
Setelah menunggu hampir satu jam Bella berjalan menuju ruang kerja milik suaminya.Bella tersenyum puas saat melihat Kevin sudah tergeletak di atas ranjang dan tidur dengan sangat pulas,Bella menoleh ke arah gelas dan di sana masih ada tersisa sedikit Bella langsung membuangnya karna tidak ingin besok Kevin curiga.
Bella keluar dari ruang kerja suaminya lalu berjalan menuju ruang tamu,saat itu dia melihat Hamdan masih menonton berita di sana.
"Mas ke kamar ku yuk?" Ajak Bella,Hamdan menoleh ke arah Bella setelah itu dia menatap keliling ke sekiranya seakan mencari sesuatu.
"Sudah mas Kevin sudah tidur,dia tidak akan bangun sampai besok karna aku sudah menaruh banyak obat tidur ke dalam minumannya." Ucap Bella sambil tersenyum puas.
"Kamu memang sangat nakal " Jawab hamdan sambil mencubit hidung mancung milik Bella.Bella berjalan menuju kamarnya dan tidak lama Hamdan juga ikut naik,sudah hampir seminggu mereka tidak menikmati permainan hangat mereka hingga membuat Bella terus uring-uringan.
"Sayang kenapa aku tidak cerai saja dengan Kevin,dengan begitu kita bisa bebas bertemu di luar,tidak kah kamu ingin selalu bersamaku?" Tanya Bella,dia bergelut manja di tubuh Hamdan,sedangkan hamdan sibuk memainkan area-area sensitif milik Bella,hingga wanita itu menggeliat kegelian.
"Sayang...Jangan begitu dong,ayolah aku sudah tidak tahan lagi sayang,seminggu ini kamu tidak memberikan aku jatah."Sungut Bella dengan manja mendengar suara Bella yang sangat menggoda Hamdan semakin tidak tahan hingga mereka langsung menikmati malam yang sangat panjang.
__ADS_1
Keesokan paginya Kevin terbangun kepalanya begitu sakit,dia merasa aneh kenapa tiba-tiba semalam dia bisa tidur dengan sangat pulas sementara seingatnya dia hannya minum kopi tetapi kenapa sampai kepalanya sangat pusing begitu.
Kevin keluar dari ruang kerjanya lalu kembali kedalam kamarnya,dia ingin mandi dan segera berangkat kerja.
"Bibi,semalam kamu membuat kopi apa untukku,kenapa setelah minum kopi pemberianmu,mata ku langsung tidur sangat pulas." ucap Kevin setelah dia sampai di meja makan.Mendengar ucapkan kevin wajah Bella langsung berubah,sepertinya dia harus lebih hati-hati bertindak sekarang ini.
"Aku membuat kopi seperti biasa tuan,bahkan gulanya saja sama takarannya seperti biasa." Jawab pelayan dengan gemetaran takut mendapat teguran dari tuan besarnya.
Sudah hampir dua bulan ini Bella memberikan minuman yang bisa merusak saraf ibu mertuanya dengan pelan-pelan.Dia melakukan itu tanpa sepengetahuan Kevin dan juga Hamdan,dia melakukan itu agar pelan-pelan ibu mertuanya mati dan dia bisa menguasai Hamdan seutuhnya.
"Sudahlah mas,biar aku yang membawanya ke rumah sakit lagian kamu kan sibuk,ibu itu tanggung jawabku,begitu juga dengan papa,walaupun aku tidak bisa menjadi istri yang baik untukmu,ijinkan aku menjadi menantu yang baik bagi mereka." Ucap Bella.Kevin mengerutkan keningnya,entah kenapa dia sedikit curiga perubahan Bella yang sedikit lebih peduli dengan ibunya dan juga papanya.
"Baiklah,terima kasih karna sudah peduli dengan ibuku." Jawab Kevin,setelah itu dia keluar dari rumah pergi menuju toko bunga tempat hanna bekerja.Kevin melihat toko bunga tidak terbuka padahal seharusnya sudah buka jam segini,
__ADS_1
"Kemana lagi Hanna,apa pria ingin itu menguasainya,apa Hanna sudah berubah menjadi wanita nakal hingga pria bebas membawanya." ucap Kevin,dia tidak keluar dari mobilnya,rasanya dia sangat menyesal tidak tau dimana Hanna tinggal.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya Kevin melihat Hanna di antar oleh pria sama,melihat kedekatan mereka cemburu di hati Kevin langsung bergejolak,dia langsung keluar dari dalam mobilnya lalu menghampiri Hanna yang akan membuka toko bunga tempat dia bekerja.
"Hanna,kenapa kamu bisa bersama pria ini setiap saat? Apa kamu ingin menikah dengannya?" bagaimana bisa kamu bersamanya setiap saat." Ucap Kevin,Hanna langsung menoleh ke arah suara,tiba-tiba saja jantungnya bergetar hebat.
"Mas,apa yang kamu lakukan disini?" tanya Hanna,Kevin mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan Hanna kepadanya lalu menarik pergelangan tangan Hanna dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
Melihat itu dewa yang sudah ingin berangkat bekerja kembali keluar dari mobilnya,dan bergegas mengejar Hanna tetapi sayang Kevin sudah mengunci mobilnya.
"Buka pintunya bajingan."
*** bersambung****
__ADS_1