
Kevin memasuki gedung perusahannya dengan wajah berseri-seri,beberapa kariawan merasa heran dengan sikap tuan mereka,bagiamana tidak,dia pria yang baru saja menggugat istrinya tapi dia terlihat seperti tidak ada masalah bahkan dia seakan-akan sangat bahagia karna dia akan berpisah dengan istrinya.
"Selamat pagi tuan!!"
"Selamat pagi tuan!!"
Beberapa kariawan menyapanya dengan sopan dan kevin terlihat hannya mengangguk sebelum menaiki lift menuju ruangannya.
"Apa saja jadwalku pagi ini?" Sambo yang sudah berdiri di depan mejanya langsung membuka agenda kerjanya.
"Tuan jam sepulu pagi nanti tuan dijadwalkan bertemu dengan dengan pemilik perusahan BW group,pemilik perusahan itu ingin bertemu dengan anda dan saya tidak tau apa tujuannya bertemu dengan anda.Setelah itu beberapa rapat penting dengan beberapa perusahan lainnya.
"Jadwal hari ini sungguh padat,mungkin karna beberapa hari ini aku tidak masuk kantor."Kevin menghela napas berat,lalu mengambil beberapa beberapa berkas yang sudah menumpuk di depannya.
****
Bella sepanjang hari menghabiskan waktu dikamar bahkan dia tidak terlihat keluar kamar walau cuma sedikit hingga pelayan yang biasa melayaninya merasa khawatir.
"Nyonya....Nyonya...Bangunlah,aku sudah membawa sarapan untuk nyonya."Mendengar seseorang yang memanggil namanya Bella menuruni ranjang dengan kaki terseok-seok,dia membuka pintu dan melihat seorang pelayan sudah berdiri didepan pintu dengan membawa nampan berisi makanan.
"Nyonya,anda harus makan,jika pun anda punya masalah,menyiksa diri tidak akan menyelesaikan masalah,seharusnya nyonya harus lebih semangat jangan menyiksa diri sendiri jika nyonya sakit belum tentu tuan akan kembali kepada nyonya,tapi kalau nyonya merubah diri kemungkinan tuan akan kembali kepada nyonya."Ucap pelayan panjang lebar.
__ADS_1
"Nyonya jangan biarkan pelakor itu menang rebut kembali tuan dari wanita jala**ng itu,jangan biarkan dia menang."Bella mendengar setiap ocehan pelayan dengan dengan saksama,dia sedikit membenarkan ucapan wanita dapur itu,dia tidak menyangka jika pelayan itu punya ide cemerlang kayak gitu.
"Sepertinya ucapan mu benar Butet,aku harus menang atas suamiku."Jawab Bella,lalu dia beranjak ke kamar mandi lalu membersihkan diri,dia tidak membiarkan pelayan pribadinya meninggalkan kamarnya.
"Kasian juga dia,sudah lama hidup bersama dengan suaminya tapi karna pelakor mereka harus pisah,ya...Walaupun nyonya Bella begitu sombong selama ini melihat dia menderita seperti ini membuatku tidak tega juga." Batin Butet,dia pelayan yang selalu melayani Bella dalam segala hal,sudah lama dia mengabdi kepada wanita itu.
Setelah keluar dari kamar mandi,Bella menghabiskan makanan yang dibawa oleh Butet,sepertinya semangatnya kembali setelah Butet menyemangatinya barusan.
"Bagaimana Butet,apa aku harus memotong rambutku,apa aku harus melakukan perawatan hari ini?" Tanya Bella setelah dia menghabiskan sarapannya,Butet sedikit bingung,rasanya mau seperti apa pun Bella tetap lah wanita yang cantik dan anggun walaupun dibalik kecantikannya dia menyimpan sikap yang sangat Arongan dan juga sombong.
"Seperti apa pun nyonya tetap cantik." Jawab Butet dia bingung harus menjawab apa karna memang kenyataanya begitu.
"Sepertinya hari ini aku perawatan saja."Bella lalu Menganti pakaiannya dan mengambil tas dan kunci mobilnya,Butet mengikutinya dari belakang sambil membawa piring kotor bekas makanan Bella barusan.
"Bella kamu mau kemana?" Tanya ibu Nadia ibu mertuanya.Bella menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah kedua mertuanya.
"Ma,pa aku mau keluar sebentar,rasanya aku terlalu suntuk jika harus dirumah terus,jadi aku harus pergi untuk menghirup udara segar."Jawab Bella,dia tetap menjaga etika kepada kedua mertuanya sekalipun dia kesal kepada kedua pasangan itu.
"Oohh,baiklah ingat Bella,jaga sikapmu diluar sana papa,mama masih berharap rumah rumah tangga kalian masih bisa diperbaiki."Ucap Nadia penuh harap.Bella terlihat mengangguk,lalu dia pamit dan keluar dari rumah mewah milik suaminya.
"Pa..Kapan kita berangkat menemui wanita itu?" Tanya Nadia kepada suaminya setelah Nadia melihat mobil Bella sudah menjauh.
__ADS_1
"Menunggu kabar dari orang suruhan papa,aku sudah menyuruh seseorang untuk mencari alamat wanita selingkuhan Kevin,rasanya papa paling malas mengurusi hal seperti ini,papa saja tidak pernah melakukan hal kotor seperti ini,entah dari mana Kevin belajar bodoh seperti ini."Sungut Hamdan,dia terlalu kesal dengan masalah rumah tangga anaknya.
"Sabarlah pah,mungkin saja Kevin khilaf,hingga dia melakukan hal memalukan seperti ini." Jawab istrinya,mereka adalah suami istri yang sangat harmonis,bahkan dari awal pernikahan sampai hari ini anak mereka hampir berumur empat puluh tahun mereka tidak pernah saling membentak,jika pun terjadi keributan Hamdan sebagai suami yang baik selalu terlebih dahulu mengalah.
*****
Bella membawa mobilnya kesebuah salon kecantikan langganannya,dia sudah bersahabat dengan pemilik salon itu dari mereka kuliah.
"Bella,akhirnya kamu datang juga,kenapa akhir-akhir ini kamu menjadi artis sosmed,seharusnya kamu harus lebih bisa menahan emosinya mu Bella." Wanita cantik itu mempersilahkan Bella duduk lalu menasehatinya.
"Entahlah,potong rambutku dengan model yang cantik usahakan wajahku terlihat lebih muda dari yang biasanya.Jangan menambah beban pikiranku sekarang."Jawab Bella ketus,dia kesal dengan sahabatnya dia belum duduk dengan sempurna tapi dia sudah di sindir.
"Oke,please jangan marah,aku hannya ingin kamu bahagia maaf jika ucapan ku menyinggung perasaanmu."Jawab sahabatnya,Bella terlihat diam,mungkin perasaanya sakit mendengar ucapan sahabatnya.
Bella terlihat antusias melakukan berbagai perawatan,potong rambut,perawatan kuku.Setelah semuanya selesai dia melihat perubahan dirinya di depan cermin,bibirnya tersenyum puas dengan apa yang didapatnya hari ini.
"Bagaimana apa kamu puas?"
"Tentu saja jika aku tidak puas maka aku tidak akan membayar jasamu." Ucap Bella,sahabatnya tertawa lepas dengan ucapan Bella,dia memang mengakui jika Bella terlihat begitu cantik dan muda setelah melakukan perawatan.
Setelah melakukan pembayaran Bella membayar semua tagihannya setelah itu dia pergi ke sebuah mall dan membeli baju untuk dipakainya,dia berencana menemui suaminya ke kantornya berharap pria itu bisa menerimanya kembali dan membatalkan niatnya untuk menceraikannya.
__ADS_1
Bella memasuki gedung perusahannya,security disana tidak ada yang berani melarangnya masuk lagi karna tidak ingin mendapat masalah lagi dari wanita Arongan itu.
**** bersambung****