Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 52 ~ Wanita masa lalu ~


__ADS_3

Dewa kembali ke perusahannya dengan wajah masam,beberapa kariawan yang melihatnya merasa aneh padahal mereka melihat dengan jelas asisten nya membawa pulang medali miliknya itu artinya pria yang sangat mereka segani memenangkan kategori pengusaha hebat tahun ini.


"Apa si wanita murahan itu ingin mencoba menggodaku kembali?" Ucap dewa,dia mendaratkan bokongnya dia atas kursi empuk miliknya.


"Andi..."


"Iya tuan..."Andi mendekatinya,setelah dia meletakkan medali miliknya di dalam lemari.


"Kenapa Nadia sampai datang tadi ke acara penting itu?" Tanya Dewa,Andi nampak bingung karna dia sendiri tidak tau kenapa Nadia bisa hadir di tempat bergengsi itu.


"Nadia adalah seorang gadis yang sangat cantik,mereka sempat menjalin hubungan selama empat tahun,dewa yang dulu sangat mencintainya akhirnya menelan kekecewaan saat dia tau Nadia selingkuh dengan saingan bisnis dewa.Bahkan dulu perusahan yang di pimpin oleh dewa hampir bangkrut karna Nadia membocorkan semua rahasia perusahan kepada pria itu.Dan bodoh nya dewa waktu itu dia masih mau memaafkan semua kesalahan yang dibuat Nadia karna besarnya rasa cintanya kepada wanita itu.


Dan pada akhirnya kebencian itu ternyata datang juga saat Nadia hamil anak pria selingkuhannya dan naasnya pria itu tidak mau bertanggung jawab.Dari situ cinta yang begitu besar di hati dewa akhirnya digantikan dengan rasa benci yang sangat dalam,akhirnya dia memutuskan hubungan dengan Nadia.


Dewa kaget saat seseorang mengetuk ruangannya,dia terlalu asik mengingat kenangan pahit yang pernah hadir di hidupnya.


"Dewa.."


Dewa menoleh ke arah pintu ternyata Nadia sudah berjalan memasuki ruangannya,dewa merasa bersyukur karna akhirnya wanita itu sudah benar-benar hilang dari hatinya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Dewa santai,sementara Nadia menelusuri semua ruangan dewa,dia mengangumi semua perubahan yang ada di ruangan itu,padahal dulu ruangan itu tidak semewah itu.

__ADS_1


"Apa kamu melarang ku datang ke tempat ini?" Tanya Nadia berpura-pura,dewa yang melihat itu merasa jijik karna dia bersikap seperti tidak terjadi apa-apa dengan mereka.


"huhff...Aku tau kamu bukan wanita bodoh,jadi aku yakin kamu tau jika aku tidak menyambut mu di perusahan ku,sekarang kamu keluar karna aku juga banyak urusan "Ucap dewa tegas,Nadia sangat sakit hati mendengar ucapan dewa,tapi karna dia tidak ingin melihat dewa emosi akhirnya dia keluar.Percuma baginya untuk memaksakan keinginan nya karna dia yang paling tau sifat pria itu.


*****


Hari ini Bella menyetir mobilnya menuju panti tempat Lisa dan Puspa di titipkan,dia memang sengaja membayar mahal pemilik panti itu untuk menjaga ketat Lisa dan Puspa disana.Bella sangat ketakutan jika Lisa dan Puspa dibiarkan berkeliaran maka suatu saat Kevin akan mengetahuinya apalagi jelas-jelas dia tau Kevin membayar beberapa detektif untuk mencari keberadaan Hanna.


"Mahal juga bayaran kedua wanita busuk itu,sialan bisa-bisanya aku harus membayar mereka,tapi jika sampai mereka berkeliaran dan Kevin menemukan mereka hidupku bisa benar-benar tamat,lain kalau mama,pasti dia di maafkan karna dia ibunya karna tidak mungkin Kevin tega memenjarakan ibu yang melahirkannya."Sungut Bella,setelah menyetir beberapa jam akhirnya dia sampai di panti ada rasa jijik jika dia masuk kedalam rumah.


"Nyonya sudah datang,aku kira nyonya lupa jalan kemari."Ucap pemilik panti dengan wajah sumringah dia sudah membayangkan uang jutaan akan dia terima dari wanita kaya raya itu.


Bella mengabaikan ucapan kepala panti,"Kamu tidak usah berlebihan bagaimana kabar kedua wanita itu,jika dia sampai kabur aku tidak segan-segan membunuh mu,jaga dia dengan baik sampai tiba waktunya dia akan aku bawa "Ucap Bella lalu dia melemparkan amplop berisi uang kepada kepala panti.Dengan sigap wanita itu mengambil amplop lalu membuka isinya dan melihat beberapa juta uang merah.


"Nasib...Nasib,sudah kehilangan suami malah aku harus membayar biaya kedua anak tidak tau diri itu,sampai kapan aku harus membayar uang kepada wanita itu."Sungut Bella,dia terus mengoceh sepanjang jalan karna kehilangan uangnya.


*****


Sementara itu Hanna dengan semangat mempelajari semua peralatan yang ada di apertemen dewa,dia sudah berjanji kepada dirinya jika dia harus berguna di apertemen itu.


"Emangnya nona untuk apa belajar peralatan dapur ini."Tanya pelayan heran,dari pagi dia tidak melakukan apa pun kecuali mengajari Hanna.

__ADS_1


"Biar aku pandai saja bi,jika aku sudah bisa bibi tidak perlu bekerja disini lagi."Jawab hanna tenang,sang pelayan tampak tersenyum dia merasa bingung dengan ucapan Hanna.


"Huh...Mana mungkin seorang pria membiarkan pacarnya membersihkan semua apertemen ini,apalagi tuan dewa seorang pria yang sangat kaya dan hebat."Batin Pelayan,dia terus melanjutkan pekerjaannya yang dibantu oleh Hanna.


****


Kevin memasuki sebuah klub malam,semenjak dia kehilangan Hanna hidupnya benar-benar hancur,tidak lewat satu hari kalau dia tidak masuk kedalam klub yang biasa dia masuki.


"Sayang kamu datang malam ini."Tanya seorang wanita malam,dia seorang wanita yang sangat cantik,dia bahkan sudah mencari tau latar belakang Kevin,dia sengaja tiap malam menggoda Kevin,


"Sayang kamu akhirnya datang aku sangat merindukanmu."Ucap wanita itu,dia dengan gaya menggoda mengelus paha Kevin hingga membuat Kevin sedikit merinding.


"Jangan menggodaku,aku sudah punya pacar aku kesini hannya ingin minum jika kamu mau aku punya asisten kamu bisa main dengannya Sambo layani dia aku yang membayarnya untukmu."Ucap Kevin,seketika wajah wanita malam itu merah padam,beberapa Minggu ini dia sudah sangat berusaha menggoda kevin bahkan dia pernah dengan sengaja menaruh perangsang ke minuman kevin tapi sayang sedikit pun Kevin tidak tergoda.


Setelah mabuk Sambo membawa Kevin kembali kerumahnya dan saat sampai di sana dia sudah yakin istrinya yang tempramental itu akan memakinya sepuasnya.


"Dia mabuk lagi? tanya Bella kali ini dia sangat jijik melihat Kevin yang sudah bau minuman Sambo membawanya menaiki anak tangga lalu mengantarnya ke dalam kamar mereka.


"Nyonya tolong urus tuan Kevin dengan baik."Ucap Sambo lalu dia keluar dari dalam kamar,Bella menatapnya sinis dia begitu jijik mendengar ucapan Sambo.


"Kamu pikir aku ini pelayannya,dasar pria tidak berguna kalau bukan karna harta keluargamu banyak dan kamu orang hebat aku tidak Sudi dengan pria menjijikan sepertimu."Ucap bella,lalu dia mendorong Kevin dari atas ranjang hingga tubuhnya jatuh kelantai.

__ADS_1


*** bersambung ****


__ADS_2