kalian lakukan disini? Tanya Dewa kepada kedua temannya yang sedang berdiri membelakanginya,mereka langsung menoleh kearah dewa lalu mendekatinya.
"Dewa,masa hannya karna wanita itu hubungan pertemanan kita yang sudah terjalin lama harus putus,kamu seharusnya tidak bisa egois gitu dong."Ucap salah seorang dari mereka.
"Terus maunya kalian apa! apakah kalian ingin aku harus melepaskan orang yang sudah hampir melecehkan temanku sendiri? egois sekali kalian,mulai saat ini hubungan persahabatan kita cukup sampai disini,aku tidak mau punya sahabat sampah seperti kalian,maaf aku tidak mengundang kalian untuk masuk kedalam"Ucap dewa ,setelah itu dia masuk dan menutup pintu,dia membiarkan kedua sahabatnya berdiri di luar.
Dewa duduk di atas sopa,dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal,sudah lama dia berteman dengan para sahabatnya itu tapi dia tidak menyangka salah satu dari mereka tega melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu,dia pikir-pikir tidak ada juga gunanya berteman dengan semua temannya itu karna mereka hannya memanfaatkannya saja sudah lama dia tau akan hal itu.
Tidak ingin larut dalam pikirannya akhirnya dewa kembali menemui Hanna yang masih tertidur pulas di atas ranjangnya sengaja dia membawa Hanna kedalam kamarnya karna dia tidak ingin Hanna trauma.Dewa duduk di pinggiran ranjang sambil menunggu Hanna bangun dari tidurnya tapi karna Hanna tidak bangun juga akhirnya dia tertidur di samping Hanna.
Hari mulai gelap,orang-orang sudah mulai menyantap makan malamnya tapi dewa masih tidur dengan pulas,dia tidur dengan kepala bersandar di pinggiran ranjang,saat itu Hanna membuka matanya lalu dia melihat dewa yang tertidur di dekatnya.
Hanna enggan untuk membangunkan dewa,sementara perutnya sangat lapar,mungkin karna dari tadi siang dia belum makan sama sekali.Sangat lama Hanna menunggu dewa bangun tapi sedikit pun dia tidak bergerak akhirnya Hanna memberanikan diri untuk menyentuh dewa lalu membangunkannya.
__ADS_1
"A_ada apa ini,apa yang terjadi?" Tanya Dewa,dia terlihat sangat kaget dan dia memandangi sekelilingnya,
"Ada apa,kamu baik-baik saja apa mu yang sakit?" Tanya Dewa,Hanna menggelengkan kepala dia merasa malu untuk mengakui kalau dia sangat lapar,sementara dia sangat tau jika dewa sudah lelah mengurusnya dari tadi.
"Apa kamu haus,atau kamu ingin makan? tapi maaf aku tidak pandai memasak aku akan memesan makanan apa pun yang kamu inginkan." Ucap dewa,lalu mengambil ponselnya dan melihat daftar menu yang ada di aplikasi makanan siap antar.
Setelah mendapatkan makanan yang mereka inginkan dewa langsung memesannya,sebelum makannya datang dia menyiapkan minuman kedalam kamar,dia terlihat sangat sibuk dan sangat perhatian kepadanya hingga membuat rasa kagum di hati Hanna semakin besar terhadap dewa.
Hanna selalu berusaha untuk menjaga hatinya untuk tidak jatuh cinta kepada dewa,siapa sih wanita yang tidak jatuh cinta kepada pria berhati lembut,serta perhatian.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanan yang dia pesan datang juga,dewa keluar dari kamar lalu membayar seluruh pesanannya setelah itu dia membawa makanan kedalam kamarnya.
*****
Sementara itu di kediaman Sanjaya,semua orang terlihat santai duduk di ruang tamu,entah apa yang terjadi tiba-tiba Kevin bergabung bersama mereka,semua orang menoleh ke arahnya,mereka sedikit kaget melihat perubahan pria itu.
"Kamu sudah datang Kevin,akhirnya kamu kembali kerumah ini,mama sangat senang sekali."Ucap Nadia,dengan wajah yang yang sangat gembira,sementara itu Bella merasa tidak nyaman saat tiba-tiba Kevin bergabung bersama mereka.
__ADS_1
"Memangnya tidak bisa ma,aku bergabung dengan kalian sudah lama rasanya kita tidak berkumpul seperti ini,aku merindukan saat-saat seperti ini."Ucap kevin,tetapi walaupun dia dia berbicara dengan ibunya sesekali dia menatap ke arah ayahnya,entah kenapa semenjak tadi siang sampai malam ini hatinya masih bertanya-tanya apa mungkin pria yang dilihatnya tadi itu ayahnya.
"Papa,apa mungkin tadi siang papa berkunjung ke restoran bintang timur,sepertinya aku melihat ayah tadi disana?" Ucap Kevin kepadanya ayahnya dengan pandangan menyelidik.
"Deg..."Mendengar pertanyaan yang dilontarkan anaknya sendiri,jantung Hamdan langsung bergetar hebat,dia sangat kaget saat Kevin menanyakan itu kepadanya,sementara tadi siang dia tidak memperhatikan jika Kevin juga berada di restoran itu.
"T_tidak untuk apa papa kesana,aku dikantor tadi sampai sore,ngapain aku kesana?" Hamdan berusaha tenang supaya Kevin tidak curiga kepadanya,sementara itu Bella juga sangat ketakutan kalau sampai tadi siang Kevin melihatnya bersama mertuanya.
"Apa mungkin aku salah orang,padahal aku melihat pria itu sangat mirip dengan papa."Ucap Kevin semakin menyudutkan ayahnya.Tapi karna Hamdan sangat pintar mengelak akhirnya Kevin mempercayai ucapan ayahnya.
"Pa...Ma,aku duluan masuk kamar."Ucap bella lalu berjalan menaiki anak tangga dan kembali kedalam kamarnya.Padahal malam ini dia sudah merencanakan untu memasukkan obat tidur ke minuman ibu mertuanya,karna dia ingin bertemu dengan pacar gelapnya tapi melihat Kevin yang sedang berada di rumah ini dia akhirnya mengurungkan niatnya.
Setelah sampai di dalam kamar bella menjatuhkan tubuhnya keatas ranjang lalu dia memandangi langit-langit,entah kenapa dia sangat tidak menyukai kepulangan suaminya malam ini.Perasaanya kepada suaminya benar-benar hampir hilang perhatian dan kelembutan Hamdan mampu membuatnya lupa kepada suaminya sendiri.
"Untuk apa bajingan itu kembali lagi? menyesal aku mengotori tanganku untuk membunuh selingkuhannya,sementara perasaanku sudah hilang kepadanya."Batin Bella dia menyimpan obat yang selalu dia masukkan kedalam minuman ibu mertuanya.
"Maafkan aku mama,sepertinya aku jatuh hati kepada suami mu." Batin Bella,lalu dia tersenyum jahat memikirkan semua rencana yang sudah dia simpan di otaknya.
__ADS_1
**** bersambung***"