Sugar Baby Pria Beristri

Sugar Baby Pria Beristri
Bab 115 ~ Ambil alih ~


__ADS_3

Sambo sangat kaget melihat seluruh staf penting di perusahan itu dan juga kepala satpam,turut hadir keruangan rapat,semua orang bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi dan kemana tuan besar mereka.


"Baiklah untuk seluruh yang sudah hadir di ruangan ini,sebelumya saya minta maaf karena saya mengundang kalian secara mendadak,dan membuat kalian bingung,disini saya mau mengumumkan jika perusahaan ini kembali saya ambil alih dan semua laporan beberapa tahun ini berikan kepadaku,aku harap kalian tidak mengkhianati ku,dan untuk kepala satpam mulai hari ini jika Kevin Sanjaya hadir ke perusahan ini agar tidak mengijinkan masuk lagi ke perusahaan ini,jangan ada yang merasa heran ini masalah keluarga saya,dan jika ada yang merasa keberatan silahkan angkat kaki dari perusahan ini,dan kamu Sambo,kamu sebagai asisten dari Kevin sanjaya jika kamu bersedia kamu masih bisa menjadi asisten saya dengan kata lain kamu harus menuruti keinginan saya." Ucap Hamdan Sanjaya.Seluruh yang hadir di ruangan rapat merasa kaget dengan pengumuman hari ini tidak terkecuali dengan Sambo,dia belum tau apa yang terjadi dengan keluarga Sanjaya hingga seorang papa yang sudah lama pensiun kembali hadir di perusahan.


"Maafkan saya tuan,mungkin saya tidak bisa menuruti keinginan tuan kar.....


"Satpam usir dia dari ruangan ini!" Hamdan langsung memotong ucapan Sambo,satpam begitu kaget mendengar ucapan itu,rasanya semuanya berubah seratus delapan puluh derajat,bagiamana bisa seorang Hamdan yang bisanya lembut dan baik bisa berubah menjadi seperti monster yang mengerikan.


"Saya bisa sendiri tuan."Ucap Sambo lalu keluar dari ruangan itu dengan tatapan aneh dari orang-orang yang masih ada di ruangan itu.


"Kalian sudah melihat dia,siapa pun disini akan saya buang dari perusahan ini jika tidak mau mengikuti peraturan ku,dan masih mendukung Kevin Sanjaya di belakangku." Ucap pria itu lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ruangannya.


Semua orang saling menatap heran dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan keluarga Sanjaya,bahkan Sambo sangat bingung dengan apa yang terjadi hari ini.Sambo keluar dari perusahan dan dia menuju sebuah cafe yang tidak jauh dari perusahannya lalu dia mengambil ponsel dan menghubungi Kevin beberapa kali tapi sayang nomornya di luar jangkauan.


"Apa yang terjadi sebenarnya,apa mungkin ada masalah yang sangat besar di keluarga ini,kenapa di saat tuan Kevin membawa nyonya Nadia ke rumah sakit singapura tuan Hamdan malah mengambil alih perusahan ini." Batin Sambo.Karena nomor Kevin tidak meresponnya akhirnya dia pergi menuju rumah mewah milik Kevin dan pada saat dia sampai di sana rumah itu sudah dijaga oleh orang-orang yang tidak di kenali oleh Sambo.

__ADS_1


"Maaf tuan nyonya Bella dan tuan Hamdan melarang orang asing memasuki rumah ini,mohon jangan membuat keributan di tempat ini."Ucap seorang pria,yang bertubuh paling besar dengan wajah yang sangat menyeramkan.


"Bella...." Sambo semakin bingung saat mereka menyebut nama Bella,bagaimana bisa Bella dan Hamdan kerja sama,..Ah itu tidak mungkin,aku tidak yakin dengan kejadian hari ini." Sambo berulang kali memukul wajahnya berharap ini hannya sebuah mimpi dan ternyata itu kenyataan.


"Auhh sakit, berarti ini nyata,kenapa bisa Bella,apa hubungan Bella dengan tuan Hamdan,kenapa sampai hari ini Bella belum juga keluar dari keluarga Sanjaya sementara dia dan tuan Kevin sudah lama cerai?" Sambo meninggalkan rumah Kevin,dia belum mengerti bahkan belum tau dengan kejadian hari ini.


Sambo menghentikan mobilnya di pinggir jalan,dia membuka ponselnya dan kemabli menghubungi Kevin tetapi jawabannya tetap sama diluar jangkauan.


"Sialan entah kemana si Kevin Bajingan ini,bagaimana bisa dia mematikan ponselnya di saat genting seperti ini,aku akan menghajarnya nanti." Sungut Sambo sambil tersenyum tipis karena baru saja dia memaki atasannya.


Sambo memijat kepalanya yang terasa pusing,dia masih sangat bingung dengan kejadian hari ini,dia tidak memiliki ide apa pun lagi untuk mengetahui apa yang terjadi sehingga rumah dan perusahan di ambil oleh orang tuanya sendiri.


"Ada yang aneh,bagaimana kalau aku menemui tuan Kevin di singapura,sepertinya itu lebih baik dan menyelesaikan masalah." Ucap Sambo lalu bergegas meninggalkan tempat itu.


****

__ADS_1


Seluruh pelayan di rumah mewah itu sudah di ganti oleh Bella,baik pengurus halaman rumah dan juga penjaga rumah.Semua pelayan berlari menyambut bella saat dia berkunjung kerumah itu.Dengan sombong Bella duduk di sopa lalu menatap mereka satu-satu.


"Dengar kalian semua yang ada disini,semua Poto wanita tua itu turun dari dinding rumah ini lalu bawa kebelakang dan bakar,aku tidak mau melihat satu pun ada gambar dia di rumah ini." Ucap Bella penuh kesombongan.


"Baik nyonya." Semua orang mengangguk dengan sopan kepadanya lalu pergi meninggalkan dia di ruang tamu.


"Hahaha begini rasanya menjadi seorang nyonya besar,aku baru merasakan itu,selama ini aku hannya melihatnya saja tanpa bisa merasakan itu." Ucap Bella dengan senyum jahat di wajahnya.


****


Sementara itu jauh negara Paris,Lisa menikmati liburannya di temani oleh dewa,dia mengunjungi menara yang tinggi dan berbagai museum yang sangat bersejarah di kota itu,tidak lupa Lisa mengambil gambar agar dia punya kenangan di negara ini.


Setelah puas menjalani semuanya,dewa membawa Lisa ke pasar tradisional negara Paris,dia hannya mengambil gambar tanpa berani berbicara karena mereka menggunakan bahasa negara itu.Sementara dewa cukup pintar untuk berbicara dalam bahas Prancis,dia begitu paham hingga menambah rasa kagum kepada pria itu.


"Om,bisakah aku membeli barang-barang itu,aku ingin menunjukan kepada teman-temanku,supaya mereka tidak menghina ku lagi terus ambil gambar ku disini om." Ucap Lisa,dengan sabar dewa mengambil beberapa gambarnya di semua tempat bersejarah di negara itu.

__ADS_1


Tidak terasa hari sudah sore,mereka akan kembali ke kamar hotel karena besok mereka akan kembali ke Indonesia,tidak lupa Lisa membeli beberapa baju dan barang-barang untuk Kakak dan adiknya,dia sudah berjanji kalau dia sudah sampai di Indonesia dia akan jujur kepada Kakaknya.


**** bersambung****


__ADS_2