Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
bab 92 ~ Merasa aneh ~


__ADS_3

Seorang pelayan berlari menghampiri Kevin yang berada di ruang tamu,Pelayan itu sedikit ngeri bertemu dengan tuannya,karena dia terlihat sangat marah.


"T_tuan nyonya sedang berada di kamar nyonya besar,mereka baru saja pulang dari rumah sakit," Jawab pelayan dengan suara sedikit gemetaran mungkin takut melihat wajah Kevin yang sangat mengerikan.Kevin berjalan menuju kamar ibunya,dan pada saat itu papanya dan juga Bella kebetulan keluar dari dalam kamar.


"Plakkk...." Kevin bergegas mendekat kearah Bella lalu melayangkan tamparan keras ke wajah calon mantan istrinya.Bella menyentuh pipinya yang sangat panas akibat tamparan yang dilayangkan Kevin kepadanya,dia tidak mengerti kenapa Kevin tiba-tiba datang lalu menamparnya dengan kasar.


"Apa yang kamu lakukan bajingan,berani sekali tangan kotor mu itu menamparku,kamu brengsek dasar bangsa** kamu ."Bella memaki Kevin dengan kata-kata yang sangat kasar.Bahkan Hamdan yang berada diantara mereka juga sangat kaget.


"Kamu masih berani bertanya apa salahmu? kamu memang wanita gila,pembunuh aku harus membawamu ke penjara untuk mempertanggung jawabkan seluruh kesalahan mu," Ucap kevin,dia menarik tangan Bella dengan kasar dan menyeretnya.Bella sangat bingung begitu juga dengan Hamdan,


"Hentikan,jangan perlakukan aku seperti penjahat,aku juga bisa menuntut mu dengan tuduhan KDRT,dasar laki-laki sialan kamu."Ucap Bella,lalu menepis tangan Kevin dengan kasar dari tangannya.


"Kevin,apa yang terjadi,harusnya kamu jelaskan dulu,apa salahnya jangan main kasar seperti itu." Ucap Hamdan membela Bella,tapi dia sangat hati-hati karena dia takut kalau anaknya curiga dengan hubungan mereka berdua.


Kevin melepaskan tangan Bella,lalu dia tersenyum kecil,ingin sekali dia menghajar wanita itu dan menyeretnya ke penjara tapi sayang dia tidak punya cukup bukti,dan Kevin juga tidak tega jika ibunya akan terlibat nantinya apalagi dengan keadaan ibunya yang kurang sehat.


"Wanita pelacu*** ini,sudah mencoba melakukan pembunuhan kepada calon istriku Hanna beberapa bulan yang lalu,dia bahkan menitipkan kedua adik Hanna,ke panti asuhan,bahan kedua adiknya hampir saja di jual oleh pemilik panti.Kini aku sadar kamu memang benar-benar wanita iblis,kamu tega menyuruh orang untuk membuang tubuh Hanna ke laut." Ucap Kevin.Bella sedikit kaget mendengar ucapan Kevin,tapi sedikit pun tidak terlihat rasa takut di wajahnya bahkan wajahnya terlihat senyuman yang sangat menjijikan bagi Kevin.Hamdan juga kaget mendengar ucapan Kevin,dia tidak menyangka jika Bella akan melakukan hal sejauh itu dulu.

__ADS_1


"Hahahaha,ternyata kamu sudah tau,sayangnya kamu tidak cukup bukti untuk menyeret aku ke penjara,dan sepertinya kamu juga tau kalau mama ikut membantuku saat itu.Bahkan itu ide nya mama agar pernikahan kita tidak di ganggu oleh wanita busuk itu." Jawab Hanna.Dia duduk di sopa sambil mengangkat satu kakinya ke kaki yang satu lagi.


"Apaahh....Istriku juga terlibat,kenapa kalian sampai melakukan hal sejauh itu,seharusnya kita bisa menyelesaikannya dengan baik,menghilangkan nyawa orang lain adalah kesalahan yang sangat tidak bisa di ampuni." Ucap Hamdan,kali ini dia benar-benar kaget,dia langsung terduduk di sopa sambil memegangi dadanya.


"Pah...Ada apa denganmu?" Bella langsung berlari menenangkan Hamdan,Kevin yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka merasa aneh dengan sikap spontan dari Bella.


"Apa perlu kamu sampai segitunya panik dengan papaku." Ucap Kevin,dia mengerutkan keningnya saat melihat tangan Bella yang memegang tangan ayahnya begitu erat seakan takut kehilangan.


"Kevin meninggalkan mereka berdua di ruangan itu,Kevin mendengar suara Bella yang memanggil pelayan untuk membawakan air putih kepadanya.Kevin menaiki anak tangga,rasanya dia merasa banyak sekali kejanggalan di antara Bella dan papanya.


Kevin bolak balik memikirkan perasaanya itu,dia merasa tidak mungkin,akhirnya dia memutuskan untuk kembali turun kebawah dan menemui seluruh pelayan di dapur.


Kevin berjalan menuju ruang tamu,tapi dia tidak menemukan Bella dan juga papanya di ruang tamu,mungkin saja papanya sudah di antar ke dalam kamarnya,dia merasa lega setidaknya dia bisa menemui pelayan dengan leluasa.


"Pelayan...Kalian semua disini berkumpul,semaunya ada sesuatu yang ingin ku sampaikan."Ucap Kevin,sementara dia sudah duduk terlebih dahulu.Semua pelayan menghentikan aktifitasnya,lalu mereka mulai duduk di kursi dengan perasaan tidak nyaman sama sekali duduk berdekatan dengan tuan mereka.


"Ada apa tuan?" Tanya seorang pelayan,mereka semua terlihat sangat takut,mereka mencoba mengingat apa mungkin ada kesalahan yang mereka lakukan.

__ADS_1


"Sudah santai jangan takut begitu,aku hannya ingin bertanya apa pernah kalian melihat papa dan nyonya Bella melakukan sesuatu yang mencurigakan di rumah ini?" Tanya Kevin,dia menatap satu-satu pelayannya.Baru kali ini Kevin duduk bersama pelayan,kini dia baru sadar kalau semua pelayan di rumahnya masih sangat muda-muda.


"Sepertinya tidak tuan,aku hannya pernah melihat mereka duduk berduaan di ruang tamu sambil menonton itupun,mereka berjauhan,lagian tidak mungkin tuan sementara nyonya Bella sangat perhatian kepada nyonya besar,dia sudah merawatnya dengan sangat baik." Ucap kanaya pelayan paling tua di antara mereka.


"Begitu ya....Sudah lah kalau begitu terima kasih untuk waktunya nanti Ahir pekan aku memberikan kalian bonus,silahkan kembali ambil pekerjaan masing-masing." Ucap Kevin.Dia menarik napas panjang,dia masih belum bisa percaya dengan apa yang dia lihat tadi.


"Apa mungkin aku terlalu berlebihan,atau mungkin ini hannya perasaanku saja." ucap Kevin,dia enggan untuk beranjak dari tempat duduknya.


Kevin kembali naik atas dan masuk ke dalam ruang kerjanya,dia memutuskan untuk lebih memperhatikan mereka,walupun sebenarnya kata pelayan sikap keduanya biasa saja tapi entah kenapa dia merasa sangat curiga.


*****


Sementara itu dirumah Hanna, dia sedang sibuk masak untuk makan malam mereka,Hanna sesekali mendengar suara tawa Puspa bersama dewa,diruang tamu.Dewa mengantar Hanna pulang dan saat itu dewa memutuskan untuk singgah.


"Om,kenapa baik sama kami? Om suka ya sama Kaka Hanna,tapi sayang Hanna sangat menyukai om Kevin,bagaimana kalau Puspa menjodohkan om sama Kaka aku Lisa dia memang pendiam tapi dia sangat baik." Ucap Puspa.Dewa yang mendengar celoteh Puspa hannya bisa tertawa lepas bagaimana bisa seorang anak SD menjodohkan dia sama anak SMA, sementara umurnya sudah hampir mencapai kepala tiga.


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2