
Semalaman Hanna menjaga Kevin yang sedang demam tinggi,dia sama sekali tidak bisa tidur karena panasnya sangat tinggi.Berkali-kali Hanna membangunkan Kevin untuk di bawa kerumah sakit tapi Kevin menolak terus.Hanna sangat bingung dia tidak tau apa yang terjadi hingga panas Kevin bisa setinggi itu.
Hanna bangun subuh,dia membuatkan bubur untuk Kevin supaya dia bisa minum obat penurun panas sepanjang malam Kevin menggigil tapi seluruh badannya keringat dingin bahkan Hanna mengganti pakaian yang dikenakan oleh Kevin karena sudah basah.
"Entah apa yang terjadi dengannya,padahal kemarin dia sehat-sehat saja." Ucap Hanna sambil memasak bubur.Pada saat itu dia melihat Lisa sudah masuk kedalam kamar mandi,Hanna bingung karena setau dia hari ini Lisa libur sekolah begitu juga dengan adiknya Puspa.
Matahari sudah mulai menunjukkan wujudnya dan orang-orang mulai beraktifitas seperti biasa,Hanna memberi kabar kepada bosnya karena hari ini dia tidak masuk kerja karena harus mengurus Kevin.Tentu saja dia tidak memberi tahu kalau dia libur karena mengurus kekasihnya.
Pada saat itu Hanna membawa semangkok bubur ke ruang tamu,ditambah segelas teh hangat,Hanna mulai membangunkan Kevin tapi sepertinya pria itu masih enggan untuk bangun.
"Mas,bangunlah habis ini kau ke apotik untuk membeli obat untukmu,kenapa kamu sampai begini,Kevin tidak punya dokter pribadi karena dulu Bella yang bertanggung jawab atas kesehatannya,kini dia menyesal tidak segera mencari dokter untuknya.
Tiba- tiba dia teringat dengan wakil direktur rumah sakit miliknya cuma nomor pria itu yang di kontak ponselnya yang bertugas di rumah sakit.Kevin tidak pernah percaya dengan obat sembarangan karena dia sangat menjaga kesehatannya selama ini.
"A_aku tidak perlu minum obat,nanti aku suruh dokter kesini untuk mengobati ku,biarkan aku istrahat walau hannya sebentar." Jawab Kevin.Hanna merasa sedih karena ternyata Kevin orang yang sangat susah di bilangin kalau sedang sakit.
"Bangun lah,setidaknya makan bubur ini,aku tidak tega melihatnya semalaman menggigil kedinginan,dan bubur ini masih hangat kamu harus mengisi perutmu." Ucap Hanna.Mendengar suara Hanna yang memelas seketika kevin merasa luluh dia langsung bangun walau harus di bantu oleh Hanna dan dia minum teh hangat dan lalu menerima makanan yang di sodorkan oleh Hanna kepadanya.
Pada saat Hanna sedang menyuapi Kevin,tiba-tiba Lisa menghampirinya dia sudah rapi dan wangi sepertinya dia akan pergi ke suatu tempat.
__ADS_1
"Kakak,tiga hari ini aku ada kegiatan sekolah aku pergi ya kakak." Ucap Lisa,dia ragu-ragu mengatakannya karena dia takut Hanna curiga kepadanya,tapi karena dia sudah sangat tergiur jalan-jalan keluar negri akhirnya dia membohongi kakaknya.Lisa masih belum berani cerita kalau dia pergi bersama Dewa.
"Kamu menginap,memangnya kamu punya uang,kamu nga boleh sembarangan bergaul dek,ingat sekali kamu salah melangkah selamanya kamu akan menyesal." Ucap Hanna menasihati adiknya.
"Tidak kakak kami sama teman-teman,kami banyak kok kakak tenang saja." Jawab Lisa akhirnya Hanna memberikan ijin dan Lisa akhirnya pergi.Sebelum Lisa sampai di pintu Puspa sudah bangun dan keluar dari kamar,
"Kakak aku pengen ikut,please." Ucap Puspa memohon sambil menarik tangan Lisa,
"Sudahlah dek lain kali kita jalan-jalan ya,ini kegiatan sekolah,kamu bisa ajak om Kevin kapan-kapan." Jawab Lisa lalu dia melepaskan tangan Puspa lalu segera meninggalkan rumahnya.
****
"Sudah lama om menunggu ku disini?" Tanya Lisa lalu membuka mobil dan masuk kedalam.
"Sudah lumayanlah,memangnya kamu kenapa bisa lama begitu,tapi keberangkatan kita sore kok,sekarang aku membawa mu membeli beberapa baju untukmu,biar nanti kamu bisa ganti pakaian,kamu maunya disini belanja baju atau di Paris." Tanya Dewa,Jantung Lisa bergetar saat dewa menyebut nama kota itu,rasanya jangankan untuk bermimpi membayangkan pun dia tidak pernah untuk menginjakkan kaki di negara itu.
"Terserah om saja,tadi aku lama karena om Kevin sedang sakit dan kakakku sedang merawatnya di rumah,dasar pria sudah ada istri tapi masih saja mendekati wanita lain." Sungut Lisa dan dewa hannya bisa menghela napas panjang.
"Kamu tidak boleh berbicara demikian mungkin saja dia punya alasan kenapa dia terus mengejar kakakmu,aku sudah ikhlas saja karena aku sudah menemukan pengganti kakak mu,wanita yang sangat imut dan lucu dan memiliki sedikit sikap sombong." Jawab Dewa sambil tersenyum melihat rona wajah Lisa.
__ADS_1
"Lisa kamu sudah pernah jatuh cinta?"Lisa hannya menggeleng bahkan dia tidak mengerti seperti apa orang yang sedang jatuh cinta.
"Memangnya orang yang sedang jatuh cinta itu seperti apa contohnya?" Tanya Lisa polos,Dewa kembali tersenyum melihat kepolosan wanita itu,jika dia berpacaran kepada Lisa itu artinya dia harus sabar mengajari wanita itu.
"Hmm,seperti apa ya aku juga bingung menggambarkannya dengan kata-kata tapi intinya jagung kita akan berdebar hebat saat kita berdekatan dengan pria yang kita cintai." Jawab Dewa,seketika Lisa membelalakkan matanya,
"Berarti aku jatuh cinta dong dengan om dewa,kenapa setiap aku ada di dekat dia jantungku terus saja bergetar hebat." batin Lisa tiba-tiba saja dia gelisah dia takut jatuh cinta kepada Dewa,sementara dewa hannya menganggapnya adik contohnya.
Dewa melihat Lisa yang terus gelisah dia menghentikan laju mobilnya dan membalikkan badanya menatap Lisa dengan pandangan yang sangat dekat membuat Lisa semakin gemetaran dan jantungnya bergetar hebat.
"Kamu kenapa?"
"Tidak papa om,terus om pernah jatuh cinta,om aku pernah lihat kakak Hanna dan om Kevin bibirnya saling lengket itu kenapa bisa terjadi? Apa itu karena mereka sedang jatuh cinta?" Seketika dewa tersedak oleh ludahnya sendiri baginya pertanyaan itu sangat lucu dan polos.
"Uhuk.....uhukk....uhuk,memangnya kamu melihat dimana?
"Pertama di kamar mandi dan yang kedua di ruang tamu,sepertinya mereka sangat menyukainya makanya mereka selalu melakukannya,aku merasa jijik dan mau muntah gimana kalau om Kevin tidak gosok gigi apa itu nga bauk!"Seketika Dewa tertawa lepas kali ini dia bisa menahan tawanya bagaimana bisa dia menyukai gadis polos yang belum tau apa-apa.
"Hahahahah....Mungkin mereka sangat menyukainya makanya mereka selalu mengulanginya di tempat yang berbeda,sudah lebih baik kita pergi aku tidak tahan lagi mendengar semua cerita mu." Jawab dewa.
__ADS_1
**** bersambung****