
Kevin benar-benar membawa ibunya berobat ke Singapura,dia sudah tidak kuat melihat tubuh ibunya yang semakin hari,semakin kurus,bahkan terlihat sudah tinggal tulang.Yang tidak di mengerti oleh Kevin adalah sikap ayahnya yang kurang peduli dengan keadaan ibunya.Sebenarnya Kevin selalu punya kecurigaan antara Bella dan papanya ada sesuatu yang mereka tutupi tapi Kevin selalu menepis pikiran itu,karena tidak mungkin ayahnya yang sangat setia dengan ibunya tega melakukan hal menjijikan seperti itu apa lagi bersama menantunya sendiri.
"Tuan apa yang anda pikirkan? Semoga nyonya baik-baik saja tuan." Ucap Butet sebelum pesawat yang mereka tumpangi akan melakukan lepas landas.
"Tidak papa.Butet,kamu tidak sedang menutupi sesuatu dariku kan,aku tidak akan memaafkan jika aku tau ada yang sengaja membuat ibuku menderita seperti ini."Ucap Kevin,Butet menunduk takut,sejujurnya dia sangat ingin memberi tahu kebenaran yang dia ketahui tapi dia sangat takut karena bella bukan wanita yang baik,bahkan dia tidak segan-segan akan membunuhnya jika dia tau rahasianya dibongkar olehnya.
"Maafkan aku tuan,aku tidak tau apa pun,aku yakin semua kecurigaan tuan akan segera tuan ketahui,tapi tolong jangan paksa aku untuk membongkar semuanya tuan aku tidak tau apa pun." Ucap Butet dengan suara gemetaran dan tangannya terlihat meremas ujung baju yang dia kenakan.
Kevin menarik napas kasar,sepertinya dia harus lebih kerja keras untuk mencari tau semuanya,dan dia sangat yakin jika Butet menyembunyikan sesuatu,darinya dia sangat kenal dengan Butet wanita yang sudah lama mengabdi kepadanya,dia tidak pernah melihat Butet ketakutan seperti itu.
Setelah melakukan penerbangan kurang lebih empat puluh lima menit,akhirnya mereka sampai di bandara internasional Changi airport singapura,Kevin langsung mendorong kursi roda mama keluar dari pesawat.Ternyata Sambo sudah menunggunya di sana,kevin sudah lebih dulu menyuruh Sambo untuk mencari rumah sakit terbaik di Singapura.Dia kembali memanggil Sambo untuk menjadi asistennya sejak dia menemukan Hanna karena dia tidak menemukan asisten yang lebih baik dari Sambo.
Mereka keluar dari dalam bandara dan disana bara sudah melambaikan tangan kepada mereka.
"Tuan itu tuan Sambo."Kevin mendorong ibunya keluar dari dalam,dan memberikan kursi roda ibunya kepada sambo untuk di bawa ke dalam mobil.
Setelah semuanya masuk kedalam mobil,Sambo menyetir dengan kecepatan tinggi,Kevin semakin khawatir karena sejak dari Indonesia sampai ke Singapura ibunya tidak bangun sama sekali,dia takut sesuatu terjadi kepada ibunya.
__ADS_1
"Sambo,kamu masih bisa menambah kecepatannya kan,aku takut mama kenapa-napa dia dari tadi tidak bangun,aku sangat takut." Ucap Kevin,dia terus menggenggam tangan ibunya yang semakin dingin.
Mobil yang di bawa Sambo sampai ke halaman rumah sakit terbaik di Singapura yaitu rumah sakit Mount Elizabeth hospital,Mereka langsung di sambut oleh para perawat dan dokter karena sebelumnya Sambo sudah mendaftar,mama Nadia langsung di bawa masuk keruang pemeriksaan dan di lakukan cek laboratorium dan USG secara intensif.
Kevin tidak diijinkan untuk masuk,dia menunggu dengan perasaan yang sangat ketakutan.Dia berangkat ke Singapura tampa memberitahu Hanna terlebih dahulu hingga Hanna terus menunggunya di toko dan bahkan dia sudah mengirim pesan beberapa kali kepada Kevin,tetapi pesan yang dikirimnya belum juga mendapat respon.
Sedikit pun Hanna tidak pokus untuk bekerja,entah kenapa dia terus menunggu Kevin di tokonya tidak biasanya Kevin tidak memberi kabar kepadanya.
"Kemana sih dia,kok perasaanku tidak enak ya,ada apa ini?kenapa dia tidak memberi kabar apa pun?"Karena sangat khawatir Hanna menghubungi Sambo,orang yang biasa serba tahu tentang bosnya tapi sayang,hari ini Sambo juga tidak merespon panggilannya.
"Semua orang membuatku kesal hari ini,entah kemana mereka semua." Sungut Hanna,dia sama sekali tidak mau keluar menjual bunga-bunganya dia tidak mood sama sekali.
"Ada apa dengan pria itu,apa dia tau jika aku dan mas Kevin sudah baikan,sebenarnya aku merasa tidak enak sama tuan dewa,tapi mau gimana lagi aku hannya mencintai mas Kevin,dari dulu aku sudah sangat mencintainya." Ucap Hanna,dia sedikit kecewa karena dewa mengabaikannya.
****
Hari sudah sore,rumah mewah milik keluarga Sanjaya tiba-tiba sangat menakutkan karena tiba-tiba saja Bella mengamuk karena ibu mertuanya di bawa oleh mantan suaminya tampa memberi ijin kepadanya.
__ADS_1
Bella mengumpulkan seluruh pelayan lalu menampar satu-satu,dia sangat kesal karena tidak ada satu orang pun yang mengabarinya kalau mama mertuanya di bawa dari rumah itu.
"Kalian semua tidak ada gunanya di rumah ini,bagaimana bisa kalian tidak memberi kabar kepadaku,saat Kevin membawa mama keluar dari rumah ini." Ucap Bella,dia terus marah-marah dan memaki semua pelayannya dengan kata-kata yang tidak pantas.
"Dasar manusia-manusia sampah,aku akan memecat kalian semua,pergi dari hadapanku....Dasar sampah." Semua pelayan meninggalkan Bella yang masih sangat emosi.Dan para pelayan itu sedikit merasa aneh dengan sikap Bella,bagaiman bisa dia sampai segitunya marah saat mertuanya di bawa anaknya sendiri.
"Apa cuma aku yang merasa aneh dengan sikap nyonya Bella,masak dia sampai segitunya marah kepada kita bukan kah itu hak tuan kevin membawa ibunya berobat kerumah sakit?" Tanya seorang pelayan,dia bingung dengan sikap nyonya keduanya itu.
Bella langsung berjalan menuju kamar mertuanya,sepertinya dia punya filing yang bagus tadi pagi ingin sekali dia meninggalkan obat yang biasa dikasihnya kepada mertuanya,tetapi karena merasa tidak enak akhirnya dia membawa semua obat nya ke rumah sakit.
"Hahaha,percuma saja kamu bawa ibumu ke rumah sakit,Karena ibumu tidak akan bisa sembuh lagi,mungkin sebentar lagi dia end,tidak akan ada lagi orang yang akan merebut Hamdan dariku,hahahah aku memang sangat hebat." Ucap Bella,dia tertawa penuh kemenangan.
Pada saat itu Hamdan masuk kedalam kamarnya,dia sangat kaget melihat Bella yang ada di kamar,dan dia tidak melihat keberadaan istrinya di kamarnya.
"Dimana istriku?"
"Kata pelayan anakmu Kevin membawanya berobat,mas segera hubungi dia agar kita bisa menyusulnya." Ucap Bella,walaupun dia sudah yakin kalau mertuanya tidak akan selamat tapi dia sedikit khawatir jika kejahatannya akan terbongkar.
__ADS_1
*** bersambung****