
Kevin tersenyum,lalu dia meraih tangan Hanna,dia sangat beruntung memiliki Hanna walau umurnya masih sangat muda tapi sikap sangat dewasa dan keibuan membuatnya makin cinta dan sayang.
"Aku tidak marah,justru aku bersyukur kamu menyadarkan aku,kalau tidak mungkin saja penyakit ku,semakin parah karena bertahan mempertahankan egois dan keras kepalaku." Jawab Kevin,dia mencium tangan Hanna yang sudah duduk di sampingnya.
"Apa yang membuatmu sampai drop begitu mas,bukan kah sorenya kamu masih bilang kalau kamu akan ke singapura,terus kenapa kamu tidak jadi berangkat." Tanya Hanna.Kevin menghela napas panjang,lalu menatap langit-langit rumah sakit,rasanya dia enggan untuk menceritakan aib keluarganya kepada Hanna tapi mengingat dia sangat mencintai Hanna tidak masalah baginya untuk menceritakan itu.
"Hanna,"
"Hamm."
"Apa kamu benar mencintaiku?" Tanya Kevin,kepada Hanna,walaupun sebenarnya dia sudah tau kebenarannya.
"Untuk apa kamu bertanya sesuatu yang sudah kamu tau jawabannya mas,yang perlu aku tanyakan kapan kamu menikahi ku mas,aku ingin status darimu?" Tanya Hanna,seketika Kevin kaget,kini dia menyadarinya kenapa dia tidak menikahi Hanna sementara mereka sudah sangat merasa cocok.
"Sabar sayang,jika semua masalah keluargaku selesai aku akan segera menikahi mu,kamu percaya kepadaku kan,tapi mungkin masih agak lama karena aku baru saja memergoki papa sama Bella selingkuh,aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri." Ucap Kevin,menceritakan semuanya.
Hanna menutup mulutnya,dia tidak percaya dengan apa yang barusan di ucapkan oleh Kevin,bagaimana bisa seorang dokter yang hebat,wanita yang sangat cantik dan orang tuan yang terpandang bisa melakukan hal yang paling kotor.Hanna seakan tidak percaya dengan ucapan Kevin.
__ADS_1
"Tidak mungkin nyonya Bella melakukan itu mas,mengingat dulu dia begitu mencintaimu,bahkan dia hampir membunuhku karena aku hadir di antara kalian,rasanya aku sulit mempercayainya." Ucap Hanna,dia memandang wajah Kevin,terlihat jelas pria itu sangat terpukul karena ulah ayahnya yang sangat memalukan.
"Jangan panggil dia nyonya Bella,dia tidak pantas." Ucap Kevin,rasanya dia jijik jika hanna menyebut nama wanita itu di hadapannya.Dia sangat menyesal pernah mencintai wanita itu bahkan mempertahankan rumah tangganya.
" Jadi apa rencana mu kedepannya mas?" Tanya Hanna.
"Aku ingin membawa papa ke jalur hukum,dan menyuruh mama untuk menceraikannya,sepertinya Bella sangat mencintai papa,bahkan sekarang dia sedang mengandung anak papa,tapi aku takut saat aku menuntutnya,dia balik menyerang ku,karena semua aset keluarga masih atas nama papa,cuma rumah sakit yang pakai atas namaku karena dulu aku membangun itu untuk bella,beruntung aku memakai namaku kalau tidak mungkin aku akan sangat menyesalinya." Ucap kevin.Mengingat semua itu rasanya kepalanya kembali pusing sampai saat ini dia masih belum bisa percaya karena papa yang begitu dia hormati harus mengotori dirinya dengan sebuah perselingkuhan.
Sementara itu Bella dan Hamdan meninggalkan rumah mewah milik Kevin,mereka berniat untuk menyembunyikan diri untuk sementara karena mereka cukup malu dengan keadaan mereka saat ini.Apalagi keadaan bella yang sedang hamil muda,sedikit pun dia tidak mau berpisah dari Hamdan.
Hamdan membawa Bella memasuki sebuah rumah,yang tidak kalah mewah dari rumah yang mereka tinggalkan,dan Bella cukup bahagia dengan semua itu.
"Terserah kamu saja,asal kamu bahagia aku ikuti apa yang kamu inginkan." jawab hamdan,Bella semakin terlihat bahagia,sedikit pun tidak terlihat kalau Bella seorang dokter karena perbuatannya yang begitu kotor.
****
Lisa terbangun saat hari sudah lumayan larut,dia melihat tempat tidur dewa yang masih kosong itu artinya pria itu belum pulang dari tadi sejak saat mereka sampai di kamar hotel itu.Lisa langsung beranjak dari atas tempat tidur lalu membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah sangat lengket.Saat keluar dari dalam kamar mandi Lisa merasa tubuhnya sangat segar,lalu dia menatap pemandangan kota dari kaca kamar hotelnya.
__ADS_1
"Indah sekali,seandainya aku kesini bersama Kaka Hanna dan juga Puspa mungkin aku sangat bahagia,aku sedikit menyesal karena sudah membohongi kaka Hanna tapi aku takut jika kaka Hanna tau aku dekat dengan om dewa dia akan marah."Batin Lisa sambil memandangi kota dan sesekali dia mengambil gambar yang cukup indah.
"Apa yang kamu lakukan disini malam-malam,aku pikir kamu masih tidur,apa kamu lapar?" Tanya dewa sambil memberikan makanan yang dia bawa dari luar.
"Aku cuma memandangi pemandangan saja,aku teringat sama kakak Hanna,aku menyesal sudah berbohong kepadanya," Jawab Lisa.Dewa memandanginya,
"Untuk apa kamu berbohong,kamu kan bisa jujur,Hanna juga sudah lama kenal dengan ku,tidak mungkin dia melarang mu,untuk pergi jika kamu mengatakan pergi bersamaku,besok-besok bila kita pergi entah kemana kamu harus memberitahunya secara jujur tidak perlu bohong,karena sesuatu yang di awali dengan satu kebohongan akan berakhir tidak bagus,kamu akan mencari kebohongan lain untuk menutupi kebohongan yang satu." Jawab dewa,Lisa hannya menunduk menyesali semua perbuatanya.
Karena sudah lapar Hanna membuka kotak makanan yang di bawa oleh dewa kepadanya tapi dia cukup kaget saat melihat makanan yang belum pernah dilihatnya sama sekali.Hannya berisi sayuran yang tidak disukainya,dia tipe orang yang tidak menyukai sayuran.Padahal perutnya sudah sangat lapar,tapi melihat makanan itu sedikit pun dia tidak selera.Lisa kemabli menutup makanan itu lalu beranjak menuju ranjang rasanya dia takut kalau meminta makanan lain kepada dewa.Sementara dewa sibuk menatap leptop nya.
Dewa membalikan tubuhnya lalu melihat Lisa yang sudah kembali tidur sementara makanannya dia tidak sentuh sedikit pun.
"Lisa kamu belum makan? itu salad,enak itu cobain deh,itu makanan khas negara Paris banyak orang Indonesia yang menyukai makanan ini namanya salad Nisoice,aku sangat menyukai itu." Ucap Dewa,Lisa pura-pura tidur dan dia menutup seluruh tubuhnya padahal dia sangat lapar.
"Lisa.."
"Hmm,aku tidak suka makan sayuran,aku tidur saja,biar besok aku cepat bangun dan saat itu perutnya berbunyi hingga dewa mendengarnya.Dewa tersenyum,lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan memakai jaketnya mengajak Lisa keluar malam untuk mencari makanan.
__ADS_1
*** bersambung***